Business
Optimisme Sektor Pertanian 2026: Kesiapan Sistem Digital dan Kelancaran Penebusan Pupuk Subsidi Sejak Dini Hari
Semarang (usmnews) – Dikutip Merdeka.com Memasuki hari pertama tahun 2026, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama PT Pupuk Indonesia (Persero) menunjukkan kesiapan luar biasa dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Tepat pada tanggal 1 Januari 2026 pukul 00.00 WIB, sistem penebusan pupuk bersubsidi resmi dibuka dan langsung dimanfaatkan oleh para petani di berbagai wilayah Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa infrastruktur digital dan rantai pasok pupuk telah siap beroperasi tanpa hambatan sejak detik pertama pergantian tahun.
Berdasarkan data yang dihimpun, hanya dalam waktu singkat setelah pergantian tahun, telah tercatat ratusan transaksi penebusan pupuk oleh petani. Pada periode dini hari, sekitar pukul 00.00 hingga 00.30 WIB, tercatat lebih dari 200 transaksi yang berhasil diproses. Secara lebih rinci, hingga menit ke-16 awal tahun, terdapat 147 transaksi yang terbagi melalui dua metode utama: aplikasi i-Pubers yang berbasis Kartu Tanda Penduduk (KTP) serta penggunaan Kartu Tani. Aktivitas ini tersebar di berbagai daerah, menandakan bahwa aksesibilitas pupuk kini semakin merata dan mudah dijangkau oleh petani meskipun di waktu libur nasional.
Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian menegaskan bahwa kelancaran ini adalah hasil dari koordinasi intensif dan pembaruan sistem yang dilakukan jauh-jauh hari. Kesiapan stok pupuk nasional juga berada pada level yang sangat aman, dengan total mencapai 1,04 juta ton, baik pupuk subsidi maupun nonsubsidi. Stok tersebut telah disebar ke ratusan gudang lini di seluruh penjuru negeri untuk memastikan tidak ada kekosongan pasokan di tingkat kios resmi.
Selain kesiapan fisik barang, keberhasilan ini didorong oleh implementasi teknologi informasi yang mumpuni. Penggunaan Command Center dan integrasi data petani yang lebih akurat membuat proses penebusan menjadi transparan dan tepat sasaran. Petani kini tidak perlu menunggu pagi atau hari kerja untuk mendapatkan pupuk; selama kios beroperasi, sistem digital siap melayani kapan saja. Langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan stabilitas produksi pertanian nasional sejak awal musim tanam tahun 2026. Dengan distribusi yang tepat waktu dan sistem yang handal, diharapkan target produktivitas pangan tahun ini dapat tercapai secara optimal.