Nasional
Tanggap! Penyaluran Air Bersih Lereng Merapi Atasi Krisis Air di Klaten

Semarang (usmnews) – Penyaluran Air Bersih Lereng Merapi terus digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pempemkab) Klaten untuk mengatasi bencana kekeringan yang melanda kawasan lereng Gunung Merapi. Langkah tanggap darurat melalui kegiatan Penyaluran Air Bersih Lereng Merapi ini dipimpin langsung oleh Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, dengan mendistribusikan sebanyak 14 armada mobil tangki air ke desa-desa terdampak di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Table of Contents
Dalam aksi sosial penanganan krisis air bersih tersebut, Bupati Klaten didampingi oleh Plt Sekda Klaten Joko Purwanto, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Klaten Syahruna, serta jajaran pejabat daerah lainnya. Pasokan air bersih disalurkan secara langsung ke sejumlah lokasi rawan kekeringan di Kecamatan Kemalang, meliputi Desa Sidorejo, Tlogowatu, Kendalsari, dan Tegalmulyo. Kedatangan bantuan ini disambut antusias oleh warga setempat yang berbondong-bondong membawa ember dan jeriken untuk menampung air dari bak penampungan maupun tandon darurat yang telah disiapkan petugas.
Upaya Pemkab Klaten dalam Penyaluran Air Bersih Lereng Merapi

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, membeberkan bahwa selama musim kemarau berlangsung, pemerintah daerah menjadwalkan pendistribusian air secara rutin setiap hari untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat setempat.
“Musim kemarau ini kita setiap hari droping air bersih sebanyak 13 tangki. Alhamdulillah kita dibantu banyak stakeholder, matur nuwun,” ungkap Hamenang usai memimpin penanganan krisis air bersih kepada para wartawan pada Selasa (1/9/2026) siang.
Hamenang menjelaskan bahwa keberhasilan program ketersediaan air ini tidak lepas dari sinergi berbagai pihak. Pasokan bantuan air bersih bersumber dari aksi gotong royong relawan, instansi pemerintah, program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, hingga organisasi kemasyarakatan. Fokus penanganan jangka pendek ini diprioritaskan untuk empat desa utama di wilayah Kecamatan Kemalang yang memang langganan mengalami kelangkaan air saat kemarau tiba.
“Di wilayah Kecamatan Kemalang ada empat desa itu tadi. Yang insyaallah ke depan akan diselesaikan perlahan,” lanjut Hamenang menerangkan langkah antisipasi daerah.
Solusi Jangka Panjang: Pipa Sumur DDI dan Balai Besar Bengkalan Solo
Guna memberikan solusi yang permanen agar warga tidak terus-menerus bergantung pada bantuan armada tangki air setiap tahunnya, BPBD Kabupaten Klaten bersama Pemkab telah menyiapkan skenario penanganan jangka panjang. Salah satu langkah cepat yang diambil adalah berkolaborasi dengan pengurus Dewan Dakwah Indonesia (DDI) yang memiliki fasilitas sumur bor dan tandon air di wilayah Kemalang.
“Kemarin pak Kalak BPBD sudah berkoordinasi dengan Dewan Dakwah Indonesia yang punya sumur di Kemalang sekaligus tandonnya. Setelah kontak berkomunikasi akhirnya diperbolehkan, ini nanti bisa menyelesaikan di dua desa,” tutur Hamenang secara rinci.
Skenario teknisnya, air bersih dari sumur milik DDI akan ditarik menggunakan saluran pipa melintasi jalur menanjak sepanjang 1,5 kilometer menuju tandon tertinggi di area atas. Dari tandon puncak tersebut, pasokan air dialirkan secara gravitasi menuju pemukiman warga di Desa Sidorejo dan Desa Kendalsari.
Selain memanfaatkan sumur DDI, Pemkab Klaten juga berkoordinasi erat dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Pihak balai besar berencana membangun fasilitas sumur bor baru pada tahun ini untuk melayani dua desa lainnya, yaitu Desa Tegalmulyo dan Desa Tlogowatu. Dari hasil survei geolistrik di lapangan, telah ditemukan titik sumber air dengan potensi debit mencapai 5 liter per detik yang diproyeksikan mampu menyelesaikan krisis air bersih warga secara permanen mulai tahun depan.
Data Realisasi Pendistribusian Air BPBD Klaten
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Klaten, Syahruna, membeberkan data akumulasi operasional pendistribusian air sejak masa tanggap darurat dibuka pada 15 Juni hingga 1 September 2026. Selama periode tersebut, total armada tangki yang telah dikerahkan mencapai 722 unit dengan kapasitas tiap tangki sebesar 5.000 liter.
“Total 3.606.000 liter sudah disalurkan. Dari APBD sebanyak 714 tangki, dan CSR ada lima tangki dengan jumlah penerima total 16.504 jiwa,” jelas Syahruna memberikan rincian data bantuan.
Melalui Penyaluran Air Bersih Lereng Merapi yang konsisten serta percepatan pembangunan sarana infrastruktur air perpipaan dan sumur bor baru, Pemkab Klaten optimistis krisis air bersih di kawasan lereng Merapi dapat teratasi secara menyeluruh dan berkelanjutan.







