Connect with us

Education

Mengenal Sensasi Phantom Limb dan Penyebab Ilmiahnya

Published

on

Semarang (usmnews) – Banyak pasien operasi amputasi tetap merasakan kehadiran anggota tubuh yang telah hilang. Sebab, mereka mengalami sebuah fenomena medis unik bernama sensasi phantom limb pascaoperasi. Kondisi medis aneh ini dialami oleh sembilan puluh persen pasien amputasi. Meskipun demikian, beberapa pasien hanya merasakan kondisi ini selama beberapa minggu saja. Namun, sebagian orang lainnya bisa merasakan kehadiran organ tersebut selama bertahun-tahun. Para ilmuwan medis terus meneliti penyebab utama di balik fenomena unik ini. Oleh karena itu, penemuan riset terbaru memberikan pandangan ilmiah yang sangat menarik.

Penyebab Ilmiah Munculnya Sensasi Phantom Limb Menurut Peneliti

Teori lama menyebutkan bahwa operasi amputasi mengubah peta tubuh di dalam otak. Namun, riset terbaru jurnal Nature Neuroscience menunjukkan hasil yang jauh sangat berbeda. Sebab, peta organ tubuh di dalam otak manusia ternyata tetap sangat stabil. Para peneliti membuktikan bahwa organ tubuh lain tidak mengambil alih area otak. Oleh sebab itu, pasien tetap merasakan kehadiran tangan atau kaki yang hilang. Stabilitas otak inilah yang memicu timbulnya sensasi phantom limb secara sangat jelas. Bahkan, pemindaian otak pasien membuktikan bahwa peta tubuh tidak mengalami kerusakan sama sekali.

Kondisi medis ini tidak hanya menimbulkan perasaan rasa biasa yang cukup aneh. Selain itu, pasien sering menderita sensasi nyeri seperti rasa terbakar atau tertusuk. Oleh karena itu, terapi pengobatan tidak boleh bertujuan memperbaiki kerusakan peta otak. Para dokter harus mencari penyebab fisik lain seperti cedera saraf yang terputus. Selanjutnya, perawatan saraf yang tepat akan meredakan rasa sakit secara lebih efektif. Seorang pasien kecelakaan mobil di Amerika Serikat menceritakan pengalaman medisnya yang nyata. Pasien asal Amerika Serikat itu mengunjungi pusat studi otak di California ini. Padahal, tangan kanan pasien tersebut sudah diamputasi sejak dia berusia delapan belas tahun. Akibatnya, dia terus mengalami rasa nyeri terbakar yang sangat hebat setiap harinya.

Pasien itu merasakan sensasi kehadiran lima jari tangan secara sangat nyata sekali. Padahal, sejak lahir dia memiliki kelainan tubuh yakni tidak memiliki jari telunjuk. Akibatnya, kasus unik ini membuktikan bahwa ingatan sistem saraf bekerja sangat kompleks. Dengan demikian, fenomena sensasi phantom limb membutuhkan penanganan khusus dari dokter saraf. Pemahaman ilmiah yang tepat akan membantu rumah sakit merawat pasien amputasi dengan baik. Pada akhirnya, keluarga wajib memberikan dukungan moral kepada pasien dalam masa pemulihan panjang. Oleh karena itu, jangan pernah mengabaikan keluhan rasa sakit dari pasien pascaoperasi amputasi. Sinergi antara keluarga dan tim medis akan mempercepat adaptasi psikologis pascaoperasi tersebut. Meskipun demikian, pengobatan rasa nyeri ini memerlukan tingkat kesabaran yang sangat tinggi.