Connect with us

Tech

Proyek Artemis, NASA Percepat Pembangunan Pangkalan Bulan Permanen

Published

on

Semarang (usmnews) – Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat membuat gebrakan besar dalam sejarah penjelajahan luar angkasa modern ke bulan permanen. Lembaga antariksa tersebut kini fokus merancang sebuah tempat tinggal tetap bagi para astronaut di ruang hampa udara. Oleh karena itu, percepatan proyek pembangunan pangkalan Bulan melalui misi Artemis ini menjadi prioritas utama demi kemajuan ilmu pengetahuan dunia. Rencana ambisius ini juga berfungsi sebagai laboratorium raksasa untuk menguji ketahanan fisik manusia sebelum mereka terbang menuju Planet Mars.

Para ahli memilih area kutub selatan satelit Bumi tersebut sebagai lokasi utama pendirian kompleks bangunan luar angkasa. Selanjutnya, tim peneliti meyakini bahwa wilayah gelap itu menyimpan cadangan es air yang sangat melimpah di dalam kawahnya. Molekul es tersebut memiliki nilai yang sangat krusial karena dapat memasok kebutuhan air minum harian para peneliti secara mandiri. Selain itu, para astronaut juga bisa mengolah unsur alami tersebut menjadi gas oksigen siap hirup dan bahan bakar roket cair.

Pengembangan Teknologi Super Canggih Penahan Radiasi Ekstrem

perancangan fasilitas canggih ini membutuhkan material bangunan yang mampu menahan gempuran cuaca ekstrem ruang angkasa. Ilmuwan NASA sedang mengembangkan baju luar angkasa generasi terbaru serta kendaraan penjelajah bertenaga nuklir mini di laboratorium bumi. Mereka juga menciptakan dinding pelindung khusus yang tangguh menangkal paparan radiasi kosmik berbahaya yang dapat merusak sel tubuh manusia. Oleh karena itu, seluruh insinyur penerbangan harus memastikan tingkat keselamatan peralatan pendukung ini menyentuh angka sempurna.

Sinergi Roket Raksasa SLS Menjelang Peluncuran Proyek Pangkalan Bulan

Pada sisi lain, para teknisi di pusat peluncuran juga terus mempercepat perakitan roket Space Launch System (SLS) terbaru. Mereka mengintegrasikan kapsul antariksa Orion dengan sistem komputer tercanggih guna menyukseskan penerbangan berawak jarak jauh tersebut. Simulasi penerbangan intensif ini bertujuan melatih kesiapan mental tim pengendali misi yang memegang kendali penuh di bumi.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *