Connect with us

Tech

Menyongsong Era Kendaraan Otonom, Rencana NHTSA Menghapus Syarat Pedal Rem Manual

Published

on

Semarang (usmnews) – Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat (NHTSA) baru-baru ini mengeluarkan sebuah rancangan kebijakan yang berpotensi mengubah lanskap industri otomotif masa depan. Pada Kamis, 25 Juni, NHTSA mengumumkan usulan untuk menghapus kewajiban pemasangan pedal rem manual pada mobil yang sepenuhnya dikendalikan oleh sistem otomatis atau Autonomous Driving System (ADS). Langkah strategis ini dirancang untuk memangkas hambatan birokrasi dan mempercepat adopsi mobil otonom di jalan raya Amerika. Perlu dicatat, kebijakan ini sangat spesifik dan tidak berlaku bagi kendaraan konvensional yang masih membutuhkan campur tangan pengemudi manusia. Bersamaan dengan pengumuman ini, NHTSA juga menarik usulan dari era pemerintahan Biden terkait kerangka kerja nasional evaluasi mobil otonom yang bersifat sukarela. Kebijakan lama tersebut dinilai tidak efektif karena dipandang terlalu mengekang oleh pihak produsen otomotif, namun di sisi lain dianggap terlalu lemah oleh para aktivis keselamatan karena tidak memberi NHTSA kekuatan pengawasan yang cukup. Kebijakan penghapusan syarat pedal rem ini saat ini masih murni berupa proposal dan belum memiliki kekuatan hukum tetap. NHTSA sedang menyusun pedoman keselamatan terpisah untuk skenario berkendara di dunia nyata dan akan tetap menggunakan wewenangnya untuk menyelidiki cacat produk serta melakukan penarikan kembali (recall) jika ditemukan sistem ADS yang tidak aman.

Badan ini membuka masa tenggang bagi publik untuk memberikan masukan hingga 27 Juli 2026 sebelum aturan difinalisasi. Pada akhirnya, pendekatan baru ini diharapkan dapat meruntuhkan batasan desain inovatif, menuntut pertanggungjawaban penuh dari pengembang teknologi, menekan angka kecelakaan di jalan raya, dan meningkatkan aksesibilitas mobilitas bagi masyarakat luas. Keputusan untuk mencabut kontrol rem manual—baik yang dioperasikan dengan kaki maupun tangan—mungkin terdengar berisiko bagi sebagian orang. Namun, NHTSA menegaskan bahwa mereka sama sekali tidak melonggarkan standar keselamatan pengereman. Kendaraan otonom tanpa pedal rem tetap diwajibkan untuk memiliki kemampuan berhenti yang optimal dan harus lolos uji kriteria jarak pengereman yang ketat melalui metode pengujian alternatif.

NHTSA memberikan argumen yang masuk akal: mempertahankan pedal rem pada mobil yang sepenuhnya otonom justru bisa memicu risiko keselamatan baru. Jika pedal rem tetap dipertahankan, ada potensi bahaya di mana penumpang bisa menyalahgunakannya—baik secara sengaja maupun tidak—yang pada akhirnya dapat mengganggu atau membatalkan kerja sistem ADS. Mengingat penumpang bukanlah pengemudi, mereka tidak seharusnya memiliki akses langsung terhadap fungsi kendali mekanis kendaraan. Kendati demikian, produsen tetap diwajibkan menyediakan fitur alternatif agar penumpang dapat memerintahkan mobil untuk berhenti dalam kondisi darurat.

Usulan ini merupakan bagian dari inisiatif yang lebih luas di bawah AV Framework yang digagas oleh Menteri Perhubungan AS, Sean Duffy. Ini adalah pembaruan kelima terhadap Standar Keselamatan Kendaraan Bermotor Federal (FMVSS). Selain pedal rem, NHTSA juga tengah merevisi standar untuk sistem perpindahan gigi transmisi, wiper, defroster kaca depan, serta regulasi plakat ban. Jonathan Morrison, Administrator NHTSA, mengibaratkan momen ini sebagai ambang batas revolusi teknologi kendaraan paling masif sejak era Ford Model T, yang membutuhkan perombakan kerangka regulasi agar AS tetap menjadi pemimpin global.

Memberikan Kepastian bagi Produsen Otomotif
Selama ini, produsen mobil otonom tanpa sistem kendali manusia terjebak dalam proses birokrasi rumit berupa pengajuan petisi pengecualian dengan batas maksimal hanya 2.500 kendaraan per tahun per pabrikan. Beberapa perusahaan besar seperti unit otonom Amazon (Zoox) dan General Motors (GM) tercatat sering keluar-masuk dalam proses pengajuan petisi ini. Jika pembaruan regulasi ini disahkan, pengecualian per kendaraan tersebut kemungkinan besar tidak lagi diperlukan, sehingga produksi dapat diskalakan dengan lebih efisien.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *