Nasional
Kritis! Operasi Bawah Laut Kapal Virgo Transport 8 Dimulai

Semarang (usmnews) – Operasi Bawah Laut Kapal Virgo Transport 8 resmi disiapkan dan diperkuat oleh Tim SAR gabungan pada hari kedua pencarian, Senin (14/9/2026). Pelaksanaan Operasi Bawah Laut Kapal Virgo Transport 8 ini difokuskan untuk menjangkau para korban kecelakaan maritim yang diduga masih terperangkap di dalam atau di sekitar bangkai badan kapal yang tenggelam di perairan Laut Jawa tersebut. Pengerahan pasukan penyelam teknis ini dilakukan setelah lokasi keberadaan kapal berhasil dideteksi secara presisi oleh instrumen pemantau Basarnas.
Table of Contents
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Mohammad Syafii, mengonfirmasi bahwa posisi koordinat koordinat pasti kapal telah berhasil ditentukan oleh tim di lapangan. Keberhasilan penemuan titik bangkai kapal ini membuat strategi pencarian mengalami perubahan signifikan. Wilayah operasi penyisiran yang semula dibagi ke dalam delapan sektor kini resmi dipersempit menjadi enam sektor pencarian saja.
Fokus kekuatan operasi kini dipusatkan penuh pada area sekitar lokasi tenggelamnya kapal demi mempermudah dan mempercepat proses evakuasi para korban.
“Satu titik dari kapal itu sudah bisa kita tentukan dan mudah-mudahan tidak ada pergerakan sehingga operasi kita fokuskan kepada kapal itu sendiri,” ujar Syafii menjelaskan skenario penanganan pada hari kedua operasional.
Pengerahan KRI Canopus-936 dan Pasukan Penyelam Khusus

Guna mendukung kelancaran operasi di kedalaman laut, Basarnas bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut mengerahkan kapal survei hidros-oseanografi KRI Canopus-936. Kapal canggih ini memiliki kemampuan khusus serta keandalan peralatan sonar dan pemindai bawah air yang sangat mumpuni untuk mendeteksi kontur serta keberadaan objek di dasar laut.
Selain pengerahan alutsista kapal perang, sejumlah personel penyelam berkualifikasi khusus diterjunkan ke titik lokasi. Pasukan penyelam yang disiap-siagakan terdiri dari kualifikasi Basarnas Special Group (BSG), Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL, serta potensi penyelam profesional lainnya.
Baca Juga: Tegang! 22 Korban Selamat Virgo Transport 8 Tiba di Banjarmasin
“Beberapa personel yang akan kita terjunkan, mulai dari Basarnas sendiri, Basarnas Special Group, kemudian kita mengerahkan dari Kopaska TNI AL dan juga teman-teman penyelam yang akan kita siapkan,” kata Syafii merinci kekuatan personel penyelam.
Kendati demikian, Syafii menegaskan bahwa tindakan penyelam ke dasar laut tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Faktor keselamatan (safety) penyelam di tengah dinamika cuaca laut yang sering berubah menjadi pertimbangan paling utama sebelum menurunkan tim ke bawah air.
“Kita mengharapkan adanya safety. Artinya mudah-mudahan cuaca bagus sehingga memungkinkan untuk kita laksanakan operasi underwater,” harap Syafii.
Kombinasi Penyisiran Udara, Laut, dan Pembukaan Posko Pengaduan

Di samping memfokuskan persiapan pencarian bawah air, operasi penyisiran di permukaan laut dan pemantauan dari udara tetap berjalan secara simultan. Pada hari kedua pencarian yang dimulai sejak pukul 06.00 WITA ini, sebanyak lima unit pesawat udara gabungan dikerahkan. Armada udara tersebut berasal dari unsur Basarnas, Kepolisian Republik Indonesia, TNI AL, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sementara di permukaan air, puluhan kapal dari berbagai instansi disebar mengitari enam sektor prioritas.
Guna membantu keluarga korban yang kehilangan kontak, Basarnas juga secara resmi telah membuka posko pengaduan di dua lokasi strategis, yaitu di Banjarmasin dan Surabaya. Posko ini berfungsi untuk menerima informasi langsung dari pihak keluarga serta mengumpulkan data ante mortem dan dokumen pendukung lain yang akan digunakan untuk mengonfirmasi ulang kecocokan manifes resmi penumpang kapal.
Menhub Serahkan Penyelidikan Penyebab Kecelakaan Kapal kepada KNKT
Sementara itu, proses evakuasi penumpang dan kru kapal Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan sejak Minggu (13/9/2026) terus bergulir. Hingga Senin pagi, Basarnas merilis data resmi bahwa akumulasi korban yang berhasil dievakuasi mencapai 114 jiwa dari total manifes sebanyak 243 orang. Dari jumlah tersebut, 108 orang dinyatakan selamat, enam orang meninggal dunia, dan 129 penumpang lainnya masih berstatus dalam pencarian.
Terkait pemicu utama tenggelamnya kapal, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pihak Kementerian Perhubungan menyerahkan proses investigasi sepenuhnya kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Menhub meminta agar semua pihak menghormati proses hukum dan memberikan kesempatan kepada tim ahli KNKT untuk bekerja secara profesional, independen, serta berbasis pada fakta-fakta ilmiah di lapangan.
“Kami tidak ingin mendahului investigasi KNKT. Yang terpenting, semoga penyebab kecelakaan ini dapat diketahui secara jelas dan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan keselamatan pelayaran di kemudian hari,” tegas Dudy Purwagandhi.







