Connect with us

Nasional

Mobil Tertemper KRL di Karet Jakpus, KAI Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

Published

on

Kereta api jarak jauh KAI melintas di stasiun dengan lokomotif putih-kuning berlogo KAI dan rangkaian gerbong stainless steel

Semarang (usmnews) – Peristiwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan moda transportasi massal kereta api kembali menggemparkan publik ibukota. Insiden insidental Mobil Tertemper KRL di Karet Jakpus terjadi pada Senin malam, 24 Agustus 2026, di perlintasan sebidang JPL 1 kawasan Karet, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kejadian mengerikan tersebut langsung menjadi sorotan hangat masyarakat setempat serta para pengguna jalan yang tengah melintas di area tersebut. Benturan keras antara rangkaian kereta api listrik dan sebuah kendaraan roda empat ini sempat menimbulkan kepanikan luar biasa di lokasi kejadian karena kekhawatiran akan timbulnya jatuhnya korban jiwa dalam skala besar.

Berdasarkan kronologi kejadian yang dihimpun dari pihak kepolisian dan saksi mata di lokasi, kecelakaan tersebut melibatkan satu unit kendaraan taksi listrik berwarna hijau dengan nomor lambung Green SM dan rangkaian KRL Commuter Line Nomor 5744B yang sedang melayani relasi Manggarai menuju Angke. Saksi di perlintasan menyebutkan bahwa sebelum tabrakan terjadi, palang pintu perlintasan sebidang sebenarnya sudah mulai ditutup dan sinyal peringatan bahaya telah berbunyi. Namun, armada taksi yang melaju dari arah utara menuju selatan di Jalan KH Mas Mansyur diduga terlanjur melewati batas palang pintu saat KRL melaju kencang dari Stasiun Tanah Abang menuju Stasiun Karet.

Akibat jarak yang sudah terlalu dekat, masinis tidak dapat menghentikan laju kereta secara mendadak. Kendaraan taksi tersebut pun langsung tertemper hingga terpental dan berputar beberapa kali di area jalur rel. Benturan hebat ini menyebabkan bagian bodi mobil mengalami kerusakan yang cukup parah, terutama ringsek di sisi samping dan belakang. Warga sekitar yang menyaksikan insiden maut yang nyaris merenggut nyawa tersebut dengan sigap berhamburan ke titik kejadian untuk memberikan pertolongan pertama serta bahu-membahu menyingkirkan bangkai mobil dari lintasan rel agar tidak terhantam kereta lain dari arah berlawanan.

Mobil silver yang mengalami kecelakaan tertabrak kereta commuter line, dikerumuni oleh warga di lokasi kejadian

Penjelasan KAI dan Kepolisian Soal Insiden Mobil Tertemper KRL di Karet Jakpus

Pihak KAI Commuter bersama jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Pusat segera menerjunkan personel ke lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Arry Setyo Utomo, mengonfirmasi kecelakaan tersebut dan menyatakan bahwa terdapat tiga orang yang berada di dalam armada taksi saat peristiwa terjadi, yaitu satu pengemudi dan dua orang penumpang. Seluruh korban yang mengalami cedera luka-luka langsung dievakuasi oleh petugas dan warga ke Rumah Sakit AL Mintohardjo Jakarta guna mendapatkan perawatan medis secara intensif. Polisi mengonfirmasi bahwa tidak ada korban meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas ini.

Sementara itu, Public Relations Manager KAI Commuter, Leza Arlan, menyampaikan dalam keterangan resminya bahwa pihak manajemen memastikan keselamatan para penumpang KRL maupun petugas yang berada di dalam kereta. Leza menegaskan bahwa seluruh kru dan pengguna jasa Commuter Line berada dalam kondisi selamat tanpa luka sedikit pun. Kendati demikian, benturan yang terjadi sempat membuat perjalanan KRL terhenti sejenak untuk memastikan kondisi sarana dan prasarana rel aman dilintasi kembali.

