Connect with us

Business

Impor Pangan RI Hadapi Krisis, Perang Iran Jadi Biang Kerok

Published

on

Semarang (usmnews) – Dilansir dari Kumparan.com Konflik bersenjata Iran membawa dampak buruk bagi Tanah Air. Tepatnya, krisis Timur Tengah ini mulai memukul sektor ketahanan pangan. Baru-baru ini, perusahaan ID FOOD mencatat adanya tekanan ekonomi baru. Khususnya, masalah serius ini mengancam keberlangsungan impor pangan RI.

Mengutip pernyataan resmi, Direktur Utama Ghimoyo memberikan penjelasan rincinya. Menurutnya, gejolak global langsung memicu lonjakan harga komoditas daging. Selain itu, kenaikan nilai tukar mata uang memperparah situasi ini. Bahkan, negara asal juga menaikkan harga jual produk mereka. Alhasil, rentetan masalah tersebut mendorong pembengkakan biaya operasional perusahaan.

Secara umum, industri komoditas nasional sedang menghadapi tekanan luar biasa. Awalnya, ketegangan geopolitik dunia merusak sistem rantai pasok global. Kemudian, perubahan iklim ekstrem turut memperburuk ancaman kelaparan ini. Lebih lanjut, sektor energi juga memiliki kaitan erat dengan agrikultur.

Sebagai contoh, konflik bersenjata menutup jalur pelayaran Selat Hormuz. Seketika, penutupan tersebut mengacaukan rantai pasok energi kawasan Teluk Persia. Pastinya, kelangkaan ini berpotensi meroketkan harga komoditas sangat tinggi. Sayangnya, situasi mengerikan ini memicu risiko bagi negara pembeli. Tentu saja, hal ini mengancam kelancaran impor pangan RI.

Di sisi lain, ancaman alam juga datang mengintai umat manusia. Faktanya, badan meteorologi merilis proyeksi cuaca yang sangat mengerikan. Prediksinya, fenomena badai El Nino berpeluang menyerang musim panas ini. Puncaknya, badai super besar bakal melanda bumi akhir tahun nanti. Makanya, pola cuaca ekstrem mengancam masa depan agrikultur kita.

[Baca Juga: Ngeri! Harga BBM di Vietnam Naik Tajam Imbas Perang]

Tak hanya itu, industri biofuel kini rakus melahap hasil panen. Sebab, pabrik energi memakai komoditas pertanian sebagai bahan baku utama. Oleh karena itu, tren ini mendongkrak tingkat permintaan pasar global.

Menanggapi krisis ini, ID FOOD siap mengambil langkah mitigasi tegas. Tegasnya, perusahaan berkomitmen menjaga stabilitas harga pasar dalam negeri. Targetnya, mereka ingin memperkuat sistem ketahanan pangan nasional kita. Akhirnya, pemanfaatan sumber daya lokal siap menyelamatkan impor pangan RI.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *