Connect with us

Lifestyle

Bahaya Konsumsi Berlebih, Susu Kental Manis Bukanlah Pengganti Susu

Published

on

​Semarang (usmnews) – Badan Pengawas Obat dan Makanan mengeluarkan peringatan penting bagi seluruh masyarakat Indonesia. Lembaga tersebut mengingatkan masyarakat agar berhati hati saat mengonsumsi produk kental manis harian. Ahli Gizi Universitas Airlangga, Mahmud Aditya Rifqi, juga menanggapi informasi kesehatan tersebut. Mahmud menegaskan bahwa susu kental manis bukan pengganti susu sapi murni segar. Masyarakat sebaiknya hanya menjadikan produk ini sebagai pelengkap sajian makanan atau minuman. Produsen memang merancang cairan kental tersebut untuk menambah cita rasa manis hidangan. Oleh karena itu, pakar melarang masyarakat menyeduh produk ini sebagai minuman gizi tunggal.

Susu Kental Manis Tidak Layak Menjadi Pengganti Susu

​Mahmud menjelaskan proses pembuatan produk cairan kental manis tersebut secara sangat rinci. Pabrik menghilangkan sebagian besar air dari campuran bahan cair dan gula murni. Akibatnya, produk ini memiliki tingkat kekentalan tertentu yang mengandung kadar gula tinggi. Beberapa merek bahkan memiliki kadar gula mencapai angka lebih dari lima puluh persen. Gula tersebut berfungsi sebagai pemanis sekaligus pengawet untuk mencegah kerusakan produk tersebut. Mahmud memberikan contoh nyata mengenai kandungan gula dalam satu sachet kemasan kecil harian. “Satu takaran saji seberat 37 gram mengandung sekitar 19 gram gula murni,” ujar Mahmud.

​​Bahaya Konsumsi Gula Berlebih Artinya, gula mendominasi lebih dari separuh komposisi dalam satu sachet produk tersebut. Sementara itu, pakar kesehatan merekomendasikan batas konsumsi gula orang dewasa maksimal 50 gram. Khusus untuk anak-anak, batas konsumsi harian hanya berkisar 30 hingga 35 gram. Orang dewasa yang meminum satu takaran saji langsung memenuhi 38 persen batas harian. Selain itu, satu sachet sudah memenuhi separuh lebih rekomendasi harian gula anak-anak. “Kita tidak bisa menjadikan SKM sebagai susu pertumbuhan bagi anak,” kata Mahmud. Oleh sebab itu, orang tua wajib memperhatikan asupan gula harian anggota keluarga.

​Ancaman Kesehatan Akibat Mengonsumsi SKM Sebagai Pengganti Susu Segar

​Mahmud mengingatkan masyarakat tentang bahaya mengonsumsi cairan kental manis secara berlebihan setiap hari. Kebiasaan buruk ini pasti menimbulkan berbagai macam masalah kesehatan pada tubuh manusia. Beberapa risiko kesehatan tersebut meliputi kelebihan berat badan, obesitas parah, serta kerusakan gigi. Konsumsi gula berlebih juga langsung memicu penyakit degeneratif seperti masalah diabetes melitus. Masyarakat juga berisiko tinggi mengalami penyakit jantung ketika mereka mengabaikan batasan asupan gula. Karena itu, ahli gizi meminta konsumen selalu membaca komposisi produk sebelum berbelanja daring. Konsumen wajib bertindak bijak setiap kali mereka memilih produk pangan harian keluarga.

​Cara Tepat Menikmati Cairan Manis Pengganti Susu

​Konsumen tetap boleh menikmati produk manis tersebut sebagai pelengkap hidangan makanan sehari-hari. Namun, ahli gizi menegaskan kembali aturan pakai cairan kental tersebut bagi seluruh masyarakat. Mahmud menyarankan masyarakat menggunakan produk ini sebagai topping makanan maupun minuman pendamping saja. Masyarakat sama sekali tidak boleh menjadikan produk ini sebagai sumber gizi utama keluarga. Orang tua juga sama sekali tidak boleh memberikan produk kental ini kepada para bayi. Penelitian medis menunjukkan cairan manis ini tidak mampu menggantikan peran air susu ibu. Kesimpulannya, masyarakat wajib selalu memahami fakta bahwa susu kental manis bukan pengganti susu.

​​Memilih Makanan Bergizi Seimbang Pengganti Susu Kental Manis, Mahmud menambahkan bahwa produk ini memang masih mengandung beberapa vitamin dan mineral penting. Kandungan gizi pelengkap tersebut memang berguna bagi tubuh manusia dalam porsi sangat kecil. Akan tetapi, kehadiran nutrisi tambahan tersebut tidak mengubah fungsi utama produk kental ini. Masyarakat tetap perlu mengonsumsi berbagai macam makanan bergizi seimbang secara rutin setiap hari. Konsumen yang mencari sumber protein tinggi harus selalu memilih minuman susu sapi segar. “Sebagai konsumen, kita perlu arif dalam memilih dan memilah produk,” tutur Mahmud menyarankan. Dengan demikian, masyarakat mampu menjaga kesehatan tubuh keluarga secara jauh lebih optimal.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *