Connect with us

Nasional

Potensi Luas Panen Padi Mengalami Penurunan Pada Periode Juli Hingga September

Published

on

Semarang (usmnews) – Badan Pusat Statistik merilis perkiraan terbaru mengenai kinerja sektor pertanian nasional untuk triwulan ketiga. Potensi luas panen padi berpotensi menyusut sekitar 1,26 persen daripada pencapaian periode serupa tahun lalu. Angka luas lahan kini bergerak menuju kisaran 3,15 juta hektare hingga akhir September mendatang. Kondisi ini otomatis mengancam jumlah produksi gabah kering giling serta pasokan beras secara nasional. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan analisis ini secara terbuka.

“Bergantung pada kondisi pertanaman padi sepanjang Juli-September 2026, seperti ketika ada serangah hama atau organisme pengganggu tanaman, banjir, kekeringan, ataupun waktu relisasi panen petani yang berubah,” ujar Ateng.

Dampak Penurunan Luas Panen Terhadap Produksi Beras Nasional

Infografis, Produksi Beras RI dari Soeharto-Prabowo: Siapa Pecah Rekor?

Penyusutan areal pertanian memicu penurunan volume panen gabah hingga menyentuh angka 16,25 juta ton. Oleh karena itu, estimasi pasokan beras nasional juga berpotensi merosot hingga mencapai 9,36 juta ton. Ateng Hartono mengonfirmasi penurunan angka produksi beras tersebut secara langsung saat rilis data resmi.

“Jadi untuk produksi beras dari Juli-September 2026 diperkirakan sebesar 9,36 juta ton atau turun sebanyak 0,08 juta ton,” tutur Ateng.

Perubahan cuaca ekstrem serta serangan hama dapat mengganggu realisasi hasil pertanian warga di daerah. Namun, pemerintah tetap optimis melakukan berbagai langkah mitigasi untuk menyelamatkan hasil tani musim ini.

Perbandingan Kinerja Panen Padi Semester Pertama Dengan Target Mendatang

Varietas Unggul Baru Padi Untuk Lahan Sawah Tadah Hujan | Diperpa Badung

Proyeksi penurunan pada triwulan ketiga ini sangat berkebalikan dengan capaian positif pada bulan Juni. Realisasi panen bulan lalu justru melonjak 6,93 persen dan menghasilkan gabah melimpah bagi pasar. Namun, potensi luas panen padi pada periode depan tetap membutuhkan pengawasan ekstra ketat dari para pemangku kepentingan.

Secara kumulatif, realisasi luas panen padi selama Januari hingga Juni 2026 telah mencapai 6,31 juta hektare. Pada semester pertama ini, produksi padi nasional mencatatkan angka 33,58 juta ton gabah kering giling. Sementara itu, total produksi beras nasional sepanjang semester awal berhasil mencapai 19,35 juta ton. Akan tetapi, ancaman kekeringan musim kemarau memerlukan kewaspadaan tinggi agar target ketahanan pangan tetap tercapai.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Secret Link