Connect with us

Nasional

Ratusan Siswa SMP Blora Tumbang Diduga Akibat Menu Makan Bergizi Gratis (MBG)

Published

on

Blora (usmnews) – Dikutip Merdeka.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora terpaksa mengambil langkah serius dengan menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) setelah insiden dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Blora. Peristiwa ini mencuat setelah para pelajar mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan bagian dari program pemerintah.

Kronologi dan Gejala : ​Kejadian yang mengkhawatirkan ini terjadi pada hari Selasa, 25 November 2025, sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah menyantap hidangan MBG yang disediakan, sejumlah besar siswa mulai menunjukkan gejala gangguan kesehatan yang seragam. Keluhan utama yang dilaporkan meliputi mual, muntah, dan diare. Gejala ini umumnya dirasakan oleh siswa tidak lama setelah mengonsumsi makanan tersebut, meskipun ada juga yang baru merasakannya setelah pulang sekolah.

Menurut Kepala SMPN 1 Blora, Ainur Rofiq, pihaknya membenarkan adanya laporan dari para siswa yang mengeluhkan diare setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar. Jumlah siswa yang terdampak sangat signifikan, bahkan mencapai lebih dari seratus orang. Data terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 200 siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan.

Tindak Lanjut dan Penanganan Medis​ : Menanggapi laporan yang masuk dan melihat masifnya jumlah korban, pihak sekolah segera mengambil tindakan cepat. Para siswa yang sakit kemudian diperiksa kesehatannya secara intensif. Sebagian besar siswa mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan terdekat, termasuk Rumah Sakit Djawatan Kesetahan Tentara (DKT) dan RSUD Blora, pada hari Rabu, 26 November 2025.

Penanganan cepat ini bertujuan untuk memastikan semua siswa mendapatkan pertolongan yang memadai dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Kondisi darurat ini mendorong otoritas kesehatan setempat untuk bergerak cepat dalam menangani kasus keracunan makanan massal ini.

Penetapan Status KLB dan Penarikan Menu Puncak dari kegawatan situasi ini adalah keputusan Pemkab Blora untuk menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Keputusan ini didasarkan pada jumlah kasus yang sangat besar dan tersebar di satu lokasi, yaitu SMPN 1 Blora. Penetapan status KLB memungkinkan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan sumber daya dan mempercepat penanganan kasus, termasuk langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Investigasi dan Sorotan Publik​ Dugaan keracunan ini memicu sorotan tajam, terutama dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Blora. Anggota dewan mendesak agar dilakukan penyelidikan mendalam terhadap pengelolaan program MBG, khususnya mengenai proses pengadaan, persiapan, dan distribusi makanan. Mereka meminta agar pihak-pihak yang terbukti lalai dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan diberikan sanksi yang tegas. Kasus ini menambah daftar panjang insiden keracunan yang diduga terkait dengan program MBG di berbagai daerah, yang telah diluncurkan sejak Januari 2025, sehingga menimbulkan pertanyaan besar tentang standar dan pengawasan kualitas menu.

Sampel makanan yang dikonsumsi oleh para siswa telah diambil dan dikirimkan ke laboratorium untuk dianalisis, guna mengidentifikasi bakteri atau zat penyebab keracunan. Hasil uji laboratorium ini sangat krusial untuk memastikan sumber masalah dan menentukan langkah hukum serta perbaikan yang harus diambil. Hingga berita ini dimuat, kasus ini masih terus dalam proses penyelidikan intensif oleh pihak berwenang di Blora.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *