Lifestyle
Jejak Kontroversi dan Profil Timothy Ronald: Dari Pernyataan “Sekolah Itu Scam” hingga Jeratan Dugaan Penipuan
Semarang (usmnews) – Dikutip dari kompas.com Nama Timothy Ronald belakangan ini kembali menjadi pusat perhatian publik setelah munculnya laporan hukum terkait dugaan penipuan investasi. Influencer muda yang selama ini dikenal sebagai pakar keuangan dan pegiat aset kripto ini dilaporkan ke pihak kepolisian pada awal Januari 2026. Laporan tersebut dilayangkan oleh seorang individu bernama Younger beserta sejumlah anggota lainnya yang tergabung dalam komunitas investasi “Akademi Crypto”. Komunitas ini merupakan platform edukasi dan investasi yang didirikan oleh Timothy bersama rekannya, Kalimasada.
Dalam laporan tersebut, Timothy dan koleganya diduga melakukan praktik penipuan dengan skema mengajak para anggota untuk menanamkan modal pada aset-aset kripto tertentu. Namun, alih-alih mendapatkan keuntungan sebagaimana yang dijanjikan, para investor menduga bahwa pergerakan aset tersebut dimanipulasi untuk kepentingan pribadi sang influencer. Salah satu korban, Younger, mengeklaim telah mengalami kerugian finansial yang sangat besar, mencapai angka Rp3 miliar. Kasus ini menjadi sebuah ironi mengingat Timothy selama ini membangun citra sebagai sosok yang sukses secara finansial di usia muda melalui pemahaman investasi yang cerdas.
Jauh sebelum terseret masalah hukum, Timothy sudah sering memicu perdebatan lewat pernyataan-pernyataannya yang provokatif. Salah satu yang paling populer adalah ucapannya bahwa “sekolah itu scam” atau penipuan. Dalam berbagai kesempatan, ia mengklarifikasi bahwa kritik tajamnya bukan ditujukan pada esensi pendidikan itu sendiri, melainkan pada sistem persekolahan formal yang menurutnya tidak relevan dengan kebutuhan dunia kerja masa kini. Namun, pandangan ini sering kali dianggap meremehkan institusi pendidikan oleh banyak kalangan.
Menilik latar belakang pribadinya, pria kelahiran Tangerang Selatan pada 22 September 2000 ini memiliki kisah hidup yang cukup berliku. Saat berusia 15 tahun, kedua orang tuanya memutuskan untuk berpisah. Alih-alih mengikuti salah satu dari mereka, Timothy memilih untuk hidup mandiri karena saat itu ia sudah memiliki penghasilan sendiri. Ia bahkan mengaku telah mampu membeli mobil dan membiayai kebutuhan ibu serta saudara-saudaranya secara finansial. Kemandirian ini memupuk rasa percaya diri yang tinggi, hingga ia sempat merasa tidak lagi membutuhkan dukungan finansial dari ayahnya.
Riwayat pendidikannya menunjukkan bahwa Timothy pernah mengenyam pendidikan di sekolah Kristen Penabur, sebuah institusi yang dikenal memiliki standar akademik yang ketat. Ia menceritakan bahwa di masa sekolah, ia sering terlambat membayar iuran karena harus menanggung biaya pendidikannya sendiri. Setelah lulus sekolah menengah, ia melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi di Universitas Bina Nusantara (Binus) pada tahun 2018 dengan mengambil jurusan Sistem Informasi. Menariknya, data dari PDDikti menunjukkan statusnya telah “dikeluarkan” pada tahun ajaran 2022/2023, meskipun dalam beberapa kesempatan di media sosial, Timothy membantah bahwa dirinya terkena drop out.
Kini, sosok yang dahulu membagikan tips untuk cepat kaya ini harus menghadapi konsekuensi hukum atas dugaan penipuan yang melibatkan platform miliknya. Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan dalam berinvestasi di dunia kripto, sekaligus menyoroti dinamika profil seorang influencer yang hidupnya penuh dengan narasi kesuksesan instan namun berakhir dengan polemik hukum yang serius.