Connect with us

USM News

Pemerhati Intelkam Beri Pesan Kuat agar Mahasiswa USM Majukan Indonesia di Era Digital

Published

on

Gedung Menara USM dan gerbang utama Universitas Semarang

Semarang (usmnews) – Generasi muda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan (agent of change) dalam keberlanjutan pembangunan bangsa. Harapan besar selalu diletakkan di pundak kaum intelektual agar mahasiswa USM majukan Indonesia menjadi sebuah kenyataan yang bukan hanya sebatas angan-angan semata. Untuk mewujudkan cita-cita mulia tersebut, pemahaman mendalam tentang nilai-nilai wawasan kebangsaan menjadi salah satu fondasi krusial yang mutlak dimiliki oleh para pemuda masa kini dalam menyongsong masa depan.

Kesadaran akan pentingnya menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini inilah yang mendorong Universitas Semarang (USM) menghadirkan Irjen Pol (Purn) Faizal Thayeb SIK MH, seorang pemerhati intelijen dan keamanan nasional (intelkam), untuk memberikan pembekalan inspiratif. Kegiatan ini berlangsung dengan meriah dalam rangkaian Pengenalan Akademik dan Kegiatan Mahasiswa (PAKEM) USM tahun 2026 yang diikuti oleh 2.765 mahasiswa baru. Kehadiran tokoh berkompeten di bidang keamanan ini memberikan angin segar dan perspektif baru bagi para mahasiswa dalam menyikapi dinamika sosial yang kian kompleks. Melalui pembekalan intensif ini, diharapkan akan terwujud suatu tekad kolektif yang kokoh bahwa mahasiswa USM majukan Indonesia benar-benar dapat dimulai dari kesadaran individu para pelajarnya.

Peran Mahasiswa USM Majukan Indonesia di Tengah Arus Era Digitalisasi

Mahasiswa baru Fakultas Teknik duduk bersila di dalam ruangan bersama papan penanda ber tuliskan Fakultas Teknik

Dalam paparannya yang mendalam, Faizal Thayeb menegaskan bahwa tujuan utama penanaman wawasan kebangsaan adalah agar generasi muda, khususnya mahasiswa baru, mampu bertransformasi menjadi pribadi yang cerdas, berilmu, serta bijak dalam merespons perkembangan teknologi informasi. Di era digitalisasi modern ini, informasi menyebar dengan kecepatan yang sangat luar biasa, sehingga membawa dampak positif sekaligus menjadi ancaman nyata jika tidak disikapi dengan daya nalar kritis. Faizal mengingatkan bahwa ukuran kecerdasan di era sekarang tidak hanya dinilai dari prestasi akademik di dalam ruang kelas, tetapi juga dari tingginya kemampuan literasi digital saat mahasiswa berselancar di dunia maya.

“Bagi yang memiliki akun media sosial, itu sama sekali tidak ada masalah. Akan tetapi, tolong akun media sosial tersebut dipakai dengan benar dan dikelola untuk tujuan yang positif. Jangan mudah terpengaruh provokasi,” tegas Faizal di hadapan ribuan peserta PAKEM yang antusias. Beliau meminta agar para mahasiswa secara teliti dan skeptis memastikan kebenaran sebuah informasi sebelum memercayai apalagi membagikannya kembali kepada khalayak umum. Langkah kritis inilah yang diyakini akan menyelamatkan generasi penerus bangsa dari bahaya disinformasi dan hoaks yang marak beredar dan dapat memecah belah persatuan.

Lebih jauh, Faizal menekankan esensi tentang pentingnya mencari pembanding informasi dari berbagai sumber kredibel. “Jangan pernah takut melihat atau membaca informasi yang masuk ke kita, tetapi jangan juga langsung mengatakan bahwa informasi itu pasti benar seratus persen. Carilah pembandingnya. Carilah sumber lain yang valid dan terpercaya. Dengan cara dan kebiasaan seperti itu, pola pikir kita bisa menjadi lebih komprehensif, objektif, dan sangat lengkap,” jelasnya secara rinci. Selain dituntut untuk memahami nilai dasar wawasan kebangsaan, Faizal mendorong para mahasiswa baru agar menjadi generasi produktif yang mampu terus memberikan kontribusi nyata bagi negara.

Pesan Inspiratif Rektor Bekal Emas agar Mahasiswa USM Majukan Indonesia

Pada momentum penting yang sama, Rektor USM, Dr. Supari ST MT, menyambut kedatangan para mahasiswa baru dengan penuh rasa kehangatan dan kebanggaan. Beliau menegaskan bahwa seluruh mahasiswa baru kini telah sah menjadi bagian integral dari keluarga besar USM. “Selamat datang di USM. Kalau sudah masuk di USM, Anda semua akan menjadi warga USM. Warga USM ini, kalau diistilahkan dalam bahasa Gen Z, namanya adalah USMers,” ujar Dr. Supari yang disambut tepuk tangan riuh bergema dari para peserta.

