Connect with us

Business

Pemerataan Pendidikan Nasional, Investasi Strategis Rp 26,24 Triliun untuk Transformasi Sekolah Rakyat Tahap II

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari Tribunnews, Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat fondasi sumber daya manusia melalui penguatan infrastruktur pendidikan.

Dalam pengumuman terbaru, pemerintah telah meresmikan alokasi anggaran yang sangat signifikan, yakni sebesar Rp 26,24 triliun, yang dikhususkan untuk kelanjutan program Sekolah Rakyat Tahap II. Proyek ambisius ini ditargetkan untuk menyentuh 104 lokasi yang tersebar di berbagai wilayah strategis di seluruh penjuru tanah air.

Skala Anggaran dan Fokus Pembangunan

​Anggaran fantastis senilai lebih dari 26 triliun rupiah ini bukanlah sekadar angka untuk pemeliharaan rutin. Dana tersebut dialokasikan secara khusus untuk melakukan revitalisasi total dan pembangunan infrastruktur pendidikan yang lebih modern dan inklusif. Program Tahap II ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan tahap pertama yang berfokus pada daerah-daerah tertinggal.

​Pada fase kali ini, fokus utama pemerintah meliputi:

  • Modernisasi Ruang Kelas: Mengganti fasilitas belajar yang sudah tidak layak dengan gedung yang memenuhi standar keamanan dan kenyamanan.
  • Integrasi Teknologi: Penyediaan infrastruktur digital di tiap lokasi untuk mendukung sistem pembelajaran berbasis teknologi.
  • Fasilitas Penunjang: Pembangunan laboratorium sains, perpustakaan digital, serta fasilitas sanitasi yang higienis di lingkungan sekolah.

Distribusi di 104 Lokasi Strategis

​Pemilihan 104 lokasi ini dilakukan melalui kajian mendalam mengenai tingkat kerusakan bangunan sekolah dan kepadatan penduduk usia sekolah di wilayah tersebut. Pemerintah berupaya memastikan bahwa tidak ada disparitas atau kesenjangan kualitas antara sekolah di pusat kota dengan sekolah yang berada di wilayah pinggiran. Dengan menyasar 104 titik ini, diharapkan akses pendidikan berkualitas dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat kelas bawah yang menjadi target utama program “Sekolah Rakyat”.

​”Investasi pada sekolah rakyat adalah investasi pada masa depan bangsa. Anggaran ini harus dikelola dengan transparansi penuh agar setiap rupiahnya benar-benar berubah menjadi gedung sekolah yang kokoh dan fasilitas belajar yang memadai,” ujar perwakilan kementerian terkait dalam laporannya.

Dampak Sosial dan Ekonomi

​Selain meningkatkan kualitas pendidikan, proyek senilai Rp 26,24 triliun ini juga diprediksi akan memberikan stimulus ekonomi lokal di sekitar lokasi pembangunan. Penyerapan tenaga kerja konstruksi lokal dan penggunaan material bangunan dari penyedia daerah diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi di 104 wilayah tersebut selama masa pembangunan berlangsung.

​Langkah ini dipandang sebagai salah satu pilar utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, di mana pendidikan menjadi kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan daya saing bangsa di level internasional.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *