Connect with us

Nasional

Tradisi Jamasan Keris di Cilacap Lestarikan Warisan Leluhur

Published

on

Semarang (usmnews) – Masyarakat Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, kembali menggelar tradisi jamasan keris dan tombak. Mereka melaksanakan kegiatan sakral tersebut bertepatan dengan datangnya Bulan Sura tahun ini. Bagi masyarakat Jawa, mereka memandang Bulan Sura sebagai bulan yang sangat sakral. Oleh karena itu, warga melakukan kegiatan ini bukan sekadar untuk membersihkan pusaka. Mereka juga menjadikan kegiatan ini sebagai wujud nyata penghormatan kepada leluhur kita. Masyarakat terus berupaya keras merawat nilai sejarah budaya lokal dalam kehidupan sehari-hari. Pemilik pusaka membawa puluhan senjata bersejarah untuk menjalani prosesi adat Jawa ini.

Makna Mendalam Tradisi Jamasan Keris Bagi Masyarakat

Kemudian, para peserta mengawali prosesi suci ini dengan melaksanakan kirab pusaka menuju pendopo. Para pembawa pusaka mengenakan busana adat Jawa sambil mengarak tiga bilah senjata. Selanjutnya, mereka berjalan pelan menuju tempat penjamas di bawah naungan payung kebesaran. Aroma dupa yang memenuhi seluruh ruangan sungguh menambah suasana khidmat acara ini. Para pemain gamelan tradisional terus mengiringi jalannya prosesi dengan alunan nada merdu. Masyarakat benar-benar menjadikan tradisi jamasan keris ini sebagai ruang pelestarian budaya bangsa. Mereka selalu menjaga warisan budaya sekaligus senantiasa mengenang jasa para leluhur terdahulu.

Menjaga Identitas Daerah Melalui Kegiatan Pelestarian Budaya

Bupati Cilacap ke-17, Tatto Suwarto Pamuji, turut memberikan pandangannya mengenai acara ini. Beliau menyatakan masyarakat harus selalu menggunakan cara ini untuk menjaga identitas daerah. Arus perkembangan zaman yang pesat tidak akan pernah mengikis jati diri bangsa. Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa merawat budaya berarti kita sungguh menjaga identitas. Anak cucu kita harus mengetahui bentuk nyata warisan leluhurnya sejak usia dini. Sehingga, nilai-nilai luhur tersebut tidak akan pernah hilang melewati panjangnya perjalanan waktu. Para generasi muda bisa terus melanjutkan pelestarian warisan budaya bangsa pada akhirnya.

Pimpinan Tijani Nusantara, Awan Ukaya, turut membagikan cerita yang sangat menarik hati. Ia menyatakan panitia baru pertama kali menyelenggarakan acara ini untuk masyarakat umum. Panitia melihat antusiasme masyarakat tetap sangat tinggi walau mereka memiliki persiapan terbatas. Sejumlah komunitas budaya dari berbagai wilayah Cilacap turut menghadiri kegiatan penting ini. Menurutnya, kehadiran komunitas dari Majenang hingga Cimanggu menjadi langkah awal yang baik. Selain itu, panitia ingin melibatkan lebih banyak pegiat budaya dari berbagai daerah. Pembukaan kegiatan untuk publik dapat memperluas partisipasi warga dalam merawat tradisi jamasan keris.

Semua pihak memiliki peran penting untuk mendukung kelestarian budaya lokal setiap waktu. Dengan demikian, masyarakat umum akan semakin menyadari arti penting suatu warisan leluhur. Mari kita bersama-sama merawat peninggalan masa lalu yang sungguh berharga bagi bangsa. Generasi penerus bangsa bisa terus menikmati keindahan keragaman budaya Nusantara secara nyata.

PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser