Business
Analisis Lonjakan Harga Pangan, Harga Cabai Rawit Merah Kian Pedas Menembus Rp91.650 per Kilogram

Semarang (usmnews) Pergerakan harga berbagai komoditas pangan pokok di tingkat nasional kembali menunjukkan tren fluktuasi yang signifikan, dengan mayoritas komoditas mengalami kenaikan harga yang cukup tajam. Berdasarkan data terbaru yang dihimpun secara berkala oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada Senin, 29 Juni 2026, lonjakan harga yang paling mencolok dan menjadi perhatian utama masyarakat terjadi pada sektor hortikultura, khususnya komoditas cabai rawit merah yang harganya kini semakin melambung tinggi di pasaran.
Secara rata-rata nasional, harga eceran untuk komoditas cabai rawit merah tercatat mengalami kenaikan sebesar Rp1.230 atau setara dengan 1,36 persen jika dibandingkan dengan hari sebelumnya, sehingga harganya kini menyentuh angka Rp91.650 per kilogram. Tidak hanya cabai rawit merah, tren kenaikan juga diikuti oleh komoditas cabai merah keriting yang merangkak naik sebesar Rp130 atau 0,23 persen, sehingga memaksa konsumen menebusnya dengan harga rata-rata Rp55.770 per kilogram.
Pergerakan Harga Komoditas Pangan Pokok Lainnya

Selain lini perbumbuan dan cabai, beberapa bahan pangan strategis lainnya juga ikut mengalami penyesuaian harga ke atas. Berikut adalah rincian pergerakan harga komoditas pangan pokok di tingkat pedagang eceran berdasarkan data nasional:
Beras Premium dan Medium: Bahan pangan pokok utama masyarakat Indonesia, yaitu beras premium, mengalami kenaikan tipis sebesar Rp50 (0,32 persen) menjadi Rp15.480 per kilogram. Sejalan dengan itu, beras jenis medium juga merangkak naik sebesar Rp60 (0,44 persen) menjadi Rp13.560 per kilogram. Sementara itu, beras yang didistribusikan melalui program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) oleh Bulog relatif stabil di angka Rp12.590 per kilogram.

Bawang Merah dan Bawang Putih: Sektor perbumbuan lainnya juga kompak mengalami kenaikan. Harga bawang merah naik sebesar Rp320 (0,84 persen) menjadi Rp38.640 per kilogram. Sementara itu, komoditas bawang putih bonggol juga mengalami lonjakan sebesar Rp390 (0,93 persen) sehingga kini dibanderol seharga Rp42.360 per kilogram.
Sumber Protein Hewani: Kenaikan harga juga merembet pada sektor peternakan. Harga daging ayam ras tercatat naik sebesar Rp240 (0,66 persen) menjadi Rp36.360 per kilogram. Tren yang sama terjadi pada komoditas telur ayam ras yang naik Rp260 (0,87 persen) menjadi Rp30.150 per kilogram. Di sisi lain, harga daging sapi murni justru menunjukkan pergerakan yang bertolak belakang dengan mengalami penurunan sebesar Rp310 (0,23 persen) menjadi Rp134.820 per kilogram.

Minyak Goreng dan Gula Konsumsi: Komoditas gula konsumsi terpantau naik sebesar Rp40 (0,22 persen) menjadi Rp18.250 per kilogram. Untuk minyak goreng, jenis kemasan sederhana mengalami kenaikan sebesar Rp110 (0,61 persen) menjadi Rp18.010 per liter, sedangkan minyak goreng curah merangkak naik sebesar Rp70 (0,43 persen) menjadi Rp16.320 per liter.
Komoditas yang Mengalami Penurunan Harga
Meskipun sebagian besar bahan pangan mengalami lonjakan, data Bapanas juga mencatat adanya beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga di awal pekan ini. Komoditas tepung terigu curah terpantau turun tipis sebesar Rp20 (0,20 persen) menjadi Rp10.110 per kilogram.
Penurunan yang cukup berarti juga terjadi pada sektor perikanan. Harga ikan kembung tercatat turun sebesar Rp480 (1,31 persen) menjadi Rp36.210 per kilogram, diikuti oleh ikan tongkol yang merosot sebesar Rp260 (0,83 persen) menjadi Rp31.110 per kilogram, serta ikan bandeng yang mengalami penyusutan harga sebesar Rp240 (0,72 persen) sehingga menjadi Rp33.040 per kilogram.







