Nasional
Luncurkan Awan Panas Sejauh Dua Kilometer, Status Gunung Merapi Masih Tetap Siaga

Semarang (usmnews) – Gunung Merapi kembali menunjukkan gejolak vulkanik dengan mengeluarkan satu kali awan panas guguran pada Selasa pagi. Guguran material panas tersebut meluncur sejauh 2.000 meter mengarah ke area hulu Kali Putih. Petugas mencatat kejadian alam ini dalam laporan aktivitas Gunung Merapi terbaru periode pengamatan pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi atau BPPTKG menegaskan bahwa kubah lava masih terus aktif melepaskan akumulasi tekanannya.
Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso menjelaskan bahwa awan panas guguran tersebut meluncur menuju sektor barat daya. Berdasarkan rekaman seismogram, fenomena ini terjadi tepat pada pukul 06.04 WIB dengan amplitudo maksimum mencapai 52,66 milimeter. Durasi luncuran awan panas tersebut berlangsung selama 180,99 detik. Selain memicu awan panas, tim pengamat di pos pemantauan juga melihat guguran lava pijar sebanyak lima kali dengan jarak luncur serupa.

Catatan Gempa Aktivitas Gunung Merapi Terbaru
Selama periode pengamatan yang sama, kondisi visual gunung berapi paling aktif di Indonesia ini sebenarnya terpantau cukup jelas. Asap kawah bertekanan lemah terlihat membubung berwarna putih dengan intensitas tebal hingga ketinggian 400 meter di atas puncak. Meski demikian, instrumen pemantau menangkap adanya peningkatan intensitas dalam aktivitas kegempaan internal gunung.
Pihak bpptkg mendeteksi 33 kali gempa guguran dengan durasi rambatan antara 33,5 hingga 170,25 detik. Selain itu, gempa fase banyak atau hybrid juga terekam sebanyak tujuh kali akibat adanya retakan batuan di dalam tubuh gunung. Petugas juga mengidentifikasi satu kali gempa vulkanik dangkal yang menandakan aktivitas pergerakan fluida magma di dekat permukaan kawah utama. Serangkaian data kegempaan ini menjadi dasar kuat bagi petugas untuk terus memperbarui informasi aktivitas Gunung Merapi terbaru kepada publik.

Potensi Ancaman Bahaya dan Rekomendasi Radius Aman
Hingga saat ini, pihak berwenang masih menetapkan status aktivitas Gunung Merapi pada Level III atau Siaga. Pemerintah belum menurunkan status tersebut karena suplai magma dari perut bumi terindikasi masih terus berlangsung. Potensi ancaman bahaya utama saat ini berupa luncuran material runtuhan kubah lava ke sektor selatan serta barat daya. Jalur bahaya tersebut meliputi area aliran Sungai Boyong, Bedog, Krasak, hingga Sungai Bebeng dengan radius maksimal tujuh kilometer.
Sementara untuk sektor tenggara, daerah bahaya mencakup aliran Sungai Woro dan Sungai Gendol hingga radius lima kilometer dari puncak. Masyarakat juga harus mewaspadai potensi lontaran material batuan pijar jika sewaktu-waktu terjadi erupsi eksplosif. Oleh karena itu, para wisatawan dan warga setempat dilarang melakukan aktivitas apa pun di dalam area rawan bencana. Petugas mengimbau masyarakat untuk selalu memantau perkembangan aktivitas Gunung Merapi terbaru melalui saluran resmi pemerintah demi menghindari berita bohong.







