Nasional
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga LPG Bright Gas Non-Subsidi

Semarang (usmnews) – Kabar gembira datang untuk para pengguna bahan bakar gas nonsubsidi di tanah air. Langkah strategis ini tentunya akan meringankan beban pengeluaran operasional dapur keluarga Indonesia. Oleh karena itu, masyarakat menyambut positif kebijakan baru dari perusahaan energi nasional tersebut. PT Pertamina Patra Niaga melakukan penurunan harga produk LPG nonsubsidi merek Bright Gas di pasar. Kebijakan pemotongan tarif ini mulai berlaku secara efektif per tanggal 14 Juli 2026. Selanjutnya, emiten energi pelat merah ini berharap langkah ini mampu menstimulus daya beli publik.
PT Pertamina Patra Niaga melakukan penurunan harga produk LPG nonsubsidi merek Bright Gas secara berkala. Manajemen menerapkan kebijakan penyesuaian ini setelah mencermati perkembangan harga komoditas global terkini. Selain itu, badan usaha milik negara ini ingin menjaga loyalitas para pelanggan setianya. Pemerintah juga berharap pelaku usaha mikro dapat memanfaatkan momentum penurunan tarif gas ini. Akibatnya, biaya produksi sektor kuliner menengah ke bawah berpotensi mengalami penurunan signifikan.
Evaluasi Berkala Pertamina Patra Niaga Terhadap Tarif Gas Nonsubsidi
Pihak manajemen menjelaskan bahwa keputusan bisnis ini melewati proses kajian internal yang matang. Pertamina mempertimbangkan pergerakan suplai serta permintaan energi di pasar domestik maupun internasional. Namun, perusahaan tetap mengacu pada formula perhitungan harga resmi dari Kementerian ESDM. Melalui evaluasi berkala ini, korporasi mampu merespons perubahan iklim bisnis dengan sangat cepat.
“Penyesuaian harga Bright Gas dilakukan melalui evaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang memengaruhi kondisi pasar, serta tetap mengacu pada mekanisme yang berlaku,” ujar Kitty.
Rincian Penurunan Harga Bright Gas untuk Wilayah Pulau Jawa
Berdasarkan data resmi, varian tabung 12 kilogram mengalami pemotongan harga sebesar Rp8.000. Pelanggan kini cukup membayar Rp220.000 per tabung dari harga sebelumnya yang mencapai Rp228.000. Sementara itu, varian ukuran 5,5 kilogram mengalami penurunan harga sebesar Rp4.000 per tabung. Konsumen bisa memperoleh tabung ukuran merah muda ini dengan harga Rp103.000 saja. Sebaliknya, wilayah luar Pulau Jawa akan memiliki penyesuaian tarif yang berbeda sesuai ongkos distribusi.
Perusahaan menjamin pasokan produk bahan bakar elpiji ini aman di seluruh jaringan agen resmi. Otoritas terkait juga memastikan standardisasi keselamatan tabung tetap menjadi prioritas utama pelayanan mereka.
“Selain menghadirkan harga yang lebih kompetitif, kami juga terus memastikan kualitas Bright Gas tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menikmati LPG yang aman, praktis, dan berkualitas untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya,” sebut Kitty.







