Connect with us

International

Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei dan Tuntutan Balas Dendam

Published

on

Semarang (usmnews) – Sementara itu, jutaan orang memadati jalanan utama ibu kota Teheran pada hari ini. Selanjutnya, mereka menghadiri prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei yang berlangsung sangat megah. Lebih lanjut, pemimpin tertinggi Iran tersebut tewas akibat serangan udara musuh sebelumnya. Serangan awal perang tersebut menghantam Republik Islam secara telak pada Februari lalu. Tentu saja, tragedi mematikan ini menghilangkan nyawa beberapa kerabat dekat sang pemimpin. Oleh karena itu, rezim Iran menggunakan momen ini untuk menunjukkan persatuan negara. Selain itu, mereka ingin memperlihatkan kekuatan bangsa saat proses negosiasi damai berlangsung.

Tuntutan Balas Dendam dalam Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei

Kemudian, televisi pemerintah menampilkan lautan manusia dari Lapangan Azadi hingga beberapa kilometer. Massa yang hadir membentang sangat panjang memenuhi setiap sudut jalan raya utama. Selanjutnya, sebuah truk hias membawa jenazah pemimpin berusia delapan puluh enam tahun. Truk pengangkut tersebut memakai jeruji dekoratif layaknya hiasan makam para imam suci. Bahkan, banyak orang membawa poster yang menyerukan kematian para pemimpin negara musuh. Peserta pawai juga mengibarkan spanduk protes terhadap Presiden Amerika dan Perdana Israel. Sementara itu, petugas menyemprotkan air untuk mendinginkan kerumunan massa dari suhu panas.

Menurut rencana, acara penghormatan ini berlangsung selama dua belas jam di Teheran. Pejabat Garda Revolusi Islam terus mengawasi seluruh jalannya prosesi pengantaran jenazah ini. Akhirnya, iring-iringan jenazah akan mencapai tujuan terakhir di Bandara Internasional Mehrabad setempat. Sebagai informasi, masa berkabung resmi ini akan berakhir pada hari Kamis mendatang. Nantinya, masyarakat memakamkan sang pemimpin di kompleks makam Imam Reza kota Mashhad.

Absennya Pemimpin Baru dan Penundaan Negosiasi Damai

Sayangnya, Ayatollah Mojtaba Khamenei belum muncul dalam acara pemakaman Ayatollah Ali Khamenei ini. Padahal, pemerintah telah menunjuknya sebagai pengganti sang ayah memimpin negara Republik Islam. Rupanya, pemimpin baru tersebut mengalami luka parah saat serangan udara musuh terjadi. Akibatnya, dia bersembunyi karena ancaman pembunuhan dari pihak militer musuh terus berlanjut. Musuh negara memang sering melancarkan serangan mematikan terhadap tokoh senior masa lalu. Walaupun demikian, tiga putra Khamenei lainnya tetap melakukan penampilan publik yang langka.

Di sisi lain, proses negosiasi damai berhenti sementara hingga seluruh acara ini selesai. Sebelumnya, pembicaraan ini berfokus pada pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai jalur minyak. Pemerintah Iran sempat menutup jalur strategis pengangkutan gas tersebut selama konflik pecah. Selain itu, Amerika Serikat terus menyoroti program pengembangan nuklir milik negara Iran. Namun, pemerintah Teheran selalu membantah tuduhan pengembangan senjata pemusnah massal mematikan tersebut. Dengan demikian, seluruh dunia terus memantau dampak pemakaman Ayatollah Ali Khamenei pada geopolitik.