Education
Gandeng SMAN 15 Semarang, Fakultas Psikologi USM Sukses Gelar Pelatihan Komunikasi Anak

SEMARANG (usmnews) – Hubungan keluarga yang harmonis dan suportif pada dasarnya berakar dari kualitas komunikasi interpersonal yang terbangun antara orang tua dan anak remaja mereka. Mengingat fase remaja dipenuhi dengan lonjakan perubahan fisik, emosional, serta sosial, peran orang tua dituntut untuk bergeser dari sekadar pemberi instruksi menjadi pendengar yang empatik sekaligus teman diskusi yang terbuka. Interaksi dua arah yang dilandasi keterbukaan dan rasa saling menghargai terbukti ampuh membantu anak dalam merumuskan identitas diri, mengelola kestabilan emosi, hingga mengambil keputusan hidup dengan bijak. Sebaliknya, minimnya ruang dialog yang sehat dalam rumah tangga berisiko memicu kesalahpahaman serta konflik yang berkepanjangan. Oleh sebab itu, penguasaan keterampilan berkomunikasi yang hangat menjadi modal utama bagi orang tua untuk mendampingi masa tumbuh kembang anak secara positif.
Meskipun krusial, realita di lapangan menunjukkan bahwa pola komunikasi antara orang tua dan anak usia remaja masih sering menemui jalan buntu. Banyak orang tua yang tanpa sadar masih menerapkan metode komunikasi satu arah yang kaku, sementara di sisi lain, anak remaja memilih untuk menarik diri dan lebih nyaman mencurahkan isi hati mereka kepada teman sebaya. Fenomena ini diperparah oleh masifnya penggunaan media sosial dan gawai di era digital yang perlahan mengikis intensitas tatap muka serta menurunkan kehangatan emosional di dalam keluarga. Kesenjangan ini kian melebar lantaran sebagian orang tua mengakui bahwa mereka belum sepenuhnya menguasai teknik komunikasi efektif, seperti cara mendengarkan secara aktif, menaruh empati, hingga mengontrol emosi pribadi saat dihadapkan pada perbedaan pendapat dengan anak.
Guna menjembatani persoalan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Psikologi Universitas Semarang (USM) turun tangan dengan menggelar sebuah program edukatif yang menyasar para orang tua atau wali murid di SMA Negeri 15 Semarang. Agenda yang bertajuk “Pelatihan Komunikasi Interpersonal Orang Tua – Anak pada Orangtua/ Wali Siswa SMAN 15 Semarang” ini digulirkan secara bertahap pada tanggal 7 Mei 2026 dan berakhir pada 25 Mei 2026. Aksi nyata ini digawangi oleh jajaran akademisi yang terdiri atas Purwaningtyastuti, S.Psi., M.Si., Kimmy Katkar, S.Psi., M.Si., serta Sri Widyawati, S.Psi., M.Si., Psikolog, dengan melibatkan kontribusi aktif dari dua mahasiswa fakultas setempat, yakni Tazana Syi’fa Fahma dan Nabilah Salsabila. Inisiatif cerdas ini pun disambut dengan tangan terbuka dan apresiasi tinggi oleh Kepala SMAN 15 Semarang, Ibu Miftah Nindya Rahmawati, S.Pd., M.Pd., beserta segenap guru dan perwakilan orang tua.
Bertempat di lingkungan SMA Negeri 15 Kecamatan Pedurungan, Semarang, pelatihan intensif ini sukses menjaring antusiasme dari 50 orang tua siswa yang hadir sebagai peserta. Rangkaian kegiatan dirancang secara komprehensif, diawali dengan uji pemahaman awal (pre-test), lalu dilanjutkan dengan pemaparan materi mendalam yang mengupas tuntas dinamika konflik remaja, konsep orang tua sebagai sahabat, hingga seni komunikasi interpersonal. Tidak sekadar mendengarkan teori, para peserta juga diajak masuk dalam sesi diskusi interaktif, membedah studi kasus nyata, serta mempraktikkan langsung strategi penyelesaian masalah melalui komunikasi positif, sebelum akhirnya dievaluasi lewat post-test pada akhir periode kegiatan. Selepas acara, para orang tua mengungkapkan bahwa pelatihan ini tidak hanya menyuguhkan atmosfer yang menyenangkan dan menyegarkan wawasan baru, tetapi juga menjadi modal penguatan taktis bagi mereka untuk membimbing anak remaja mereka demi mewujudkan keharmonisan keluarga yang dicita-citakan.

