Connect with us

USM News

Awas! Studi Oxford Mengungkap Bahaya Minum Kopi Sangat Panas Bisa Memicu Kanker

Published

on

IMG 1081

Semarang (usmnews)-Bagi banyak orang, memulai hari tanpa secangkir minuman hangat terasa kurang lengkap. Tradisi menyesap minuman di pagi hari telah menjadi rutinitas wajib yang sulit dilepaskan, baik sebelum berangkat kerja maupun saat bersantai. Namun, ada kabar mengejutkan dari dunia medis yang patut Anda perhatikan secara saksama. Berdasarkan laporan terbaru yang merujuk pada riset mendalam dari para ilmuwan di Universitas Oxford, kebiasaan mengonsumsi kopi sangat panas ternyata membawa risiko kesehatan yang tidak main-main, yakni dapat memicu pertumbuhan sel kanker yang mematikan di dalam tubuh kita.

Laporan yang diterbitkan oleh CNBC Indonesia baru-baru ini menyoroti temuan dari institusi pendidikan terkemuka di Inggris tersebut. Para peneliti menemukan adanya korelasi kuat antara suhu minuman saat dikonsumsi dengan peningkatan risiko kanker kerongkongan atau kanker esofagus. Jika Anda termasuk individu yang gemar meminum kopi sangat panas langsung setelah diseduh dari teko mendidih, Anda mungkin perlu segera mengubah kebiasaan tersebut mulai dari sekarang demi menjaga kesehatan jangka panjang.

Kanker esofagus merupakan salah satu jenis keganasan mematikan yang menyerang saluran berbentuk tabung panjang, yang berfungsi membawa makanan dan cairan dari tenggorokan menuju ke lambung. Berbeda dengan pandangan umum yang mungkin menyalahkan jenis biji sangrai atau daun teh tertentu, studi ini menegaskan bahwa bahaya utamanya terletak semata-mata pada temperatur air. Suhu ekstrem, terutama yang melampaui angka 60 derajat Celcius, merupakan faktor pemicu utama. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) sebelumnya juga telah mengklasifikasikan minuman yang dikonsumsi pada suhu di atas batas tersebut sebagai karsinogenik, atau berpotensi besar menyebabkan kanker bagi umat manusia.

IMG 1084 1

Mengapa kopi sangat panas Bisa Memicu Kanker?

Ketika cairan bersuhu ekstrem melewati kerongkongan, panas tersebut secara langsung melukai lapisan sel skuamosa yang melindungi dinding esofagus. Luka bakar mikroskopis ini memang tidak selalu terasa secara instan karena saluran pencernaan bagian dalam kita tidak memiliki ujung saraf perasa panas yang sama sensitifnya dengan kulit luar, lidah, atau mulut. Namun, cedera termal yang terjadi secara berulang kali setiap hari, dari bulan ke bulan, akan menciptakan peradangan kronis pada jaringan lunak tersebut.

Sebagai respons alami terhadap kerusakan jaringan, sel-sel di lapisan pelindung kerongkongan akan terus-menerus membelah diri dengan cepat untuk memperbaiki luka bakar. Sayangnya, proses regenerasi sel yang terlalu dipaksakan dan berlangsung terus-menerus di bawah kondisi peradangan memiliki risiko sangat tinggi mengalami mutasi genetik pada DNA sel. Mutasi abnormal inilah yang kemudian menjadi cikal bakal terbentuknya tumor ganas atau kanker. Risiko ini meningkat secara drastis dan tak terkendali apabila kebiasaan mengonsumsi minuman bersuhu tinggi terus dipertahankan tanpa adanya pencegahan.

Faktor Risiko Tambahan yang Memperburuk Keadaan

Para ahli medis dari Oxford juga menyoroti bahwa bahaya termal ini sering kali tidak berdiri sendiri. Apabila individu yang gemar minum cairan bersuhu tinggi juga merupakan perokok aktif atau rutin mengonsumsi minuman beralkohol, risiko terkena kanker esofagus bisa melonjak hingga berkali-kali lipat. Asap rokok dan alkohol mengandung ratusan senyawa kimia beracun yang secara alamiah merusak sel sehat. Ketika lapisan pelindung kerongkongan sudah hancur atau menipis akibat suhu air yang tinggi, racun dari rokok dan alkohol dapat meresap jauh lebih dalam ke dalam jaringan tisu esofagus, sehingga mempercepat proses karsinogenesis secara signifikan. Sinergi antara suhu ekstrem, paparan nikotin, dan efek alkohol merupakan kombinasi mematikan yang harus dihindari.

IMG 1089

Tips Menikmati Minuman Hangat dengan Aman

Lalu, apakah temuan ini berarti kita harus berhenti menikmati rutinitas pagi yang menenangkan tersebut? Tentu saja tidak. Minuman berkafein sebenarnya kaya akan zat antioksidan, seperti polifenol dan flavonoid, yang justru sangat baik untuk menangkal radikal bebas, menjaga kesehatan kardiovaskular, serta meningkatkan metabolisme otak. Kuncinya hanyalah pada kesabaran dan pengaturan temperatur yang tepat. Berikut adalah beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan:

 Beri Jeda Waktu: Biasakan untuk memberikan jeda waktu istirahat (cooling down) setelah minuman diseduh dengan air mendidih. Biarkan cangkir Anda terbuka di atas meja selama tiga hingga lima menit sebelum tegukan pertama. Waktu singkat ini terbukti secara ilmiah mampu menurunkan temperatur ke tingkat yang aman bagi dinding tenggorokan Anda.

 Tambahkan Campuran Pendingin: Pertimbangkan untuk menambahkan sedikit susu segar bersuhu dingin atau krimer cair ke dalam cangkir. Selain memperkaya cita rasa dan menyeimbangkan keasaman, metode ini secara instan menurunkan suhu cairan mendidih secara dramatis.

 Lakukan Tes Sensitivitas: Gunakan bibir bagian luar secara perlahan untuk mengetes suhu permukaan cairan. Jika masih terasa membakar atau menyengat di bibir, itu merupakan pertanda biologis yang pasti bahwa cairan tersebut juga akan membakar saluran pencernaan Anda.

Menjaga kesehatan tubuh sering kali dimulai dari modifikasi kebiasaan preventif yang sangat sederhana, yang terkadang luput dari perhatian kita. Temuan riset dari Universitas Oxford ini memberikan peringatan yang sangat berharga bahwa sesuatu yang terlihat tidak berbahaya, dan bahkan membawa kenyamanan emosional, bisa berbalik menjadi ancaman serius apabila dilakukan dengan cara yang keliru. Menikmati secangkir kehangatan di pagi hari tentu tidak dilarang, namun pastikan kehangatan tersebut dikontrol dengan baik. Mulai hari ini, mari terapkan kebiasaan yang lebih bijak dengan membiarkan cangkir Anda melepaskan uap panasnya sejenak, demi menjaga kesehatan pencernaan yang optimal di masa depan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Secret Link