Education
Sejarah Unik Kopi Marocchino, Minuman Khas Italia yang Bukan dari Maroko

Semarang (usmnews) – Para pelancong pecinta kafein pasti selalu mencari minuman baru yang unik. Negara Eropa ini ternyata selalu mempunyai kopi marocchino yang sangat menggugah selera. Namun, banyak orang sering mengira minuman ini benar-benar datang langsung dari Maroko. Kenyataannya, minuman lezat ini sama sekali tidak memiliki hubungan historis dengan Maroko. Sejarah minuman pekat ini sepenuhnya berawal dari sebuah kota kecil di Eropa.
Awal Mula Lahirnya Minuman Marocchino Asal Eropa
Seorang barista pertama kali meracik sajian lezat ini pada era 1950-an silam. Kedai Carpano menyajikan minuman tersebut tepat di seberang pabrik topi merek Borsalino. Oleh karena itu, para pekerja pabrik sering mampir untuk menikmati secangkir espresso. Selanjutnya, pemilik pabrik topi melihat barista menaburkan cokelat manis ke dalam gelas. Sang pemilik pabrik topi tersebut langsung berseru secara sangat spontan saat itu. “Ini seperti marocchino!” kata sang pemilik merujuk pada warna kulit topi buatannya.

Komposisi Utama dalam Racikan Kopi Khas Italia Ini
Komentar spontan tersebut akhirnya melahirkan nama minuman yang sekarang menjadi sangat ikonik. Barista biasanya menyajikan kopi marocchino dalam gelas kecil berukuran 70 hingga 80 mililiter. Selain itu, minuman segar ini selalu mengandung tiga elemen utama yang sangat penting. Anda pasti akan menemukan dasar cokelat pekat tanpa tambahan pemanis gula sama sekali. Kemudian, sang barista menuangkan espresso pekat dari biji kopi kualitas paling tinggi. Sebagai sentuhan akhir yang manis, mereka menambahkan lapisan tipis susu berbusa yang lembut.
Varian Nama Lain Minuman Espresso Cokelat di Berbagai Daerah

Pada akhirnya, minuman ini menerima taburan bubuk kakao murni di bagian paling atas. Perpaduan bahan tersebut menghasilkan sajian cair yang lembut, seimbang, dan memiliki rasa lezat. Oleh sebab itu, daya tarik visual minuman ini berhasil memikat hati para pelanggan. Kontras warna antara cairan pekat dan bubuk kakao memang tampil begitu sangat estetis. Meskipun demikian, resep asli ini telah menginspirasi banyak varian baru di wilayah lain. Sebagai contoh nyata, warga wilayah Puglia lebih suka menyebut minuman ini sebagai Espressino. Sementara itu, penduduk kawasan Campania kadang menyebut racikan ini dengan nama unik Vetrino. Mereka menggunakan istilah tersebut karena sang barista menyajikannya di dalam sebuah gelas bening.







