Connect with us

Crime

Daftar Fantastis Barang Mewah Remaja Singapura Malone Lam Hasil Mencuri Rp4,2 T di AS

Published

on

images 2026 09 11T162836.098

Semarang (usmnews) – Kasus kejahatan siber berskala internasional kembali menggemparkan publik global setelah seorang pemuda asal Singapura bernama Malone Lam (22) mengaku bersalah atas pencurian aset mata uang kripto bernilai fantastis di Amerika Serikat. Pemuda ini bersama sindikatnya berhasil menguras Bitcoin dan berbagai aset kripto lainnya milik korban hingga mencapai nilai US$245 juta atau setara dengan Rp4,2 triliun. Setelah berhasil menguasai dana dalam jumlah sangat besar tersebut, perhatian masyarakat dunia tertuju pada deretan Barang Mewah Remaja Singapura Malone Lam yang dibeli untuk menunjang gaya hidup sangat glamor dan berfoya-foya di berbagai wilayah elite Negeri Paman Sam.

Berdasarkan laporan resmi dari Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ), pencurian ini dilakukan secara terorganisir dan matang sejak Oktober 2023 hingga Mei 2025. Dalam melancarkan aksinya, Malone Lam menggunakan sejumlah nama samaran bergengsi di dunia maya, seperti Anne Hathaway, $$$, hingga King Greavy. Kelompok ini bekerja dengan cara mengidentifikasi target pemilik kripto kelas atas, merayu serta menipu mereka hingga memberikan informasi kredensial rahasia, bahkan dalam beberapa kesempatan tak segan melakukan pembobolan rumah korban secara langsung demi mendapatkan detail yang diperlukan untuk menguras isi dompet kripto target.

Barang Mewah Remaja Singapura Malone Lam Hasil Mencuri Rp4,2 T di AS

Deretan Koleksi Barang Mewah Remaja Singapura Malone Lam

Hasil kejahatan bernilai Rp4,2 triliun tersebut kemudian dipindahkan serta dicuci melalui jalur transaksi yang sangat rumit. Setelah berhasil melakukan pencucian uang, Lam melancarkan aksi belanja besar-besaran yang mencengangkan. Penyidik dari kepolisian dan Kejaksaan AS menyita puluhan aset bernilai tinggi milik tersangka yang tersebar di beberapa negara bagian.

1. Armada 28 Mobil Supercar dan Ultra-Mewah

Salah satu bentuk pengeluaran terbesar yang dilakukan Lam adalah pembelian armada kendaraan mewah. Pihak berwenang AS menyita sebanyak 28 unit mobil mewah milik tersangka dengan kisaran harga mulai dari US$100.000 hingga US$3,8 juta (sekitar Rp10 miliar sampai Rp66 miliar) per unit. Deretan kendaraan mahal tersebut meliputi Rolls-Royce, tujuh unit Lamborghini, beberapa unit Ferrari yang langka, hingga hypercar super eksklusif Pagani.

2. Koleksi Jam Tangan dan Pakaian Desainer Bernilai Fantastis

Tak hanya mengoleksi kendaraan, Lam juga mengalokasikan dana kejahatannya untuk perhiasan dan fesyen kelas atas. Petugas mengamankan berbagai jam tangan mewah yang harganya mencapai US$500.000 (sekitar Rp8 miliar) per buah. Ia juga membeli pakaian serta aksesori dari rumah mode ternama dunia dengan nilai puluhan ribu dolar AS, termasuk tas merek Hermes.

3. Pesta Pora Kelab Malam dan Gaya Hidup Jet Set

Pengeluaran fantastis Lam tidak berhenti pada barang fisik belaka. Rekaman dokumen pengadilan mengungkapkan bahwa pemuda yang pernah drop out dari sekolah menengah pada usia 14 tahun ini kerap menghabiskan uang hingga US$500.000 atau setara Rp10 miliar hanya dalam satu malam saat mengadakan pesta di kelab-kelab malam mewah. Dalam pesta tersebut, ia tidak ragu membagikan hadiah mahal hingga melempar tas mewah Hermes kepada para tamu.

4. Penyewaan Real Estat Mewah dan Keamanan Pribadi

Untuk mendukung mobilitas serta gaya hidup elite di Amerika Serikat, Lam menyewa properti dan tempat tinggal super mewah di kawasan pemukiman paling mahal, seperti Los Angeles, The Hamptons, serta Miami. Dalam setiap perjalanannya antar kota, ia selalu menyewa jet pribadi dan mempekerjakan tim keamanan pribadi (bodyguard) lengkap demi menjaga keselamatan serta kerahasiaan keberadaannya selama berada di AS secara ilegal setelah visanya kadaluarsa.

images 2026 09 11T162922.655

Proses Hukum dan Penyesalan di Pengadilan

Petualangan glamor Malone Lam akhirnya terhenti setelah penegak hukum Amerika Serikat berhasil membongkar jejak pencucian uang dan pola pengeluaran mencurigakan yang ia lakukan. Di Pengadilan Distrik Columbia, Lam mengakui seluruh perbuatannya atas tuduhan konspirasi pemerasan (racketeering) serta pencurian mata uang kripto. Jaksa penuntut menekankan bahwa tindakan Lam telah merugikan banyak korban secara material maupun psikologis.

Atas perbuatan kejahatan siber berskala raksasa ini, pemuda asal Singapura tersebut kini terancam hukuman kurungan penjara hingga 20 tahun di AS. Seluruh aset berharga beserta deretan Barang Mewah Remaja Singapura Malone Lam yang diperoleh dari uang haram telah disita oleh pemerintah AS untuk dikembalikan sebagian kepada para korban yang menjadi sasaran pencurian.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Secret Link