Tech
Membangun Benteng Digital: Mengenal Fitur Scam Checker dari DANA sebagai Langkah Preventif Kejahatan Siber

Semarang (usmnews) – Dikutip dari detik.inet Transformasi digital yang begitu pesat di sektor keuangan telah mengubah gaya hidup masyarakat modern, di mana penggunaan dompet digital (e-wallet) kini menjadi kebutuhan primer untuk berbagai transaksi harian. Salah satu pemain utama dalam ekosistem ini, DANA, terus memfasilitasi kemudahan pembayaran bagi jutaan penggunanya. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa di balik kenyamanan dan kecepatan transaksi non-tunai, terdapat ancaman nyata yang mengintai. Para pelaku kejahatan siber terus mencari celah dengan memanfaatkan kelengahan pengguna melalui berbagai modus penipuan yang semakin canggih dan manipulatif. Menyadari urgensi tersebut, kewaspadaan pengguna menjadi kunci pertahanan pertama. Sangat krusial bagi setiap individu untuk tidak gegabah dalam merespons pesan asing atau melakukan transfer dana tanpa verifikasi yang jelas.
Guna menjawab tantangan keamanan ini, DANA mengambil langkah proaktif dengan memperkokoh sistem keamanannya melalui program Jaminan Anti Penipuan. Inovasi paling menonjol dari program ini adalah peluncuran fitur Scam Checker, sebuah alat deteksi dini yang dirancang khusus untuk memitigasi risiko penipuan sebelum kerugian finansial terjadi. Fitur Scam Checker dapat diakses dengan mudah oleh pengguna melalui menu DANA Protection di dalam aplikasi. Mekanisme kerjanya sangat sederhana namun berdampak besar; pengguna hanya perlu memasukkan data mencurigakan yang mereka terima, baik berupa nomor telepon seluler, tautan situs web (link), nama akun media sosial, maupun nomor rekening bank yang mengklaim diri sebagai pihak resmi DANA atau pihak terkait lainnya. Setelah data dimasukkan, sistem DANA akan bekerja secara otomatis memindai basis data keamanan mereka.

Keunggulan utama dari fitur ini adalah integrasinya yang kuat dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Kolaborasi ini memastikan bahwa proses verifikasi didasarkan pada data yang valid dan terbarukan, sehingga hasil pengecekan memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Apabila sistem mendeteksi bahwa identitas atau kontak yang dicek tidak terdaftar sebagai representasi resmi DANA atau terindikasi berbahaya, pengguna akan segera menerima peringatan atau notifikasi bahaya (“Red Flag”). Peringatan ini berfungsi sebagai rem darurat bagi pengguna untuk menghentikan interaksi lebih lanjut.Lebih dari sekadar alat teknis, Scam Checker memiliki misi edukasi untuk meningkatkan literasi keamanan digital masyarakat Indonesia. Sebagian besar kasus kejahatan siber, seperti pencurian saldo atau pengambilalihan akun, terjadi melalui teknik rekayasa sosial (social engineering) yang memanipulasi psikologis korban.
Dengan membiasakan diri menggunakan fitur pengecekan ini, pengguna dapat mematahkan rantai penipuan tersebut sejak tahap awal. Selain itu, fitur ini bersifat partisipatif. Jika pengguna menemukan indikasi kuat adanya penipuan melalui hasil pengecekan, mereka didorong untuk segera membuat laporan melalui aplikasi. Laporan dari pengguna ini sangat berharga karena akan memperkaya basis data DANA dan Komdigi, yang pada akhirnya membantu melindungi pengguna lain dari ancaman serupa di masa depan. Secara keseluruhan, kehadiran Scam Checker diharapkan dapat membentuk kebiasaan baru yang positif (new habit) di kalangan pengguna dompet digital. Melakukan verifikasi sebelum bertindak—terutama saat diminta menyerahkan data sensitif seperti kode OTP, PIN, atau data pribadi—harus menjadi standar prosedur bagi siapa pun demi menciptakan ekosistem keuangan digital yang aman dan tepercaya.