Dampak Keterlambatan Perjalanan KRL Lintas Cikarang dan Loop Line

Meskipun proses evakuasi bangkai mobil di lintasan rel dapat diselesaikan dengan relatif cepat oleh tim gabungan Petugas Keamanan Dalam (PKD) dan warga sekitar, dampak dari kecelakaan tersebut tetap berimbas pada keteraturan jadwal penyeberangan kereta. KAI Commuter mencatat setidaknya terdapat enam perjalanan Commuter Line lintas Cikarang dan Loop Line yang terdampak antrean perjalanan, dengan durasi keterlambatan bervariasi antara 9 hingga 25 menit. Jalur perlintasan sebidang tersebut baru dinyatakan benar-benar steril dan dapat kembali dilalui kereta secara normal pada pukul 21.09 WIB.

Para penumpang sedang mengantri dan menunggu di peron stasiun saat kereta KRL Commuter Line tiba

Adapun enam rangkaian Commuter Line yang mengalami keterlambatan signifikan akibat insiden ini meliputi Commuter Line Nomor 5179B relasi Cikarang menuju Kampung Bandan, Commuter Line Nomor 929B relasi Manggarai menuju Bandara Soekarno-Hatta, serta Commuter Line Nomor 5744B relasi Angke menuju Manggarai. Selain itu, perjalanan Commuter Line Nomor 6070B relasi Kampung Bandan menuju Bekasi, serta dua perjalanan relasi Angke menuju Bekasi yakni Commuter Line Nomor 5170B dan Nomor 5174B juga terpaksa tertahan beberapa saat menantikan sinyal aman dari stasiun transit.

Pihak manajemen KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas ketidaknyamanan yang dialami para pengguna jasa kereta akibat keterlambatan operasional armada ini. KAI juga mengapresiasi kesabaran dan kerja sama para penumpang di stasiun maupun di dalam kereta selama proses sterilisasi penanganan darurat berlangsung di lapangan.

Urgensi Keselamatan di Perlintasan Sebidang Kereta Api

Pembelajaran penting kembali dipetik dari peristiwa Mobil Tertemper KRL di Karet Jakpus ini. Pihak KAI Commuter tak jemu-jemu mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pengguna jalan raya untuk senantiasa meningkatkan kesadaran dan disiplin tinggi saat melintasi lintasan sebidang kereta api. Leza Arlan menegaskan bahwa kendaraan jalan raya wajib hukumnya mendahulukan perjalanan kereta api yang hendak melintas. Ketentuan ini bukan sekadar imbauan moral, melainkan mandat hukum baku yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

Secara teknis, pergerakan kereta api memiliki karakteristik fisik khusus di mana kereta membutuhkan jarak pengereman yang sangat jauh untuk dapat berhenti sempurna. Bobot tonase kereta yang mencapai ratusan ton tidak memungkinkan masinis melakukan pengereman mendadak dalam jarak pendek layaknya sepeda motor atau mobil. Oleh sebab itu, ketika sirine perlintasan sudah berbunyi atau pintu palang mulai bergerak turun, pengemudi kendaraan bermotor wajib menghentikan kendaraannya di belakang garis stop dan menanti hingga rangkaian kereta benar-benar selesai melintas.

Kereta api melintas dekat permukiman padat penduduk dengan warga yang menyaksikan dari dekat

Selain faktor kedisiplinan individu, insiden ini juga menggarisbawahi urgensi pembenahan infrastruktur transportasi di kota-kota besar. Pembangunan fasilitas penyeberangan tidak sebidang seperti jalan layang (flyover) maupun terowongan bawah tanah (underpass) perlu terus diakselerasi di titik-titik rawan macet dan kecelakaan. Pengeliminasian perlintasan sebidang secara bertahap merupakan langkah jangka panjang yang paling ampuh untuk mencegah berulangnya kecelakaan serupa serta menjamin keselamatan jiwa warga negara di jalan raya.

Secret Link