Sports
Kartu Merah dan Aksi Gemilang Kiper Warnai Duel Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026

Semarang (usmnews) – Pertandingan Duel Belgia vs Iran pada laga kedua Grup G Piala Dunia 2026 berakhir dengan skor kacamata 0-0. Pertemuan kedua tim berlangsung di Stadion Los Angeles, Amerika Serikat, pada Senin dini hari WIB. Timnas Belgia sebenarnya mampu menguasai jalannya pertandingan dengan sangat baik sejak awal babak pertama hingga pertengahan babak kedua. Namun, situasi di lapangan berubah total tatkala skuad Setan Merah harus bermain dengan sepuluh orang pemain saja. Nathan Ngoy menerima kartu merah langsung dari wasit setelah melakukan pelanggaran fatal kepada penyerang lawan, Mehdi Taremi.
Belgia yang sempat tampil sangat dominan justru berbalik mendapat tekanan bertubi-tubi dari kubu Iran. Skuad asal Asia tersebut beberapa kali mengancam gawang Thibaut Courtois melalui skema serangan balik cepat. Di sisi lain, kiper Timnas Iran yang bernama Alireza Beiranvand juga tampil luar biasa pada laga ini. Dia sukses menggagalkan peluang emas para pemain Eropa melalui sejumlah penyelamatan penting. Dengan hasil imbang ini, Iran sementara berada di puncak klasemen Grup G dengan koleksi dua poin, kemudian Belgia membuntuti di posisi kedua dengan torehan poin yang sama.

Dominasi Tanpa Gol Skuad Setan Merah dalam Duel Belgia vs Iran
Belgia langsung tancap gas menyerang sejak wasit Dario Herrerra meniupkan peluit tanda pertandingan dimulai. Mereka terus mengepung pertahanan rapat Iran pada sepuluh menit pertama dengan penguasaan bola mencapai 77 persen. Meskipun tertekan, Iran sempat mengejutkan publik dan unggul 1-0 pada menit ke-25 melalui sontekan Mehdi Taremi. Penyerang andalan tersebut berhasil melewati Thibaut Courtois setelah memanfaatkan umpan matang dari Hajsafi.
Namun, kegembiraan para pemain Iran tidak bertahan lama karena wasit menganulir gol tersebut melalui peninjauan VAR. Teknologi kamera membuktikan bahwa Taremi sudah berada dalam posisi offside selebar bahu saat menerima operan. Selanjutnya, Youri Tielemans dan Kevin De Bruyne menjadi dua sosok yang paling sering mengatur aliran bola serta memimpin serangan Belgia. Walaupun demikian, tidak ada gol yang tercipta hingga babak pertama berakhir sehingga skor 0-0 menjadi hasil sementara.

Petaka Kartu Merah Mengubah Alur Pertandingan Babak Kedua
Memasuki paruh kedua, duel Belgia vs Iran kembali berjalan dengan tensi yang tinggi sejak awal laga. Belgia langsung memberikan tekanan nyata pada lini pertahanan lawan melalui pergerakan lincah dari Kevin De Bruyne. Merasa ada masalah di sektor juru gedor, pelatih Rudi Garcia melakukan sejumlah perubahan strategi yang cukup berani. Dia memasukkan beberapa tenaga baru seperti Dodi Lukebakio hingga Hans Vanaken untuk menambah daya gedor.
Sayangnya, petaka besar bagi Belgia datang pada menit ke-66 saat bek mereka, Nathan Ngoy, harus keluar lapangan lebih cepat. Wasit mengganjar Ngoy dengan kartu merah usai sang pemain melakukan pelanggaran keras terhadap Mehdi Taremi. Kejadian ini bermula dari blunder lini belakang yang membuat bola berhasil direbut oleh Taremi. Akibatnya, Ngoy terpaksa menjatuhkan striker Iran tersebut karena sudah berhadapan langsung dengan kiper. Setelah momen itu, Alireza Beiranvand terus membuktikan kualitasnya di bawah mistar gawang Iran. Menurut data statistik, Beiranvand melakukan tujuh kali penyelamatan krusial sepanjang pertandingan demi mengamankan skor imbang dalam duel Belgia vs Iran ini.







