Connect with us

Nasional

Kemensos Salurkan Bantuan Logistik Banjir Tapanuli Tengah Sumatera Utara

Published

on

Semarang (usmnews) – Pemerintah pusat mengambil langkah taktis untuk meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah alam di Sumatra Utara. Pihak Kemensos menyalurkan bantuan logistik secara cepat menuju posko pengungsian di Desa Sipange, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Bencana banjir ini berawal dari guyuran hujan dengan intensitas sangat tinggi sejak akhir pekan lalu. Oleh karena itu, langkah sigap Kemensos menyalurkan bantuan logistik ini bertujuan menjaga pasokan kebutuhan dasar warga tetap aman.

Respons Cepat Kemensos Menyalurkan Bantuan Logistik ke Lokasi Bencana

Banjir Sumatra: Warga meninggal saat rebutan beras bantuan banjir di Tapanuli Tengah - BBC News Indonesia

Pemerintah memobilisasi armada pengangkut dari fasilitas penyimpanan terdekat demi memangkas waktu pengiriman barang darurat. Di samping itu, koordinasi intensif bersama jajaran daerah mempercepat proses bongkar muat di lapangan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan jalur pendistribusian barang santunan untuk para korban terdampak tersebut. “Barang dikirim dari Gudang Sentra Insyaf Medan ke Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Tengah,” ujar Mensos yang akrab dengan sapaan Gus Ipul.

Selanjutnya, petugas menyerahkan ratusan paket makanan serta perlengkapan tidur secara merata kepada kepala keluarga. Dengan demikian, anak-anak dan orang tua mendapatkan jaminan kenyamanan yang layak selama berada di tempat penampungan.

Alokasi Paket Donasi Pemerintah bagi Korban Luapan Sungai Aek Si Laga-laga

Banjir Rendam 7 Desa di Tapanuli Tengah, 2 Orang Meninggal

Pihak kementerian mengirimkan bantuan berupa 350 paket lauk pauk siap saji serta 160 paket keperluan anak. Maka dari itu, stok pangan darurat ini sangat mencukupi kebutuhan ratusan jiwa yang kehilangan tempat tinggal.

Tim penyelamat juga mendistribusikan 200 paket peralatan keluarga, 150 lembar kasur, hingga 200 lembar selimut hangat. Alhasil, pemenuhan sandang dan papan sementara ini mampu meminimalkan risiko gangguan kesehatan bagi para pengungsi.

Pemerintah juga menyediakan 100 lembar tenda gulung beserta 17 unit tenda gulung portabel berukuran besar. Kemudian, fasilitas terpal tebal ini berfungsi sebagai posko medis darurat dan tempat istirahat tambahan warga.

Pendirian Dapur Umum dan Penuntasan Proses Evakuasi Warga Sipange

Pemerintah daerah setempat memberikan dukungan penuh melalui penyediaan fasilitas pengolahan makanan siap santap bagi pengungsi. Di samping itu, petugas mendirikan dapur umum lapangan dengan memanfaatkan ruang aula Gereja HKBP Sipange.

Fasilitas memasak mandiri ini mampu memproduksi sekitar 300 porsi makanan sehat setiap hari. “Upaya yang telah dilakukan adalah evakuasi warga terdampak ke lokasi yang lebih aman dan asesmen menyeluruh di setiap lokasi kejadian untuk mengidentifikasi dampak dan kebutuhan mendesak,” tambah Gus Ipul.

Saat ini, luapan air sungai sudah surut sepenuhnya dari kawasan jalanan dan pekarangan rumah. Akhirnya, warga sekitar mulai bergotong royong membersihkan sisa lumpur tebal yang masuk ke dalam kediaman mereka.