Lifestyle
Tips Memilih Makanan Bernutrisi untuk Anabul Agar Tetap Sehat dan Aktif

Semarang (usmtv) – Banyak orang memilih anjing dan kucing sebagai hewan peliharaan karena tingkah mereka sangat menggemaskan. Namun, sebagian pemilik peliharaan masih kurang memperhatikan kualitas asupan harian bagi hewan kesayangan tersebut. Pemilik sering kali memberikan makanan apa saja tanpa memikirkan dampak buruk bagi kesehatan pencernaan. Oleh karena itu, para pemilik hewan wajib memahami cara memilih makanan bernutrisi untuk anabul mereka. Langkah awal ini akan memastikan hewan peliharaan tumbuh dengan sehat, lincah, dan penuh energi.
Sebenarnya, pasar menyediakan banyak sekali pilihan produk makanan instan khusus untuk hewan peliharaan saat ini. Namun, Anda harus tetap selektif dalam memilah kandungan bahan makanan pada kemasan produk tersebut. Memilih makanan bernutrisi untuk anabul membutuhkan ketelitian tingkat tinggi agar tidak memicu penyakit berbahaya kelak.

Mengapa Harus Memilih Makanan Bernutrisi untuk Anabul?
Langkah pertama yang sangat penting yaitu membaca label informasi nilai gizi pada kemasan produk. Pastikan makanan kemasan tersebut telah memenuhi standar minimal dari lembaga resmi seperti pihak AAFCO. “Setidaknya makanan mencukupi kebutuhan protein dua puluh dua persen untuk masa pertumbuhan dan reproduksi,” ujar pakar nutrisi hewan. Selain itu, produk ideal harus mengandung protein delapan belas persen serta serat lima persen. Jangan lupa memastikan kandungan lemak berada pada angka dua belas persen untuk energi harian. Namun, pemilik juga harus menyesuaikan porsi makan dengan tingkat aktivitas fisik harian sang hewan.
Memilih Kualitas Produk dan Menyesuaikan Selera Asupan
Selanjutnya, pemilik hewan harus jeli melihat kategori kualitas produk yang tertera pada label luar. Produk dengan harga murah tidak selalu memiliki kualitas buruk untuk kesehatan jangka panjang hewan. Sebaliknya, Anda sebaiknya memprioritaskan makanan dengan kualitas premium, super premium, ataupun jenis produk holistik. Produk-produk kelas atas tersebut biasanya menggunakan bahan-bahan alami tanpa tambahan zat pengawet kimia berbahaya.
Di sisi lain, pemilik harus mengenali variasi jenis makanan sesuai dengan kegemaran hewan peliharaan. Secara umum, produsen membagi makanan hewan menjadi dua jenis utama yaitu makanan basah dan kering. “Makanan basah bagus untuk anjing yang susah minum air, sakit dan sudah tua,” ungkap seorang dokter hewan. Sementara itu, makanan kering menawarkan keunggulan berupa daya simpan yang jauh lebih lama dan ekonomis. Oleh karena itu, Anda dapat mengombinasikan kedua jenis makanan tersebut agar nafsu makan hewan meningkat. Akhirnya, kombinasi asupan yang tepat akan membuat hewan kesayangan Anda selalu tampil prima.








