Connect with us

Nasional

Ikut Berlari di Candi Prambanan, Ahmad Luthfi Bakar Semangat Peserta Mandiri Jogja Marathon 2026

Published

on

Semarang (usmnews) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi ikut meramaikan event olahraga tahunan bertajuk Mandiri Jogja Marathon 2026. Kegiatan lari massal tersebut berlangsung meriah di Kawasan Candi Prambanan, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Minggu pagi. Tak sekadar hadir sebagai tamu undangan, Ahmad Luthfi juga aktif membakar semangat ribuan pelari yang datang dari berbagai penjuru daerah.

Momen keseruan itu mulai berkobar saat Ahmad Luthfi menghadiri prosesi pelepasan peserta untuk kategori sepuluh kilometer. Saat berada di atas panggung, Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir meminta sang gubernur untuk memberikan pesan pengantar khusus bagi para pelari di garis start. Luthfi menyampaikan bahwa lari merupakan sebuah gaya hidup sehat yang dijalani bersama oleh masyarakat luas. Dia juga mengaku sangat bangga karena bisa ikut berkumpul bersama rekan-rekan pelari pada hari itu.

Kobaran Semangat Sepanjang Rute Ajang Mandiri Jogja Marathon

Aksi membakar semangat dari sang gubernur ternyata tidak berhenti di garis start saja. Ahmad Luthfi yang memilih turun langsung dalam kategori lari gembira lima kilometer terus meneriakkan kata-kata penyemangat. Dia menyapa para pelari dari berbagai kategori yang berpapasan di sepanjang rute perlombaan. Luthfi berulang kali berteriak menanyakan suara para pelari sekaligus mengingatkan bahwa garis finis sudah semakin dekat.

Selama menyusuri rute ajang Mandiri Jogja Marathon tersebut, Ahmad Luthfi juga dengan ramah melayani permintaan foto bersama. Banyak peserta maupun warga sekitar yang antusias mengabadikan momen langka tersebut. Sang gubernur bahkan menyempatkan diri untuk berfoto bersama pasukan juru sorak yang membawa berbagai poster unik bertuliskan pesan motivasi di pinggir jalan.

Mandiri Jogja Marathon

Dampak Positif Kolaborasi dan Perkembangan Pariwisata Olahraga

Sebagai informasi, ajang Mandiri Jogja Marathon 2026 merupakan sebuah kompetisi atletik tahunan yang selalu menyedot animo besar masyarakat. Titik start dan finis kegiatan ini berpusat di Kawasan Candi Prambanan yang berada tepat di perbatasan wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Pada tahun ini, panitia mencatat sebanyak 10.200 pelari dari 17 negara berbeda ikut berkompetisi dalam empat kategori utama. Melalui penyelenggaraan kompetisi ini, pemerintah berharap dampak ekonomi positifnya tidak hanya berhenti di Yogyakarta saja melainkan juga turut menyentuh wilayah Klaten, Jawa Tengah.

Ahmad Luthfi menegaskan bahwa kegiatan olahraga berskala besar seperti ini harus terus diperbanyak di berbagai daerah. Hal tersebut memiliki potensi besar untuk mendukung perkembangan pariwisata olahraga sekaligus mendongkrak roda ekonomi masyarakat lokal. Oleh karena itu, dia mendorong seluruh kepala daerah di Jawa Tengah untuk memperbanyak pembuatan kalender event bersama antarkabupaten maupun provinsi tetangga. Kerja sama dan kolaborasi yang solid antarwilayah menjadi kunci utama dalam mempercepat proses pembangunan daerah di masa depan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *