Connect with us

Nasional

Luar Biasa! Omzet Galeri UKM Jateng Meningkat, Ini Strategi Adaptasi Pasar

Published

on

Beberapa perempuan sedang duduk mengelilingi meja rapat di ruang kantor

Semarang (usmnews) – Galeri UKM Jateng di Bandara Ahmad Yani membawa kabar yang sangat menggembirakan bagi pergerakan ekonomi dan industri kreatif lokal. Dalam dua tahun terakhir, tercatat adanya peningkatan omzet Galeri UKM Jateng yang sangat signifikan. Seiring dengan capaian yang amat positif tersebut, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah terus memberikan dorongan kuat agar berbagai produk yang ditampilkan semakin relevan dengan kebutuhan dan karakteristik para pengunjung.

Keberhasilan ekonomi ini tentu bukanlah sesuatu yang terjadi secara instan. Data terbaru menunjukkan bahwa peningkatan omzet Galeri UKM Jateng ini menjadi bukti nyata bahwa produk-produk buatan pengrajin lokal semakin diminati oleh khalayak luas. Berdasarkan laporan resmi dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, angka pendapatan dari Galeri UKM Jateng pada tahun 2024 tercatat mencapai sebesar Rp449.192.000 dengan total jumlah pengunjung sebanyak 4.599 orang. Angka yang mengesankan tersebut kemudian melonjak drastis pada tahun 2025 menjadi Rp657.589.000, yang juga diiringi dengan lonjakan jumlah pengunjung hingga mencapai 7.086 orang.

Memasuki paruh pertama tahun 2026, tepatnya selama periode bulan Januari hingga Juni, omzet galeri tersebut telah menembus angka Rp439.073.000 dengan jumlah pengunjung yang tercatat sebanyak 4.503 orang. Mengingat evaluasi ini baru mencakup setengah tahun berjalan, capaian fantastis tersebut diproyeksikan akan terus melambung tinggi hingga akhir tahun 2026 nanti seiring meningkatnya mobilitas penumpang.

Audiensi Diskop Jateng4 1536x1024 1

Luar Biasa, Pentingnya Evaluasi Produk di Galeri UKM Jateng

Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menyambut hangat pencapaian luar biasa ini. Saat melakukan sesi audiensi khusus bersama Dinas Koperasi dan UKM di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jateng pada hari Selasa (18/8/2026), beliau secara khusus mengapresiasi kinerja seluruh pemangku kepentingan.

“Saya sangat mengapresiasi capaian ini. Omzet selama setengah tahun 2026 saja sudah hampir menyamai total pendapatan selama satu tahun penuh di tahun 2024,” ungkap Nawal dengan bangga.

Kendati demikian, di tengah kebanggaan atas pertumbuhan omzet yang pesat, Nawal tetap memberikan catatan kritis agar sistem pengelolaan ke depannya tidak hanya berorientasi murni pada peningkatan volume penjualan sesaat. Setiap entitas bisnis yang masuk harus terus dipantau. Produk yang dipamerkan wajib mengikuti tren, dinamika pasar, serta merespons kebutuhan riil wisatawan modern.

Asesmen Mendalam Pelaku Usaha Galeri UKM Jateng

Guna merealisasikan visi jangka panjang tersebut, pihak Dekranasda menginstruksikan Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah untuk segera mengadakan asesmen komprehensif. Penilaian ini ditujukan bagi setiap jenis usaha yang berminat untuk mengisi ruang pamer Galeri UKM Jateng di Bandara Ahmad Yani. Asesmen ketat ini akan mencakup berbagai kategori produk andalan, mulai dari produk makanan ringan, fesyen, ragam aksesori, hingga bermacam kerajinan tangan bermutu tinggi lainnya.

“Makanan yang paling laris apa, kebutuhan masyarakat saat ini seperti apa, produk fesyen yang harganya terjangkau namun tetap berkualitas itu yang bagaimana. Dari pemahaman pasar itulah kita baru menentukan pelaku UMKM-nya. Kita harus benar-benar tahu karakteristik toko yang mampu memenuhi ekspektasi pengunjung bandara,” jelas Nawal memaparkan strateginya.

Menurutnya, langkah pemetaan pasar ini adalah tahapan paling krusial. Seluruh produk yang ditawarkan harus dipastikan memiliki basis konsumen yang nyata. Pendekatan analitis semacam ini akan memastikan bahwa Galeri UKM Jateng dapat terus menjadi lokomotif ruang pemasaran yang efektif.

Potensi Ekspansi Galeri UKM Jateng Melalui Status Bandara Internasional

Inisiatif penataan ulang ini juga dinilai sangat selaras dengan upaya proaktif dari Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin. Mereka telah sukses memperjuangkan pengembalian status Bandara Ahmad Yani sebagai bandara bertaraf internasional. Status bergengsi ini jelas mendatangkan angin segar, karena peluang emas untuk mengenalkan produk UMKM khas Jawa Tengah ke pasar mancanegara kini terbuka makin lebar.

Nawal menaruh ekspektasi agar kesempatan emas ini ditangkap sebaik-baiknya. Produk yang dipajang harus mampu merepresentasikan kekayaan potensi lokal dari ke-35 kabupaten/kota yang tersebar di wilayah Jawa Tengah.

“Langkah rebranding Galeri UKM Jateng ini juga bisa diselaraskan dengan menampilkan nilai kearifan lokal autentik di Jawa Tengah. Sebagai contoh nyata, kopi berkualitas khas daerah Temanggung bisa diolah menjadi inovasi menu andalan untuk menyuplai berbagai kedai kopi (coffee shop) yang beroperasi di area bandara,” tegas Ketua TP PKK Jawa Tengah tersebut.

Audiensi Diskop Jateng2 2048x1365 1

Proses Rebranding dan Masa Depan Galeri UKM Jateng

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Daya Saing UKM dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, Jani Sugijarti, membenarkan tren positif tersebut. Beliau memaparkan bahwa saat ini mayoritas produk yang laku keras di pasaran dan paling banyak diminati oleh pelancong adalah buah tangan khas Kota Semarang. Beberapa primadona di antaranya meliputi bandeng presto, wingko babat, moaci, lunpia, hingga penganan tahu bakso.

Selain sektor kuliner tradisional, data menunjukkan pengunjung juga gemar mengoleksi produk merchandise. Pernak-pernik seperti gantungan kunci artistik, magnet kulkas ikonik, serta kaos bertema wisata sangat laris manis. Di sektor pakaian, busana siap pakai (ready to wear) bermotif batik yang dibanderol dengan kisaran harga Rp200.000 hingga Rp500.000 menjadi komoditas penyumbang omzet yang sangat menjanjikan.

Lebih jauh, Jani menjelaskan bahwa pertemuan tersebut sekaligus bertujuan untuk membahas sejauh mana progres desain ulang tata ruang. Ke depan, identitas ruang komersial ini akan secara resmi di-rebranding dengan nama baru, yakni UKM Jateng Corner.

Sebagai informasi penting bagi masyarakat luas, terhitung sejak tanggal 21 Juli hingga 15 Agustus 2026, operasional Galeri UKM Jateng di Bandara Ahmad Yani terpaksa ditutup sementara waktu. Penutupan ini murni dilakukan guna memperlancar pengerjaan proyek redesain wajah baru galeri tersebut. Rencananya, proses penataan ulang tata letak produk akan dikebut pada minggu ketiga bulan Agustus, sementara perhelatan peresmian UKM Jateng Corner dijadwalkan akan digelar pada bulan September 2026.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Secret Link