Nasional
Sinergi Sukses Pemkab Blora dan PCNU dalam Panen Raya Padi Organik di Desa Wado Kedungtuban

Semarang (usmnews) – Upaya mewujudkan ketahanan pangan yang sehat dan ramah lingkungan di wilayah Kabupaten Blora kini mulai membuahkan hasil nyata dan patut dibanggakan. Baru-baru ini, Bupati Blora turun langsung menghadiri sebuah momen penting, yakni kegiatan panen raya padi organik yang berlokasi di Desa Wado, Kecamatan Kedungtuban. Kegiatan panen ini bukanlah sekadar rutinitas pertanian biasa, melainkan sebuah tonggak pencapaian gemilang dari program pendampingan intensif yang diinisiasi oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) bersama dengan Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Blora. Kolaborasi strategis ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi erat antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan dapat memberikan dampak positif yang langsung dirasakan oleh masyarakat, khususnya para pahlawan pangan di akar rumput.

Langkah peralihan dari sistem pertanian konvensional yang sarat bahan kimia menuju sistem budidaya organik merupakan sebuah terobosan krusial yang sangat dibutuhkan saat ini. Selama bertahun-tahun, tingginya ketergantungan para petani pada pupuk kimia dan pestisida sintetis lambat laun mulai merusak ekosistem, menggerus unsur hara tanah, serta menurunkan produktivitas lahan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, kehadiran pendampingan aktif dari jajaran PCNU dan LPPNU menjadi angin segar bagi para kelompok tani di kawasan Desa Wado. Para petani tidak hanya sekadar diberikan imbauan untuk beralih, tetapi juga didampingi secara langsung dari hulu ke hilir. Mereka diajarkan praktik pembuatan pupuk kompos alami secara mandiri, pemanfaatan pestisida nabati yang aman, pengolahan lahan yang memulihkan ekologi, hingga teknik perawatan tanaman padi yang sepenuhnya terbebas dari paparan bahan kimia berbahaya.
Dalam kesempatan emas tersebut, Bupati Blora menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan program ini. Beliau menekankan bahwa Kecamatan Kedungtuban selama ini memang telah lama dikenal sebagai salah satu kawasan penyangga atau lumbung pangan utama bagi Kabupaten Blora. Dengan beralihnya sistem budidaya ke arah organik, beras yang dihasilkan tentu memiliki kualitas dan mutu yang jauh lebih premium. Selain lebih aman dan menyehatkan untuk dikonsumsi oleh masyarakat, beras organik juga memiliki daya saing tinggi yang mampu mendongkrak nilai jual di pasaran. Hal ini sangat sejalan dengan visi dan misi pemerintah daerah untuk memandirikan petani serta meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan ekonomi mereka di tengah ancaman kelangkaan pupuk subsidi.

Lebih jauh lagi, keberhasilan panen padi organik hasil jerih payah pendampingan LPPNU ini diharapkan tidak hanya berhenti dan berpuas diri di satu titik saja. Pemerintah Kabupaten Blora membulatkan komitmennya untuk terus memfasilitasi dan mendukung perluasan program mulia serupa ke berbagai desa maupun kecamatan lainnya. Desa Wado kini secara resmi diproyeksikan menjadi kawasan percontohan yang diharapkan mampu menginspirasi wilayah-wilayah lain untuk berani memulai revolusi pertanian organik. Melalui pendekatan kultural yang mengakar kuat dan pendampingan berkelanjutan dari para ulama serta tokoh masyarakat NU, gerakan kembali menjaga kelestarian alam ini diyakini akan tumbuh semakin masif. Pada akhirnya, harmoni antara alam yang kembali subur dan senyum kesejahteraan petani yang kian merekah akan menjadi warisan berharga bagi ketahanan pangan generasi penerus di Kabupaten Blora.







