Entertainment
Trump Ancam Netflix: Pecat Susan Rice!

Semarang (usmnews) – Dilansir dari detik.com Presiden Donald Trump kembali membuat geger industri Hollywood. Kali ini, ia tidak hanya mengkritik konten film biasa. Sebaliknya, Presiden Amerika Serikat itu menyerang eksistensi platform streaming raksasa, Netflix. Selain itu, ia juga membidik manajemen Warner Bros. Discovery secara langsung. Tampaknya, Trump benar-benar menggunakan kekuasaannya sekarang. Tujuannya, ia ingin menekan industri hiburan agar sejalan dengan visi politiknya.

Secara khusus, Trump menuntut Netflix agar segera memecat Susan Rice dari jajaran direksi. Alasannya, Rice merupakan mantan penasihat keamanan era Barack Obama. Akibatnya, Trump menganggap sosok Rice sebagai ancaman politik serius bagi pemerintahannya. Bahkan, ia tak segan mengeluarkan ancaman keras melalui media sosial pribadinya.
“Netflix harus segera memecat Susan Rice,” tulis Trump dengan nada tinggi. Menurutnya, Rice adalah sosok rasis dan gila karena sangat membenci dirinya. Oleh sebab itu, perusahaan harus menerima konsekuensinya jika mereka menolak perintah tersebut. Ia menilai, Rice tidak memiliki bakat atau keahlian sama sekali. Melainkan, wanita itu hanyalah seorang antek politik belaka.
[Baca Juga: Mark Ruffalo Kecam Berlinale 2026 yang Bungkam Soal Gaza]

Sebenarnya, Susan Rice memicu konflik panas ini lewat pernyataannya di podcast Preet Bharara. Baru-baru ini, ia menyindir perusahaan yang memilih tunduk pada kemauan Trump. Menurut Rice, tindakan itu tidak akan berakhir baik bagi korporasi di masa depan. Nantinya, publik pasti akan meminta pertanggungjawaban mereka saat situasi politik berubah. Ia meyakini, para penentang Trump akan memenangkan pemilu berikutnya.
Menanggapi hal itu, Trump langsung bereaksi sangat eksplosif. Faktanya, ia tidak hanya mengancam Netflix sendirian. Lebih lanjut, Trump juga memberi sinyal peringatan bagi Warner Bros. Discovery. Ia menegaskan, pemerintah mungkin akan mempersulit kesepakatan bisnis atau merger di masa depan. Jelas, Trump akan melakukan hal itu jika mereka tidak segera “berbenah diri”. Tentu saja, retorika ini memicu kekhawatiran mendalam di kalangan pelaku industri kreatif.







