Nasional

Upaya Masif Pemulihan Pasca-Bencana: Proyek Air Bersih Sumatera Barat Dipercepat

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari Detik.com Dalam respons cepat terhadap kebutuhan mendesak masyarakat pascabencana, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah memberikan mandat strategis kepada PT Hutama Karya (Persero). Fokus utama dari penugasan ini adalah percepatan perbaikan dan pembangunan kembali infrastruktur Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di wilayah-wilayah yang terdampak bencana parah di Sumatera Barat. Langkah ini diambil sebagai prioritas utama untuk memulihkan akses vital terhadap air bersih yang sempat terputus, guna memastikan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat kembali terjamin.

Cakupan Wilayah dan Fokus Pengerjaan

Proyek ini memiliki skala yang cukup luas dengan fokus pada tiga area utama yang mengalami dampak signifikan, yaitu Kota Padang, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Pesisir Selatan. Mardiansyah, selaku Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, menegaskan komitmen perusahaan untuk tidak hanya bekerja cepat, tetapi juga menyeluruh. Mulai dari penguatan tim teknis, penerapan metode konstruksi yang adaptif terhadap medan bencana, hingga pengendalian mutu yang ketat dilakukan agar infrastruktur yang dibangun dapat bertahan dalam jangka panjang.

Secara rinci, intervensi infrastruktur yang dilakukan meliputi:

  • Kota Padang: Konsentrasi pengerjaan berada pada perbaikan empat intake (bangunan penyadap air) utama, yaitu Intake Palukahan, Taban, Latung, dan Guo Kuranji. Selain itu, dilakukan penambahan fasilitas bak prasedimentasi di Intake Gunung Pangilun serta pemasangan jaringan pipa transmisi dan distribusi baru.
  • Kabupaten Agam: Pekerjaan difokuskan pada perbaikan intake dan pipa transmisi, serta pembangunan unit Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru yang memiliki kapasitas 20 liter per detik, sebuah peningkatan signifikan untuk suplai air lokal.
  • Kabupaten Pesisir Selatan: Upaya pemulihan menyasar pada level komunitas dengan memperbaiki delapan titik Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

Progres Lapangan dan Tantangan Teknis

Saat ini, sorotan utama pengerjaan berada di jalur krusial Kota Padang, khususnya pipa transmisi air baku dari Intake Palukahan. Sistem ini mengandalkan dua jalur pipa. Kabar baiknya, jalur pertama telah berhasil difungsikan kembali melalui kerja sama dengan PDAM Kota Padang, sehingga IPA Palukahan kini sudah beroperasi pada 50% kapasitasnya.

Untuk mengejar pemulihan 100%, Hutama Karya kini tengah “ngebut” menyelesaikan jalur kedua menggunakan pipa HDPE (High Density Polyethylene). Hingga akhir Desember 2025, progres fisik telah mencapai angka yang menggembirakan, yakni sekitar 75% dengan 1.134 meter pipa yang sudah terpasang dari target total 1.500 meter.

Tantangan di lapangan tidaklah ringan, mengingat kondisi medan pascabencana yang sering kali sulit diakses. Namun, dengan dukungan material dari Kementerian PU dan sinergi bersama PDAM setempat, penyelesaian jalur kedua ini ditargetkan rampung dalam waktu dekat.

Harapan Jangka Panjang

Proyek ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan bagian integral dari program tanggap bencana nasional yang didukung oleh Danantara Indonesia. Dengan kembalinya aliran air bersih yang stabil, diharapkan beban masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari dapat berkurang drastis, sekaligus mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi di Sumatera Barat pasca musibah yang melanda.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version