Connect with us

Education

Tekan Risiko Tersesat, Dosen USM Kenalkan Teknologi Komunikasi untuk Pendaki Gunung Sumbing

Published

on

TEMANGGUNG (usmnews)– Sebagai wujud nyata pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, empat dosen Fakultas Teknik Elektro Universitas Semarang (USM) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di lereng Gunung Sumbing. Mereka menghadirkan pelatihan terkait penerapan teknologi komunikasi bagi para pendaki yang melalui jalur Seman (Basecamp Bimawari).

Tim dosen USM tersebut terdiri dari Elfira Nureza Ardina, S.T., M.Tr.T., Ir. Erlinasari, M.Eng., Roni Kartika Pramuyanti, S.T., M.T., dan Taufiq Dwi Cahyono, S.T., M.T.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Basecamp Bimawari, Desa Dukuh Seman, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung ini berfokus pada pemanfaatan teknologi sebagai sistem keselamatan (safety). Agenda ini dihadiri oleh warga desa pengurus basecamp serta sejumlah Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) dari beberapa universitas di Semarang.

Elfira Nureza Ardina menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memperluas wawasan mengenai pentingnya peranan teknologi komunikasi di area pegunungan. Menurutnya, sistem ini tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi darurat bagi pendaki tetapi juga mempermudah pihak basecamp dalam memantau posisi pendaki secara real-time.

“Pada kegiatan pelatihan ini, kami memberikan materi sekaligus peragaan langsung mengenai penggunaan teknologi komunikasi khusus untuk para pendaki,” ujar Elfira.

Inisiatif dari civitas akademika USM ini pun mendapat sambutan hangat dari pihak pengelola jalur pendakian. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Pengurus Basecamp Bimawari, Pak Yoyok, serta perwakilan dari Federasi Mountaineer Indonesia (FMI), Pak Andi.

Melalui pelatihan ini, para pengurus Basecamp Bimawari dan komunitas pendaki di Desa Dukuh Seman diharapkan mampu menguasai teknologi tersebut. Selain itu, mereka juga diharapkan dapat membagikan pengetahuan baru ini ke basecamp jalur pendakian lain di sekitar Gunung Sumbing guna meningkatkan standar keselamatan pendakian secara kolektif.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *