International
Sinyal Kesiapan Perang, China Bangun Replika 3D Kapal Perang AS di Gurun Xinjiang

Semarang (usmnews) – Dikutip dari sindonews Berdasarkan pantauan citra satelit teranyar, militer China dilaporkan telah mendirikan sebuah tiruan atau mockup tiga dimensi (3D) dari kapal perang milik Amerika Serikat. Berlokasi di kawasan gurun terpencil Xinjiang, barat laut China, replika berskala nyata ini diyakini secara khusus dibangun sebagai target sasaran untuk latihan uji coba rudal balistik oleh Beijing. Menurut laporan yang dirilis pada Jumat (26/6/2026), struktur tiruan tersebut dirancang agar identik dengan kapal perusak rudal berpemandu (guided-missile destroyer) kelas Arleigh Burke. Armada ini bukan sekadar kapal biasa; ia merupakan tulang punggung Angkatan Laut AS yang multifungsi. Perannya mencakup pengawalan kapal induk, sistem pertahanan udara, hingga meluncurkan serangan jarak jauh. Ketangguhan kapal ini baru saja dibuktikan melalui USS Rafael Peralta yang terlibat dalam operasi blokade pelabuhan Iran di Laut Arab pada 26 April 2026.
Di kawasan Asia-Pasifik, Amerika Serikat mengandalkan Destroyer Squadron 15, unit tempur terbesar dari kelas ini yang terdiri dari 10 kapal. Skuadron yang berada di bawah komando Armada ke-7 AS dan bermarkas di Jepang ini sangat krusial bagi dominasi maritim AS di wilayah tersebut. Dari 2D ke 3D Armada perusak AS sering kali berpapasan dengan kapal-kapal Angkatan Laut China di perairan Pasifik. Para pakar militer memandang bahwa kehadiran replika 3D ini merupakan indikator kuat bahwa Beijing sedang mempersiapkan diri secara serius menghadapi potensi “perang terbuka” (hot war) dalam waktu dekat, tanpa memedulikan dinamika politiknya dengan Washington saat ini. Sebelumnya, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) telah membangun beberapa replika kapal AS di situs uji coba maritim Gurun Taklamakan.

Fasilitas ini diyakini menjadi tempat China menguji coba rudal balistik anti-kapal, termasuk varian hipersonik terbaru. Namun, replika yang pernah ada—seperti dua kapal kelas Arleigh Burke dan sepasang kapal induk AS—selama ini hanya berbentuk dua dimensi (2D). Transisi ke bentuk 3D menandakan peningkatan kompleksitas dan realisme dalam latihan militer mereka.
Penemuan target 3D di wilayah Ruoqiang ini pertama kali diidentifikasi oleh Joseph Wen, seorang peneliti sumber terbuka yang berbasis di Taipei. Wen menganalisis foto satelit tertanggal 11 Mei 2026 yang direkam oleh Vantor, perusahaan intelijen spasial asal Amerika.
Pembangunan Bertahap, struktur bagian dalam dari kapal tiruan ini sebenarnya sudah mulai terlihat pada citra satelit yang diambil Vantor sejak 1 Februari. Wen mencatat bahwa replika ini ditempatkan di dekat fasilitas rel kereta api sepanjang 23 mil. Sistem rel di padang pasir ini digunakan untuk mengangkut target agar bisa bergerak dinamis layaknya kapal sungguhan.
Lebih canggih lagi, target simulasi ini diyakini memuat perangkat khusus yang mampu memancarkan jejak radar dan sinyal elektronik yang identik dengan kapal perang AS.

Pengaturan tingkat tinggi ini memungkinkan PLA untuk berlatih dalam skenario penargetan yang sangat realistis, mulai dari pelacakan target hingga mengeksekusi “rantai pembunuhan” (kill chain) dari sistem radar dan senjata pemusnah mereka. Konteks Geopolitik, ancaman
Persiapan matang militer China ini sangat erat kaitannya dengan potensi pecahnya konflik antara AS dan China terkait masa depan Taiwan. Beijing secara konsisten mengklaim pulau demokrasi berdaulat tersebut sebagai bagian dari wilayahnya dan bertekad untuk menyatukannya, meski harus melalui jalur militer.
Jika invasi terjadi, AS harus mengerahkan armada lautnya melintasi jarak yang sangat jauh di Samudra Pasifik untuk membela Taiwan. Menyadari hal ini, pasukan China berlatih keras agar memiliki kapasitas untuk menghancurkan kapal-kapal perang AS—termasuk kelompok tempur kapal induk—dari jarak jauh sebelum mereka sempat mendekati zona konflik.
Fasilitas uji cobaPLA nyatanya tidak hanya terbatas pada aset maritim milik Amerika Serikat. China secara komprehensif juga membangun target lain untuk skenario perang yang lebih luas. Di lokasi senjata darat lain, citra satelit sejak tahun 2024 telah memperlihatkan adanya replika jet tempur canggih AS seperti F-35 dan F-22. Pada Oktober lalu, pencitraan satelit menunjukkan bahwa China memperluas area pangkalan militer Zhurihe di utara Mongolia Dalam dengan membangun replika skala penuh dari Kantor Kepresidenan Taiwan beserta sejumlah gedung pemerintahan penting yang aslinya berada di Taipei.
Hal ini semakin menegaskan bahwa Beijing tidak hanya bersiap untuk perang di lautan, tetapi juga melatih pasukannya untuk serangan presisi ke pusat komando lawan.







