Connect with us

Nasional

Karhutla Dekat Sekolah di Hulu Sungai Utara Berhasil Padam

Published

on

Semarang (usmnews) – Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara berhasil mengendalikan amukan si jago merah yang mengancam area pendidikan. Kebakaran lahan tersebut membesar di perbatasan Desa Mawarsari dan Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah. Kobaran api membakar kawasan gambut dan terus merambat mendekati pemukiman warga setempat. Bahkan, hembusan angin kencang mendorong si jago merah hingga melalap area yang sangat dekat dengan bangunan sekolah. Peristiwa karhutla dekat sekolah di Hulu Sungai Utara ini memicu kepanikan warga karena ancaman asap pekat. Tim Reaksi Cepat langsung bergerak menuju lokasi bencana untuk memadamkan kobaran api yang kian membesar. Petugas menghadapi tantangan medan yang sangat ekstrem saat berupaya menjangkau titik kebakaran tersebut.

Perjuangan Memadamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Hulu Sungai Utara

Petugas harus melintasi titian kayu yang sangat sempit dan licin demi mencapai pusat kebakaran. Oleh karena itu, armada pemadam berukuran besar tidak mampu menerobos jalur darat menuju lokasi peristiwa. Petugas akhirnya mengerahkan armada sepeda motor untuk mengangkut mesin pompa serta peralatan pemadam kebakaran. Ketiadaan sumber air bersih di sekitar lokasi semakin mempersulit perjuangan para petugas lapangan. Akibatnya, tim pemadam terpaksa memanfaatkan air lumpur dari sisa cekungan rawa yang mengering. Petugas juga memakai ranting pohon untuk memukul kobaran api yang terus menjalar. Para petugas tetap bertahan di garis depan saat menghirup asap pekat di lapangan.

Kepala BPBD Hulu Sungai Utara Syamrani menjelaskan bahwa perjuangan personelnya membutuhkan pengorbanan yang sangat besar. “Api berkobar membakar lahan hampir 12 jam lamanya dan sudah mendekati pemukiman termasuk sekolah,” kata Syamrani. Selain itu, beliau menegaskan keberadaan kendala akses transportasi menuju lokasi kejadian bencana tersebut. “Mengingat akses jalan hanya memuat kendaraan roda dua, kami memaksimalkan sepeda motor untuk membawa peralatan,” ujar Syamrani. Petugas berpacu dengan waktu agar si jago merah tidak melalap bangunan fasilitas umum. “Petugas menerobos asap pekat untuk memadamkan api yang berjarak hanya beberapa meter dari bangunan sekolah,” ungkap Syamrani.

Penanganan Kebakaran Lahan di Amuntai Tengah dan Sanksi Hukum

Kerja keras tim pemadam bersama warga lokal selama 12 jam nonstop akhirnya membuahkan hasil manis. Petugas berhasil mengisolasi titik api sehingga bangunan sekolah terhindar dari ancaman kebakaran besar. Bencana karhutla dekat sekolah di Hulu Sungai Utara ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil bangunan. Namun, dampak asap pekat sempat mengganggu aktivitas keseharian warga di kawasan perbatasan desa tersebut. Pihak berwenang terus memantau area rawa rawan terbakar untuk mencegah kemunculan titik api baru. Musim kemarau panjang memicu kekeringan parah pada lahan rawa yang sangat mudah terbakar.

Syamrani memberikan imbauan tegas kepada seluruh warga masyarakat agar tidak memicu kebakaran baru. Beliau meminta masyarakat tidak membersihkan atau membuka lahan baru dengan cara membakar rumput kering. “Pembakaran lahan berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan serta merupakan pelanggaran hukum dengan sanksi pidana berat,” kata Syamrani. Oleh karena itu, sinergi antara petugas dan warga menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Dengan demikian, kewaspadaan bersama dapat mencegah bahaya kebakaran lahan rawa pada musim kemarau mendatang.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Secret Link