International
Hiu Positif Narkoba Gegerkan Bahama, Akibat Polusi Laut

Semarang (usmnews) – Dilansir dari Kumparan.com Sebuah studi ilmiah mengungkapkan fakta sangat mengejutkan. Tepatnya, kawanan hiu positif narkoba menghuni perairan negara Bahama. Bahkan, tim peneliti juga menemukan jejak kafein mematikan. Tentu saja, hal ini bukan sekadar perubahan gaya hidup. Sebab, fenomena ini mencerminkan darurat polusi obat lautan lepas.
Awalnya, pembuangan limbah kapal mencemari ekosistem laut secara masif. Selain itu, sektor pariwisata turut membuang limbah perkotaan sembarangan. Akibatnya, ahli biologi mengategorikan limbah ini sebagai kontaminan berbahaya. Terutama, masalah ini mengancam kawasan pesisir berpenduduk sangat padat.

Secara rinci, tim ilmuwan mengambil sampel darah puluhan predator. Lebih lanjut, mereka menangkap hiu sekitar pesisir pulau Eleuthera. Faktanya, dua puluh delapan ekor mengonsumsi obat berbagai bentuk. Pastinya, temuan hiu positif narkoba ini sangat meresahkan publik.
Mengutip ahli biologi Natascha Wosnick, hewan sering menggigit sesuatu. Tujuannya, predator laut tersebut sekadar menyelidiki benda asing sekitarnya. Artinya, peringatan pakar ini menyoroti insting alami hewan karnivora. Secara tidak sengaja, mereka menelan paket kokain buangan manusia.

[Baca Juga: Harapan pada “The Peacemaker”: Seruan Sisi kepada Trump]
Seketika, racun kimia tersebut masuk menuju sistem peredaran darah. Menurutnya, paparan zat mematikan ini memicu tingkat stres tinggi. Makanya, hewan membuang banyak energi demi mendetoksifikasi tubuh mereka. Oleh karena itu, pemerintah wajib memperbaiki sistem pengelolaan limbah. Akhirnya, regulasi ketat mampu menangkal ancaman hiu positif narkoba.







