Lifestyle
Waspada Bumerang Kesehatan: 7 Dampak Negatif Konsumsi Bawang Putih Mentah Secara Berlebihan

Semarang (usmnews) – Dikutip dari CnnIndonesia.com Bawang putih mentah sudah lama dikenal sebagai salah satu superfood yang kaya akan nutrisi, bahkan kadarnya sering kali lebih tinggi dibandingkan ketika sudah dimasak.
Alasan inilah yang membuat banyak orang nekat mengonsumsinya dalam keadaan mentah demi mendapatkan khasiat maksimal bagi tubuh. Meskipun demikian, para ahli kesehatan—termasuk ulasan dari Healthline dan NDTV—mengingatkan bahwa ada batas toleransi yang harus dijaga.

Konsumsi ideal yang disarankan hanyalah sekitar 1-2 siung per hari. Jika dikonsumsi secara membabi buta, alih-alih sehat, tubuh justru bisa mengalami tujuh efek samping yang merugikan, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi medis tertentu.

Pertama, efek yang paling sosial dirasakan adalah bau mulut dan bau badan yang menyengat. Ini terjadi karena kandungan senyawa sulfur yang tinggi dalam bawang putih. Aroma ini tidak hanya menempel di napas, tetapi juga dapat keluar melalui keringat dan bertahan selama berjam-jam, yang tentu saja bisa mengganggu kenyamanan orang di sekitar.

Kedua, risiko gangguan pencernaan berupa nyeri ulu hati. Bagi penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), bawang putih mentah adalah pantangan yang serius. Sifatnya yang keras dapat mengiritasi saluran cerna dan melemahkan tonus sfingter esofagus bagian bawah, sehingga memicu asam lambung naik ke kerongkongan dan menciptakan sensasi terbakar di dada.

Ketiga, terdapat risiko pendarahan. Bawang putih memiliki sifat antitrombotik alami yang mencegah pembekuan darah. Walaupun bagus untuk jantung, sifat ini berbahaya jika dikonsumsi berlebihan oleh orang yang sedang meminum obat pengencer darah atau mereka yang akan menjalani prosedur operasi, karena darah akan sulit membeku.

Keempat, bawang putih dapat memicu masalah pencernaan lainnya seperti kembung. Hal ini disebabkan oleh kandungan fruktan, sejenis karbohidrat yang bagi sebagian orang sulit dicerna. Ketika fruktan tidak terurai di usus halus dan terfermentasi di usus besar, hasilnya adalah produksi gas berlebih dan rasa nyeri di perut.

Kelima, bahaya iritasi tidak hanya dari dalam, tetapi juga luar. Penggunaan topikal (oles) bawang putih mentah dapat menyebabkan iritasi hingga luka bakar pada kulit. Kandungan sulfur yang panas bisa merusak jaringan kulit jika ditempelkan terlalu lama atau dalam jumlah banyak.

Keenam, waspadai reaksi alergi. Meski alami, bawang putih bisa menjadi alergen bagi sebagian orang. Gejalanya bervariasi mulai dari ruam kulit, gatal-gatal, hingga reaksi anafilaksis yang serius dan membutuhkan penanganan medis segera.

Terakhir, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan pusing akibat tekanan darah yang drop. Sifat vasodilator bawang putih memang efektif menurunkan tekanan darah, namun ini bisa menjadi bumerang bagi penderita hipotensi (darah rendah) atau mereka yang sudah mengonsumsi obat anti-hipertensi. Penurunan tekanan darah yang terlalu drastis dapat memicu pusing, pandangan kabur, hingga pingsan.
Oleh karena itu, meskipun bawang putih mentah menawarkan segudang manfaat, moderasi adalah kunci. Sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menjadikannya rutinitas harian, terutama jika Anda memiliki riwayat penyakit lambung atau gangguan darah.







