Anak-anak
Langkah Nyata Sekolah Paket SKB 03 Cilincing Atasi Anak Putus Sekolah

Semarang (usmnews) – Pemerintah Provinsi Jakarta terus memperluas akses pendidikan bagi anak-anak kawasan pesisir. Mereka menghadirkan sekolah paket SKB 03 Cilincing sebagai solusi pendidikan alternatif yang berkualitas. Gedung berlantai dua berwarna merah ini berdiri tegak dekat pesisir Jakarta Utara. Lembaga pendidikan nonformal negeri tersebut berhasil menampung ratusan siswa dari berbagai latar belakang.
Mengatasi Angka Putus Sekolah Lewat SKB 03 Cilincing

Selanjutnya, Suku Dinas Pendidikan Jakarta Utara mencatat sekitar 22.000 anak tidak sekolah. Mereka terus memverifikasi data tersebut melalui kerja sama dengan pihak kelurahan. Dari proses verifikasi sementara, petugas menemukan sekitar 7.000 anak benar-benar putus sekolah. Meliyati selaku Kepala Seksi PAUD dan PMPK Jakarta Utara memaparkan penyebab utama masalah ini. “Selain itu, ada faktor hamil di luar nikah, hingga kondisi orangtua yang sering berpindah-pindah,” jelas Meliyati. Akibatnya, banyak anak memilih berhenti mengakses pendidikan di sekolah formal.
Peran Sekolah Paket SKB 03 Cilincing Memberi Harapan Baru
Kehadiran sekolah paket SKB 03 Cilincing tentu memberi harapan baru bagi masyarakat pesisir. Kepala Sekolah Susarah Lobo membimbing sekitar 187 murid dari tiga jenjang pendidikan. Para siswa mengejar paket A, paket B, dan juga paket C. Selain itu, sepuluh siswa di antaranya merupakan anak dengan kebutuhan khusus. Banyak murid pindah ke lembaga ini setelah mengalami perundungan di sekolah formal. Bahkan, ada siswa dewasa berusia 51 tahun yang semangat melanjutkan pendidikannya.
Keterampilan Kerja Unggulan Siswa Sekolah Paket Negeri
Lembaga pendidikan ini tidak sekadar membagikan ijazah kepada para peserta didik. Mereka juga membekali seluruh siswa dengan berbagai keterampilan kerja yang sangat berguna. Para guru melatih keterampilan tata boga, otomotif, komputer, dan juga kewirausahaan. Oleh karena itu, lulusan sekolah ini memiliki modal kuat untuk bekerja. “Salah satu nilai jual kami adalah lulusan SKB minimal akan memiliki dua sertifikat keterampilan dari BNSP,” ungkap Susarah. Dengan demikian, siswa siap bersaing di dunia kerja setelah lulus nanti.
Minat Masyarakat Terhadap SKB 03 Cilincing Semakin Meningkat

Minat masyarakat untuk bersekolah di tempat ini justru meningkat setiap tahun. Susarah menegaskan bahwa program sekolah gratis ini sangat membantu warga kurang mampu. “Alhamdulillah, setiap tahun selalu meningkat karena sekolah ini gratis,” tutur Susarah. Selanjutnya, pihak sekolah rutin melakukan kunjungan ke rumah atau home visit. Langkah ini bertujuan mengajak anak-anak putus sekolah agar mau belajar kembali. Akibatnya, jumlah pendaftar selalu melampaui kuota satu rombongan belajar setiap tahunnya.
Kebutuhan Guru Tetap Untuk Pendidikan Nonformal SKB 03 Cilincing
Sayangnya, sekolah nonformal ini baru memiliki lima pengajar untuk 187 siswa. Oleh karena itu, Susarah sangat mengharapkan tambahan tenaga pengajar tetap tahun ini. “Anak-anak kami membutuhkan perhatian yang lebih mendalam,” jelas Susarah dengan penuh harap. Meskipun demikian, Suku Dinas Pendidikan rutin mengirim guru bantuan dari sekolah formal. Bantuan tenaga pengajar tersebut berhasil mengurangi beban kerja para guru sekolah paket. Akhirnya, proses belajar mengajar tetap berlangsung secara optimal bagi seluruh peserta didik.






