Connect with us

Nasional

Wali Kota Dedy Yon Meninjau Pelaksanaan MPLS Kota Tegal

Published

on

Semarang (usmnews) – Pemerintah Kota Tegal menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pembenahan mutu sistem pendidikan daerah. Langkah nyata ini terlihat saat Wali Kota Tegal Dedy Yon meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di wilayahnya.

Beliau mendatangi Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) UPTD Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) Kota Tegal secara langsung. Oleh karena itu, kehadiran Dedy Yon meninjau pelaksanaan kegiatan orientasi ini bertujuan memotivasi ratusan warga belajar baru.

Dedy Yon Meninjau Pelaksanaan Orientasi dan Dorong Adaptasi Positif Siswa

Wali Kota Tegal Pantau MPLS SKB, Tekankan Sekolah Ramah dan Bebas  Perundungan - Vimanews

Ratusan peserta didik dari Kelompok Bermain hingga Program Kesetaraan Paket A, B, dan C menyambut rombongan dengan sangat meriah. Di samping itu, lembaga pendidikan nonformal ini mengelola total 601 warga belajar pada berbagai kelas program.

Wali Kota menjelaskan bahwa masa orientasi merupakan fase krusial bagi perkembangan psikologis seluruh anak didik baru. “Melalui MPLS ini anak-anak belajar beradaptasi dengan lingkungan sekolah, beradaptasi dengan bapak dan ibu guru, kakak kelas, serta teman-teman seangkatannya. Mereka juga belajar membangun kepribadian, etika, dan sopan santun dalam kehidupan di sekolah,” ujar Dedy Yon.

Selanjutnya, proses pengenalan yang humanis akan membantu siswa mempercepat penyesuaian diri terhadap kurikulum pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan belajar mengajar dapat berjalan optimal sejak hari pertama masuk sekolah.

Larangan Keras Praktik Perundungan di Lingkungan Pendidikan Kota Tegal

Wali Kota Tegal Pantau MPLS, Tegaskan Stop Perundungan di Sekolah

Pemerintah daerah menginstruksikan para guru untuk mengawasi ketat segala aktivitas interaksi antarsiswa selama masa orientasi. Maka dari itu, pihak sekolah harus menutup rapat celah terjadinya tindakan kekerasan fisik maupun verbal.

Wali Kota melarang keras segala bentuk aksi ejekan fisik serta pelecehan verbal di area sekolah. “Saya berharap sekolah ini menjadi sekolah yang ramah dan inklusif. Jangan sampai terjadi bullying, body shaming, ataupun catcalling. Selain itu, kebersihan lingkungan sekolah juga harus selalu dijaga,” tegas Dedy Yon.

Alhasil, penciptaan ruang belajar yang ramah anak ini mampu menumbuhkan karakter siswa yang berakhlak mulia. Langkah preventif tersebut sekaligus meningkatkan rasa aman bagi orang tua yang menitipkan anak mereka.

Kunjungan Lanjutan ke Sekolah Formal SD dan SMP Unggulan Daerah

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, Dewi Umaroh, turut mendampingi seluruh rangkaian kunjungan kerja ini. Kemudian, rombongan pejabat daerah bergerak menuju beberapa sekolah formal untuk memantau situasi lapangan secara komprehensif.

Mereka memantau kondisi fasilitas pembelajaran di SD dan SMP Tunas Hidup Harapan Kita (THHK). Selain itu, peninjauan juga menyasar ruang kelas serta halaman utama milik SMP Negeri 5 Kota Tegal. Akhirnya, evaluasi menyeluruh ini memastikan kesiapan sarana prasarana sekolah dalam menyambut tahun ajaran baru.