Crime
Fakta Mengejutkan di Balik Kematian Sutrimo Asal Banyumas

Semarang (usmnews) – Masyarakat Desa Wlahar Wetan belakangan ini ramai membicarakan sebuah kabar duka dari ibukota. Perbincangan hangat ini berkaitan erat dengan misteri kematian Sutrimo di kota Jakarta. Pria kelahiran Kabupaten Banyumas tersebut memang sudah sangat lama merantau meninggalkan kampung halamannya. Meskipun demikian, tetangga sekitar justru tidak mengetahui secara pasti profesi utama pria tersebut. Padahal, ia telah menghabiskan waktu bertahun-tahun di ibukota demi mencari nafkah bagi keluarga.
Selanjutnya, seorang tetangga akhirnya bersedia memberikan sedikit keterangan mengenai keseharian pria tersebut. Berdasarkan penuturannya, korban selama ini bekerja untuk seorang petinggi di institusi Kejaksaan. Pria pendiam ini secara khusus bertugas menjaga keamanan rumah bos Kejaksaan tersebut. Lebih lanjut, tetangga itu menyebutkan bahwa almarhum memang sangat jarang pulang ke Banyumas. Terlebih lagi, pria tersebut sudah pergi merantau jauh sejak sebelum ia resmi menikah.
Kesaksian Warga dan Keluarga Seputar Kematian Sutrimo

Selain itu, sang tetangga juga menceritakan pengalaman pribadinya bersama almarhum pada masa lalu. Ia mengaku pernah mendapat tawaran langsung dari korban untuk ikut bekerja di Jakarta. Akan tetapi, ia dengan tegas menolak tawaran menggiurkan tersebut karena alasan yang kuat. Sebaliknya, ia lebih memilih untuk tetap tinggal dan mencari rezeki di desa saja. Sementara itu, sosok almarhum memang terkenal sangat pendiam ketika sedang berada di rumah.
Bahkan, tetangga tersebut sering melihat korban hanya duduk bersantai di teras tanpa bicara. Sayangnya, nasib buruk menimpa pria asal Banyumas tersebut pada hari Kamis pagi lalu. Orang-orang menemukan korban dalam kondisi tak sadarkan diri di depan sebuah klinik kecantikan. Klinik tersebut berlokasi cukup strategis di wilayah Kebayoran Baru, kawasan Jakarta Selatan. Setelah itu, warga sekitar segera membawa korban menuju Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring. Namun, tenaga medis sama sekali tidak berhasil menyelamatkan nyawa pria pekerja keras tersebut.
Akibatnya, berita mengenai kematian Sutrimo langsung menyebar begitu cepat hingga ke kampung halamannya. Pada akhirnya, pihak keluarga memutuskan untuk menerima musibah berat ini dengan sangat ikhlas. Perwakilan keluarga yang bernama Ardi juga membenarkan sikap pasrah dari pihak keluarga almarhum. Selanjutnya, warga langsung memakamkan jenazah pria tersebut sesaat setelah tiba pada Kamis malam. Saat ini, ibunda almarhum sedang menderita sakit sehingga sangat membutuhkan suasana yang tenang. Oleh sebab itu, pihak keluarga terpaksa menolak halus setiap kunjungan dari para wartawan.

Sebagai tambahan informasi, terdapat beberapa rumor yang beredar luas di tengah warga desa. Rumor tersebut menyebutkan bahwa penyebab utama kematian Sutrimo adalah penyakit angin duduk mendadak. Sebelumnya, beberapa tetangga sekitar desa sempat melihat korban pulang ke kampung halaman tercinta. Kejadian kepulangan yang terkesan mendadak tersebut berlangsung sekitar satu minggu sebelum korban meninggal. Dengan demikian, misteri kepergian pria penjaga rumah ini masih menyisakan kesedihan bagi keluarga.







