Blog

Tantangan Unik Vino G. Bastian: Ketika Sang Aktor Papan Atas Harus “Lupa” Cara Berakting

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari CNN Indonesia. Dalam dunia perfilman Indonesia, nama Vino G. Bastian sudah tidak asing lagi sebagai salah satu aktor dengan kemampuan seni peran yang mumpuni.

Namun, dalam proyek film terbarunya yang berjudul Lupa Daratan, Vino dihadapkan pada sebuah ironi yang menggelitik sekaligus menantang: ia harus memerankan seorang karakter yang justru kehilangan kemampuan aktingnya sama sekali.

Film yang mulai tayang pada 11 Desember 2025 di layanan streaming Netflix ini menjadi wadah eksplorasi baru bagi Vino yang telah berkecimpung di industri hiburan sejak tahun 2004.

Dalam film bergenre komedi garapan sutradara dan penulis naskah Ernest Prakasa ini, Vino memerankan tokoh bernama Vino Agustian.

Dikisahkan, Vino Agustian adalah seorang bintang film yang sedang berada di puncak kejayaannya. Ia telah memenangkan berbagai penghargaan bergengsi, namun kesuksesan tersebut membuatnya menjadi sosok yang sombong dan angkuh.

Konflik utama dimulai ketika di tengah persiapan sebuah proyek besar, sang aktor arogan ini tiba-tiba kehilangan sentuhan magisnya di depan kamera. Ia mendadak tidak bisa berakting, sebuah bencana yang mengancam untuk menghancurkan karier cemerlang yang telah ia bangun.

Bagi Vino G. Bastian yang asli, peran ini memberikan tantangan yang sangat subjektif dan rumit. Ia mengungkapkan bahwa kesulitan terbesarnya bukanlah berakting bagus, melainkan bagaimana meyakinkan penonton bahwa karakternya benar-benar gagal dalam berakting.

Dalam sesi gala premiere yang diadakan di Jakarta pada hari Rabu (10/12), Vino berbagi cerita mengenai proses pencarian karakter tersebut. Ia menuturkan bahwa mendefinisikan “akting jelek” itu tidak mudah.

Saat proses pembacaan naskah (reading), ia kerap mencoba berbagai gaya akting yang buruk, namun rekan-rekannya masih merasa bahwa itu belum cukup terlihat “gagal”. Ia harus menemukan titik keseimbangan yang pas di mana penonton bisa percaya bahwa karakter Vino Agustian benar-benar buntu, bukan sekadar aktor yang sedang bercanda.

Menariknya, Vino juga merefleksikan peran ini ke dalam kehidupan nyata kariernya yang panjang. Aktor yang telah tujuh kali masuk nominasi Piala Citra ini mengaku bersyukur karena di dunia nyata ia belum pernah mengalami “kelumpuhan” kemampuan akting seperti karakternya. Kendati demikian, ia tidak menampik adanya tantangan teknis lain di lapangan, seperti lupa dialog yang cukup sering terjadi.

Lebih dalam lagi, Vino menyoroti fenomena “kebal akting” yang kadang ia rasakan. Ini adalah kondisi di mana seorang aktor kehilangan rasa atau feel terhadap sebuah adegan karena terlalu sering diulang (retake).

Alih-alih semakin tajam, emosi yang ingin disampaikan justru menjadi tumpul. Hal ini sering kali terjadi pada adegan-adegan yang menuntut muatan emosional tinggi, di mana repetisi justru bisa memudarkan keaslian rasa yang ingin dibangun.

Film Lupa Daratan sendiri diproduksi oleh Imajinari Pictures khusus untuk Netflix. Selain menampilkan Vino G. Bastian sebagai poros cerita, film ini juga didukung oleh jajaran aktor berbakat lainnya seperti Dea Panendra, Agus Kuncoro, Emil Kusumo, dan Mike Lucock.

Melalui tangan dingin Ernest Prakasa, film ini tidak hanya menawarkan komedi segar tentang sisi lain dunia hiburan, tetapi juga mengajak penonton melihat sisi manusiawi dari seorang bintang yang harus jatuh tersungkur untuk belajar kembali menapak bumi.

Bagi para penggemar film Indonesia, melihat Vino G. Bastian berjuang untuk terlihat “kaku” di depan kamera tentu akan menjadi hiburan tersendiri yang menyegarkan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version