Entertainment
Kronologi Dugaan Pelecehan Mohan Hazian: Korban Buka Suara
Semarang (usmnews)– Jagat media sosial X (sebelumnya Twitter) kembali memanas dengan kabar kurang sedap dari dunia bisnis kreatif tanah air. Nama pengusaha sekaligus pendiri brand lokal ternama Thanksinsomnia, Mohan Hazian, mendadak menjadi perbincangan hangat warganet. Ia terseret dalam isu dugaan pelecehan Mohan Hazian terhadap seorang wanita yang baru-baru ini memberanikan diri untuk speak up atau buka suara.
Kasus ini bermula dari sebuah utas (thread) yang viral di media sosial. Akibatnya, citra sang pengusaha yang selama ini lekat dengan kesuksesan brand distro tersebut kini mendapat sorotan tajam. Publik pun bertanya-tanya mengenai kebenaran dan detail kejadian yang sebenarnya.
Awal Mula Kasus Mencuat ke Publik
Melansir kronologi lengkap dari Beautynesia, korban menceritakan pengalaman traumatisnya melalui akun media sosial pribadi. Cerita bermula ketika korban dan terduga pelaku terlibat dalam sebuah interaksi yang awalnya terlihat wajar.
Menurut pengakuan korban, Mohan mengajaknya untuk bertemu. Namun, situasi berubah menjadi tidak nyaman ketika pertemuan tersebut mengarah pada tindakan yang tidak senonoh tanpa persetujuan (konsensual). Korban merasa terpojok dan tidak berdaya saat kejadian tersebut berlangsung.
“Korban mengungkapkan detail kejadian untuk memberikan peringatan kepada wanita lain agar lebih berhati-hati,” tulis ulasan dalam pemberitaan tersebut.
Selain itu, korban juga menyertakan beberapa bukti percakapan untuk memperkuat argumennya. Hal ini lantas memicu kemarahan warganet yang langsung menyerbu akun media sosial milik Mohan dan brand yang ia dirikan.
Reaksi Warganet dan Dampak pada Brand
Selanjutnya, kasus dugaan pelecehan Mohan Hazian ini memicu gelombang boikot dari sebagian netizen. Mereka menyayangkan sikap seorang figur publik yang seharusnya menjadi contoh justru terlibat dalam skandal moral yang serius.
Banyak pihak mendesak agar kasus ini segera mendapat penanganan hukum yang adil. Warganet menilai bahwa keberanian korban untuk bersuara patut mendapat apresiasi dan perlindungan, mengingat sulitnya bagi korban pelecehan seksual untuk mengungkapkan kebenaran di ruang publik.
Namun, hingga berita ini turun, publik masih menunggu klarifikasi resmi atau langkah hukum lanjutan dari kedua belah pihak. Asas praduga tak bersalah tetap harus kita junjung tinggi sembari menunggu bukti-bukti yang lebih valid.
Pentingnya Ruang Aman bagi Perempuan
Di sisi lain, kasus ini kembali menjadi pengingat keras bagi masyarakat tentang pentingnya menciptakan ruang aman bagi perempuan. Kekerasan seksual bisa terjadi di mana saja dan menimpa siapa saja, tanpa memandang status sosial pelaku.
Oleh karena itu, dukungan moral terhadap para penyintas kekerasan seksual harus terus mengalir. Masyarakat perlu berdiri bersama korban dan mengawal kasus-kasus seperti ini agar keadilan bisa tegak.
Kesimpulannya, skandal yang menyeret nama besar di industri kreatif ini menjadi pelajaran berharga. Reputasi yang seseorang bangun bertahun-tahun bisa runtuh seketika akibat tindakan yang melanggar etika dan hukum.
Baca Juga: Alasan Syifa Hadju Enggan Tampil “Couple” dengan El Rumi di Hari Raya Lebaran