Dr. Supari memberikan penekanan khusus bahwa untuk memastikan gagasan agar mahasiswa USM majukan Indonesia terwujud secara maksimal, mereka tidak hanya dituntut memiliki penguasaan kompetensi teknis dan profesionalisme di bidang ilmunya masing-masing, melainkan juga harus membangun kemandirian dan rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Beliau mengingatkan kembali tentang pentingnya membangun budaya literasi atau kebiasaan membaca guna memperluas cakrawala intelektualitas. “Pesan saya, Anda semua harus selalu rajin membaca. Membaca itu artinya membuka wawasan baru. Dengan begitu, Saudara akan terus tumbuh dan berkembang tiada henti. Jika Saudara tidak pernah membaca, Saudara hanya akan diam di tempat. Keep reading, keep learning, and keep growing,” tuturnya dengan penuh motivasi.

Sebagai wadah pengembangan diri yang terintegrasi dan holistik, USM telah menyediakan berbagai macam ruang belajar yang tidak hanya terbatas pada dinding ruang kuliah. Dr. Supari menantang para USMers agar tidak menjadi sekadar mahasiswa pasif yang hanya mengikuti rutinitas akademik semata. “Jangan jadi mahasiswa ‘kupu-kupu’ alias kuliah pulang, kuliah pulang. Di kampus USM tercinta ini tidak hanya menjadi tempat bagi Anda untuk belajar akademik dasar, tetapi ada banyak sekali kegiatan ekstrakurikuler. Ada berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan tempat representatif bagi Anda untuk belajar berorganisasi serta mengabdi,” tambahnya. Pengalaman berorganisasi ini sangat diyakini akan melatih kemampuan kepemimpinan, kerja sama tim, serta menumbuhkan kepekaan dan empati sosial mahasiswa.

Mengoptimalkan Momentum Transisi untuk Meraih Kesuksesan Global

Di sisi lain, Wakil Rektor I USM, Prof. Dr. Ir. Haslina MSi, turut menegaskan dan menggarisbawahi bahwa rangkaian kegiatan PAKEM ini bukanlah sekadar acara rutinitas dan formalitas belaka. Melainkan, acara ini merupakan gerbang krusial dari transisi mental dan pola pikir dari seorang siswa menjadi seorang agen perubahan berstatus mahasiswa. Lonjakan perubahan status ini tentu saja akan membawa sederet tanggung jawab moral, akademis, hingga tanggung jawab sosial yang jauh lebih besar dan menantang dibandingkan saat masa sekolah menengah.

Sekelompok mahasiswa berhijab mengenakan kemeja biru muda dan syal oranye dalam acara di dalam ruangan

“Selama berlangsungnya tiga hari pelaksanaan kegiatan ini, para mahasiswa baru diharapkan tidak hanya dapat sekadar mengenal sistem dan ekosistem akademik kampus USM secara menyeluruh, tetapi mereka juga harus mampu membangun karakter dasar yang bermoral kuat, mengasah kompetensi soft skill, memperluas jejaring pertemanan lintas fakultas dan program studi, serta mengetahui apa saja berbagai fasilitas dan layanan pendukung esensial yang tersedia di lingkungan kampus demi kelancaran studi mereka kelak,” ungkap Prof. Haslina memaparkan tujuannya.

Dengan adanya kolaborasi dan sinergi yang sangat komprehensif antara penanaman nilai wawasan kebangsaan dari sang pemerhati intelkam, dukungan motivasi inspiratif dari jajaran Rektorat, hingga penyediaan kelengkapan fasilitas kampus yang sangat memadai, Universitas Semarang sangat optimis dapat melahirkan puluhan ribu lulusan yang unggul dan siap kerja. Yakni, melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga kokoh secara mental, berintegritas tinggi, berjiwa nasionalis, serta bijaksana dan cerdas dalam memanfaatkan kemajuan teknologi.

Keseluruhan rangkaian pembekalan pada acara PAKEM ini merupakan bukti nyata dari sebuah langkah serta investasi jangka panjang untuk membuktikan bahwa mahasiswa USM majukan Indonesia bukanlah sekadar semboyan puitis atau utopia belaka. Namun, hal itu adalah bagian tak terpisahkan dari sebuah gerakan masif yang konsisten, yang niscaya akan membawa bangsa dan negara ini menuju era peradaban yang jauh lebih maju, lebih bermartabat, adil, makmur, serta disegani dan dihormati di kancah pergaulan global.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Secret Link