Business
Harga Minyak Dunia Melemah Buntut Perundingan Amerika Serikat dan Iran

Semarang (usmnews) – Perdagangan pasar komoditas mencatat harga minyak dunia melemah pada hari Rabu waktu setempat. Penurunan ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran menyelesaikan putaran perundingan tidak langsung. Pertemuan diplomatik yang penting tersebut berlangsung di ibu kota Doha, wilayah negara Qatar. Oleh karena itu, pasar menilai negosiasi ini membuka peluang meredanya ketegangan geopolitik yang memanas. Sebelumnya, konflik kedua negara ini memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi dari kawasan Timur Tengah. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat turun tajam sebesar 1,15 persen. Selanjutnya, angka tersebut membawa nilai minyak WTI turun menjadi 67,79 dollar AS per barrel.
Faktor Utama yang Membuat Tarif Minyak Dunia Turun
Selain itu, minyak mentah acuan Brent juga ikut merosot ke angka 70,96 dollar. Fenomena harga minyak dunia melemah turut mendapat pengaruh dari pernyataan resmi Donald Trump. Presiden Amerika Serikat tersebut menilai pembicaraan dengan pihak Iran menunjukkan sebuah perkembangan yang positif.

“Proses denuklirisasi Iran berjalan dengan baik,” kata Donald Trump kepada awak media setempat. “Mereka telah mengadakan pertemuan yang sangat baik dan kita lihat bagaimana hasilnya nanti,” imbuhnya. Oleh sebab itu, pasar komoditas global langsung merespons sentimen positif tersebut secara sangat cepat. Delegasi Amerika Serikat pimpinan Steve Witkoff menggunakan jasa mediator Qatar tanpa bertatap muka langsung.
Meredanya Ketegangan Geopolitik Bikin Harga Minyak Mentah Anjlok
Meskipun demikian, ketegangan antara kedua negara sempat memanas tajam pada akhir pekan lalu. Eskalasi konflik militer tersebut nyaris mengancam keberlangsungan kesepakatan gencatan senjata selama total 60 hari. Militer Iran sempat menyerang dua kapal komersial yang sedang berlayar melintasi perairan di kawasan tersebut.
Kemudian, Amerika Serikat membalas tindakan tersebut melalui serangan ke sejumlah sasaran di wilayah negara Iran. Namun, pelaku pasar kini mulai memperhitungkan kemungkinan meredanya ketegangan militer secara lebih luas lagi. Harapan perdamaian sukses mengurangi rasa takut investor terhadap ancaman gangguan pasokan dari wilayah Timur Tengah.

Kawasan Timur Tengah selalu menjadi sumber utama produksi bahan bakar bagi seluruh negara di dunia. Dengan demikian, meredanya risiko keamanan sukses menekan angka jual komoditas energi di pasar internasional. Sebagai tambahan, para investor masih akan mencermati jalannya pembicaraan antara perwakilan Washington dan pemerintah Teheran. Hasil negosiasi ini pasti memengaruhi arah pergerakan pasar global pada beberapa bulan mendatang. Selanjutnya, stabilitas pasokan energi dunia juga sangat bergantung pada situasi keamanan di Semenanjung Arab.







