Connect with us

Tech

Industri Gawai Global Lesu, Penjualan Ponsel Pintar Turun Sembilan Pekan Beruntun, Hanya Apple dan Huawei yang Mampu Bertahan

Published

on

Semarang (usmnews) dikutip dari kompas.com Kondisi pasar ponsel pintar (smartphone) di tingkat global dilaporkan masih belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang signifikan hingga pertengahan tahun ini. Berdasarkan laporan data terbaru yang dirilis oleh firma riset pasar terkemuka, Counterpoint Research, industri gawai dunia tercatat mengalami kelesuan yang cukup panjang. Pada pekan ke-20 tahun 2026, atau tepatnya pada periode pelaporan tanggal 10 hingga (16/05/2026), angka total penjualan ponsel pintar secara global mengalami kemerosotan sebesar 8 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year/YoY). Penurunan ini menjadi catatan merah tersendiri karena menandai tren penyusutan pasar yang terjadi selama sembilan minggu secara berturut-turut.

​Faktor Utama Penyebab Melemahnya Pasar

​Analis dari Counterpoint Research mengungkapkan bahwa daya beli serta permintaan dari sisi konsumen yang masih sangat lemah menjadi faktor fundamental yang menekan laju pertumbuhan industri ini. Situasi tersebut tidak lepas dari kondisi makroekonomi global yang dinilai belum sepenuhnya pulih. Hambatan ekonomi ini kemudian diperparah oleh adanya lonjakan biaya produksi pada komponen-komponen penting smartphone.

​Akibat dari kombinasi berbagai tekanan ekonomi tersebut, masyarakat atau konsumen di berbagai belahan dunia saat ini cenderung bersikap lebih pragmatis. Mereka memilih untuk menahan diri dan menunda keputusan untuk memperbarui atau membeli perangkat gawai baru. Fenomena kelesuan pasar ini tetap terjadi meskipun di beberapa wilayah pasar utama, seperti India dan China, sempat diselenggarakan berbagai program promosi besar-besaran untuk menstimulasi penjualan sepanjang periode tersebut.

​Apple dan Huawei Menjadi Pengecualian di Tengah Krisis

​Meskipun sebagian besar produsen gawai mengalami masa-masa sulit akibat penurunan minat pasar, laporan Counterpoint mencatat adanya anomali yang menarik. Di tengah badai penurunan performa industri, hanya ada dua merek besar yang justru berhasil mencatatkan rapor hijau dan terus tumbuh positif, yaitu Apple dan Huawei.

  • Apple: Raksasa teknologi asal Amerika Serikat ini membuktikan kekuatan basis konsumen setianya. Penjualan lini perangkat iPhone tercatat mengalami kenaikan yang impresif sebesar 10 persen dibandingkan dengan periode pekan ke-20 pada tahun lalu.
  • Huawei: Vendor teknologi asal China ini menorehkan prestasi yang jauh lebih mengejutkan. Huawei berhasil mencatatkan lonjakan pertumbuhan penjualan yang sangat agresif, yakni mencapai angka 23 persen secara tahunan (year-on-year).

​Pencapaian luar biasa dari Apple dan Huawei ini berada jauh di atas performa sebagian besar kompetitor mereka yang mengadopsi sistem operasi Android. Pasalnya, banyak vendor Android lain yang terpaksa harus menerima kenyataan pahit berupa penurunan angka penjualan yang menyentuh digit ganda (di atas 10 persen) pada periode yang sama.

​Posisi Samsung dan Peta Persaingan Global

​Di sisi lain, produsen teknologi asal Korea Selatan, Samsung, dinilai masih mampu menunjukkan performa yang cukup stabil di tengah situasi pasar yang sedang tidak menentu ini. Walaupun tidak mengalami lonjakan pertumbuhan yang masif seperti Huawei atau Apple, Samsung dianggap sukses dalam mengeksekusi strategi manajemen rantai pasok komponen mereka. Kedisiplinan dalam menjaga keseimbangan pasokan serta ketepatan dalam menjalankan strategi pemasaran produk membuat Samsung tetap kokoh mempertahankan eksistensinya dan tidak terperosok terlalu dalam ke jurang penurunan.

​Kondisi dinamika pasar pada pekan ke-20 tahun 2026 ini secara tidak langsung menegaskan kembali peta persaingan enam besar vendor ponsel pintar di panggung dunia. Di mana loyalitas merek ekosistem premium (seperti Apple) dan kebangkitan kembali inovasi lokal (seperti Huawei di China) menjadi jangkar kuat yang mampu menahan gempuran krisis ekonomi, sementara segmen pasar kelas menengah ke bawah yang dihuni banyak vendor Android lainnya masih harus berjuang keras menghadapi keengganan konsumen untuk berbelanja.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *