Sports
Ganda Campuran Indonesia Gugur di Japan Open 2026 Setelah Amri/Nita Tumbang

Semarang (usmnews) – Langkah pebulu tangkis ganda campuran Indonesia resmi berakhir sangat cepat pada turnamen Japan Open 2026. Satu-satunya wakil Merah Putih langsung menelan kekalahan pahit pada babak pertama turnamen bergengsi ini. Pasangan Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah gagal membendung ketangguhan lawan mereka dari Prancis. Alhasil, Ganda Campuran Indonesia Gugur di Japan Open 2026 tanpa menyisakan satu pun wakil lain.
Pertandingan perdana Amri dan Nita berlangsung sangat sengit di Tokyo Metropolitan Gymnasium hari Rabu. Namun, mereka menyerah dua gim langsung dari unggulan keenam Thom Gicquel dan Delphine Delrue. Skor ketat 18-21 dan 21-23 mengakhiri perjuangan keras wakil Indonesia pada laga itu. Padahal, pasangan Indonesia ini sempat memimpin perolehan angka pada awal hingga pertengahan laga. Sayangnya, mereka gagal mempertahankan momentum keunggulan saat memasuki fase krusial di akhir gim. Oleh karena itu, lawan berhasil merebut poin menang berkat fokus tenang mereka dalam mengelola poin kritis.
Seusai pertandingan, Amri Syahnawi mengungkapkan kendala utama yang menyebabkan kegagalan mereka memenangi laga sengit itu. Maka dari itu, Amri menyebutkan bahwa faktor kesulitan utama justru berasal dari dalam diri sendiri. Oleh sebab itu, Amri menguraikan celah taktis yang membuat mereka akhirnya harus menyerah kalah.

“Hari ini kendala itu ada pada diri kami sendiri,” kata Amri dengan nada kecewa. “Sebenarnya permainan berjalan cukup imbang dan kami sempat beberapa kali unggul memimpin perolehan skor. Hanya saja kami kalah dalam mengelola poin-poin akhir, baik dari sisi taktik maupun strategi.”
Penyebab Ganda Campuran Indonesia Gugur di Japan Open 2026
Selain Amri, rekan duetnya Nita Violina Marwah juga menyoroti masalah fokus pada akhir gim. Dia mengakui bahwa fokus tenang mental menjadi faktor pembeda utama yang menentukan hasil akhir dari laga. Bahkan, Nita menilai kesalahan sendiri sering menjadi bumerang yang menguntungkan bagi pasangan lawan Prancis.
“Kami kurang tenang pada poin-poin akhir sehingga lawan bisa mendikte jalannya pertandingan,” ungkap Nita.
Di samping itu, lawan juga sengit mengulur waktu demi mengacaukan konsentrasi bermain kami.
“Mereka sering meminta jeda dan mengganti shuttlecock yang sebenarnya masih memiliki kondisi sangat bagus.”
Taktik provokasi dari pasangan Prancis itu akhirnya sukses mengganggu ritme permainan kami di lapangan. Meskipun begitu, Nita menganggap kegagalan menyakitkan ini sebagai sebuah pelajaran berharga untuk masa depan.
“Ini jadi pelajaran agar kami bisa menjaga emosi dan tetap fokus menghadapi situasi serupa.”
Badai Cedera Memastikan

Sementara itu, pencinta bulu tangkis tanah air sangat menyayangkan nasib buruk sektor ganda campuran. Sebab, PBSI sebenarnya sempat mendaftarkan lima pasangan paling bagus untuk memperebutkan gelar juara turnamen ini. Namun, badai cedera serta kendala persiapan akhirnya memaksa mayoritas wakil andalan menarik diri. Jafar Hidayatullah dan Felisha Alberta akhirnya batal bertolak menuju Jepang akibat cedera pergelangan kaki. Cedera parah itu menimpa Felisha saat dia menjalani sesi latihan keras menjelang jadwal terbang tim Indonesia.
Selain itu, tim pelatih juga membatalkan partisipasi pasangan muda Adnan Maulana dan Indah Jamil. Tim pelatih menilai kondisi fisik serta mental mereka belum mampu mencapai standar yang optimal. Dengan demikian, Amri dan Nita harus memikul beban sendirian sebagai tumpuan harapan pamungkas Indonesia. Kekalahan mereka akhirnya melengkapi fakta pahit bahwa Ganda Campuran Indonesia Gugur di Japan Open 2026.







