Connect with us

Blog

Orang Tua Siswa Berprestasi Keluhkan Akses Website Sang Juara, Dinas Pendidikan Kota Semarang Berikan Tanggapan

Published

on

Semarang (usmnews) – sebuah unggahan yang beredar di media sosial menarik perhatian masyarakat Kota Semarang. Unggahan tersebut memuat surat terbuka yang ditulis oleh seseorang yang mengaku sebagai orang tua dari siswa berprestasi. Dalam surat itu, ia menyampaikan keresahan terkait kesulitan mengakses website Sang Juara, sebuah platform yang digunakan untuk mendata prestasi siswa sebagai salah satu syarat dalam proses penerimaan peserta didik baru.

Surat terbuka tersebut diunggah melalui akun Instagram @beritasemaranghariini dan ditujukan kepada Wali Kota Semarang, Dinas Pendidikan Kota Semarang, serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Penulis surat mengungkapkan kekhawatirannya karena berbagai prestasi yang telah diraih anaknya selama menempuh pendidikan di sekolah dasar tidak dapat dimasukkan ke dalam sistem Sang Juara.

Menurut isi surat, pihak sekolah telah mengakui adanya kelalaian dalam proses pengunggahan data prestasi siswa ke sistem tersebut. Akibatnya, sejumlah pencapaian akademik maupun nonakademik yang telah diperoleh siswa berpotensi tidak tercatat dalam database resmi yang menjadi salah satu pertimbangan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Dalam surat tersebut, orang tua siswa menyampaikan bahwa dirinya tidak hanya berbicara atas nama pribadi, tetapi juga mewakili keresahan banyak wali murid lainnya yang menghadapi masalah serupa. Ia mempertanyakan komitmen berbagai pihak dalam mendukung dan menghargai prestasi anak-anak jika sistem yang digunakan justru menghambat pengakuan terhadap capaian yang telah diraih dengan susah payah.Penulis surat menggambarkan situasi tersebut sebagai kenyataan yang menyakitkan bagi para siswa berprestasi. Menurutnya, prestasi yang telah mengharumkan nama sekolah maupun daerah seolah menjadi sia-sia karena tidak tercatat dalam sistem akibat kesalahan administrasi yang terjadi di tingkat sekolah. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa siswa dapat kehilangan kesempatan memperoleh haknya dalam proses seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya.Lebih lanjut, dalam surat itu dijelaskan bahwa portal Sang Juara telah ditutup sejak 4 Mei 2026. Penutupan akses tersebut membuat sekolah maupun orang tua tidak lagi memiliki kesempatan untuk memperbaiki atau melengkapi data yang belum terinput. Hal inilah yang menjadi salah satu pokok keberatan para wali murid.Penulis surat kemudian mengajukan sejumlah pertanyaan kepada pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan mengenai alasan tidak adanya kebijakan khusus atau solusi alternatif bagi siswa yang terdampak. Ia menilai masih terdapat rentang waktu yang cukup panjang antara penutupan sistem pada awal Mei dengan pelaksanaan pendaftaran SPMB jenjang SMP yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Juni 2026.

Atas dasar itu, ia meminta Wali Kota Semarang dan Dinas Pendidikan Kota Semarang untuk mempertimbangkan kembali pembukaan akses website Sang Juara atau setidaknya menyediakan mekanisme darurat yang memungkinkan data prestasi siswa tetap dapat diverifikasi. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjamin bahwa hak siswa berprestasi tidak hilang hanya karena kendala administratif yang berada di luar kendali mereka.

Persoalan ini kemudian menjadi perhatian publik karena menyangkut masa depan pendidikan para siswa. Banyak pihak berharap pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan dapat memberikan solusi yang adil agar prestasi yang telah diraih siswa tetap memperoleh pengakuan yang layak dalam proses penerimaan murid baru. Dengan demikian, sistem pendidikan tidak hanya menuntut prestasi dari peserta didik, tetapi juga mampu memberikan perlindungan dan penghargaan terhadap hasil kerja keras mereka.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *