Nasional
Pemadam Terus Berjibaku Mengatasi Kebakaran TPA Jatiwaringin pada Hari Ketujuh

Semarang (usmnews) – Petugas pemadam kebakaran masih berusaha memadamkan kebakaran TPA Jatiwaringin pada hari ketujuh. Selanjutnya, tim gabungan terus berjibaku menaklukkan kobaran api yang melalap gunungan sampah tersebut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tangerang menambah jumlah armada pemadam ke lokasi kejadian. Petugas terus bekerja siang malam demi menghentikan penyebaran api yang sangat masif itu. Oleh karena itu, komandan regu memimpin pasukan agar mematikan titik api secara cepat. Koordinasi lintas instansi terus bergulir demi mempercepat penyelesaian bencana kebakaran sampah ini.

Armada Gabungan Berjibaku Mengatasi Kebakaran TPA Jatiwaringin
Sehubungan musibah kebakaran TPA Jatiwaringin ini, BPBD Kabupaten Tangerang menerjunkan sembilan unit armada. Selain itu, Suku Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangerang juga mengirim armada bantuan tambahan. Kekuatan tim pemadam semakin bertambah besar dalam menghadapi amukan api yang meluas itu. Bahkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengoperasikan dua unit helikopter untuk menyiram air udara. Operasi penanganan bencana kebakaran sampah ini berjalan secara jauh lebih maksimal dari sebelumnya. Akibatnya, armada pemadam dapat menyemprotkan jutaan liter air ke arah pusat titik api. Helikopter pembawa kantong air terus berputar menyiramkan air dari atas awan langit sana.

Petugas Mengalami Kendala Bara Api Gunungan Sampah
Namun, petugas di lapangan mengalami kendala serius dari bara api dalam tumpukan sampah. Kobaran api melalap area seluas lima belas hektar akibat tiupan angin yang kencang. Petugas mengoperasikan beberapa unit alat berat ekskavator untuk mengurai tumpukan gunungan sampah. Dengan demikian, air siraman dari armada pemadam dapat menembus titik api paling dalam. Kepulan asap tebal membumbung tinggi menyelimuti wilayah sekitar tempat pembuangan akhir sampah itu. Pengemudi alat berat harus bekerja secara ekstra hati-hati saat mengurai gunungan sampah.
“Masih dalam penanganan pada hari ketujuh ini, kami masih terus memadamkan,” kata petugas.
“Api merembet dari dalam tumpukan sampah, petugas mengurainya memakai alat berat,” jelasnya lagi.
Kementerian Lingkungan Hidup Memantau Dampak Kobaran Api Jatiwaringin
Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup memantau kualitas udara sekitar lokasi musibah api tersebut. Tim kementerian mengoperasikan dua mobil pemantau serta tiga alat pemantau udara model portabel. Direktur Jenderal Penegakan Hukum KLH Rasio Ridho Sani membeberkan hasil pemantauan udara tersebut. Penurunan konsentrasi partikel polutan ukuran 2,5 mikrometer mulai terjadi pada hari kelima pemadaman. Petugas pemantau terus mencatat angka indeks pencemaran udara setiap jam secara sangat berkala. Oleh sebab itu, pemerintah dapat mengambil langkah mitigasi lanjutan saat kondisi udara memburuk.
“Ya kami terus memantau kualitas udara di sekitar lokasi bencana ini,” kata Rasio.
“Sejak hari kedua hingga hari kelima, terjadi penurunan konsentrasi partikel PM 2,5,” jelasnya.
Pemerintah Mengimbau Warga Memakai Masker Pelindung Pernapasan
Meskipun demikian, kualitas udara pada beberapa titik masih berada pada level kurang sehat. Pemerintah meminta seluruh masyarakat agar tidak mendekati area pusat kobaran api berbahaya tersebut. Warga harus memakai masker pelindung saat mereka menjalankan aktivitas rutin di luar rumah. Masyarakat dapat melindungi kesehatan saluran pernapasan dari paparan asap berbahaya pencemar udara itu. Penanganan dampak lingkungan berjalan seiring dengan upaya pemadaman api oleh tim gabungan pemadam. Kerja sama dari semua pihak sangat penting demi mengatasi bencana kebakaran sampah ini. Dinas kesehatan setempat bersiap melayani warga yang mengalami gangguan saluran pernapasan secara akut. Kedisiplinan warga memakai masker menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan tubuh mereka semua.







