Nasional
Kecelakaan Kerja ABK Rembang Tewas Akibat Tali Selambar Kapal Putus

Semarang (usmnews) – Ombak besar menghantam lambung kapal nelayan yang sedang mencari ikan di perairan Kalimantan Selatan. Peristiwa tragis ini memicu duka mendalam bagi warga pesisir utara Jawa Tengah pekan ini. Seorang pemuda asal Kabupaten Rembang mengembuskan napas akhir setelah mengalami musibah saat melaut. Korban mengalami kecelakaan kerja di kapal akibat hantaman besi pengait tali selambar yang putus. Oleh karena itu, nakhoda kapal segera mengarahkan kemudi menuju pelabuhan utama guna menyelamatkan korban. Namun, maut menjemput sang pelaut muda sebelum ia mendapatkan pertolongan medis secara maksimal.

Kronologi Tragedi Kecelakaan Kerja di Kapal Nelayan Rembang
Kepala Satuan Polairud Polres Rembang, AKP Mundhi, mengonfirmasi identitas korban yang bernama Ahmad Saiful Arifin. Korban merupakan salah satu pekerja tangguh dari kapal pencari ikan KM Arif Wijaya Mulya.
“Peristiwa itu berlangsung pada Jumat, 10 Juli 2026 saat proses penarikan jaring,” ujar AKP Mundhi menjelaskan kejadian mematikan tersebut.
Selain itu, nakhoda kapal bernama Moh Teguh Santoso mengoordinasikan belasan anak buah kapal saat kejadian. Ketika proses penarikan jaring berlangsung, korban berdiri sangat dekat dengan posisi gulungan tali selambar. Secara tiba-tiba tali selambar putus lalu besi pengait lepas meluncur deras menghantam kepala bagian kanan korban. Seketika itu juga korban langsung pingsan dan tidak sadarkan diri di atas geladak kapal. Oleh sebab itu, segenap kru kapal segera menghentikan aktivitas penangkapan ikan demi menyelamatkan nyawa rekan mereka.

Upaya Penyelamatan Korban Kecelakaan Kerja ABK Rembang yang Naas
Selanjutnya, nakhoda kapal membawa korban menuju Pusat Kesehatan Masyarakat Pulau Marabatuan untuk mendapatkan pertolongan pertama. Mereka tiba di tempat pelayanan kesehatan tersebut sekitar pukul 16.00 waktu Indonesia tengah. Meskipun begitu, tim medis tidak mampu menyelamatkan nyawa pemuda berumur dua puluh satu tahun itu. Korban meninggal dunia akibat luka robek parah pada bagian kepala serta lebam mata kanan. Kemudian, kapal pembawa jenazah langsung bertolak kembali menuju pangkalan utama Pelabuhan Perikanan Tasikagung Rembang. Perjalanan laut ini memakan waktu beberapa hari hingga akhirnya mereka merapat pada Senin siang. Pihak kepolisian bersiaga penuh menyambut kedatangan kapal guna mengawal proses evakuasi jenazah sang nelayan.
Pemeriksaan Polisi Terkait Kasus Kecelakaan Kerja di Kapal Nelayan
Sementara itu, petugas kesehatan segera memindahkan jenazah menuju RSUD dokter R Soetrasno guna pemeriksaan fisik. Dokter forensik memeriksa seluruh bagian tubuh korban untuk memastikan penyebab utama kematian tragis tersebut. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa korban murni mengalami kecelakaan kerja di kapal tanpa ada tanda-tanda penganiayaan. Sebab itu, polisi langsung menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman selanjutnya. Keluarga korban menerima musibah ini dengan ikhlas dan segera memakamkan jenazah di tempat pemakaman umum. Peristiwa mematikan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh nelayan agar selalu menggunakan alat pelindung diri. Pihak syahbandar mengimbau semua pemilik kapal untuk rutin memeriksa kelayakan tali penarik jaring sebelum berlayar.







