Connect with us

Education

Mahasiswa KKN USM Gandeng Translator Profesional, Beri Pelatihan Mandarin Gratis untuk Pencari Kerja

Published

on

Semarang (USMNEWS) – Suasana Balai Kelurahan Purwoyoso tampak lebih semarak dari biasanya pada Jumat (10/7/2026). Belasan peserta yang terdiri atas pemuda Karang Taruna, masyarakat usia produktif, lulusan SMA/SMK, serta pencari kerja mengikuti kegiatan Pelatihan Kesiapan Kerja Industri dan Mandarin Praktis sebagai Upaya Peningkatan Daya Saing SDM Masyarakat Kelurahan Purwoyoso yang diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM XXVIII Universitas Semarang (USM).

Kegiatan tersebut merupakan program kerja individu Julius Ryu Damar Pratama, mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Semarang, yang disusun berdasarkan hasil observasi lapangan, koordinasi dengan Pemerintah Kelurahan Purwoyoso, serta diskusi bersama pengurus Karang Taruna. Berdasarkan hasil observasi, Kelurahan Purwoyoso memiliki jumlah penduduk usia produktif yang cukup besar serta berada di lokasi yang strategis karena berdekatan dengan Kawasan Industri Candi (KIC), Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), dan Kawasan Industri Tambakaji. Kondisi tersebut memberikan peluang kerja yang cukup besar bagi masyarakat, namun di sisi lain juga menuntut kesiapan kerja, kemampuan komunikasi, serta kompetensi pendukung yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

Berangkat dari kondisi tersebut, Julius menginisiasi program pelatihan yang bertujuan memberikan pembekalan mengenai kesiapan memasuki dunia kerja, budaya dan etika kerja profesional, komunikasi di lingkungan kerja, serta pengenalan dasar bahasa Mandarin yang relevan dengan kebutuhan perusahaan manufaktur dan Penanaman Modal Asing (PMA). Kegiatan dilaksanakan secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, serta praktik pengucapan kosakata dan percakapan sederhana dalam bahasa Mandarin sehingga peserta dapat memahami materi secara lebih aplikatif.

Dalam pelaksanaannya, Julius berkolaborasi dengan Dewi Erviana, seorang translator profesional, sebagai narasumber pendamping pada sesi pembelajaran bahasa Mandarin. Kehadiran narasumber yang memiliki pengalaman di bidang penerjemahan dan komunikasi bahasa Mandarin diharapkan mampu memberikan wawasan yang lebih luas kepada peserta mengenai pentingnya kemampuan bahasa asing sebagai kompetensi pendukung yang memiliki nilai tambah dalam menghadapi persaingan kerja di sektor industri.

“Melalui pelatihan ini kami berharap masyarakat, khususnya pemuda, lulusan SMA/SMK, dan pencari kerja, memiliki bekal yang lebih baik dalam menghadapi proses rekrutmen maupun dunia kerja. Selain memahami budaya kerja industri, peserta juga memperoleh pengenalan dasar bahasa Mandarin sebagai kompetensi pendukung yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja di tengah perkembangan dunia industri yang semakin kompetitif,” ujar Julius.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dan apresiasi dari Kepala Kelurahan Purwoyoso, Bapak Agus Riyanto, S.E., M.M., bersama Sekretaris Kelurahan Purwoyoso, Ibu Tiwi. Menurut beliau, pelatihan yang menggabungkan materi kesiapan kerja industri dengan pengenalan bahasa Mandarin merupakan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya bagi generasi muda yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Bapak Agus Riyanto, S.E., M.M. mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN Universitas Semarang yang menghadirkan program pemberdayaan masyarakat berdasarkan hasil observasi dan kebutuhan riil di lingkungan Kelurahan Purwoyoso. Beliau berharap sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah kelurahan melalui kegiatan serupa dapat terus dikembangkan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing di dunia kerja.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung melalui keaktifan dalam sesi diskusi, tanya jawab, maupun praktik komunikasi sederhana menggunakan bahasa Mandarin. Peserta tidak hanya memperoleh wawasan mengenai budaya kerja industri dan kesiapan menghadapi proses rekrutmen, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar bahasa Mandarin dasar yang dapat menjadi kompetensi pendukung dalam menghadapi kebutuhan perusahaan, khususnya perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA).

Melalui program kerja tersebut, mahasiswa KKN PPM XXVIII Universitas Semarang tidak hanya melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menghadirkan program yang disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat. Diharapkan pelatihan kesiapan kerja industri dan Mandarin praktis ini mampu menjadi bekal awal bagi masyarakat Kelurahan Purwoyoso dalam meningkatkan kompetensi, memperluas peluang kerja, serta memperkuat daya saing sumber daya manusia di tengah perkembangan dunia industri yang semakin dinamis.S – Suasana Balai Kelurahan Purwoyoso tampak lebih semarak dari biasanya pada Jumat (10/7/2026). Belasan peserta yang terdiri atas pemuda Karang Taruna, masyarakat usia produktif, lulusan SMA/SMK, serta pencari kerja mengikuti kegiatan Pelatihan Kesiapan Kerja Industri dan Mandarin Praktis sebagai Upaya Peningkatan Daya Saing SDM Masyarakat Kelurahan Purwoyoso yang diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM XXVIII Universitas Semarang (USM).

Kegiatan tersebut merupakan program kerja individu Julius Ryu Damar Pratama, mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Semarang, yang disusun berdasarkan hasil observasi lapangan, koordinasi dengan Pemerintah Kelurahan Purwoyoso, serta diskusi bersama pengurus Karang Taruna. Berdasarkan hasil observasi, Kelurahan Purwoyoso memiliki jumlah penduduk usia produktif yang cukup besar serta berada di lokasi yang strategis karena berdekatan dengan Kawasan Industri Candi (KIC), Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), dan Kawasan Industri Tambakaji. Kondisi tersebut memberikan peluang kerja yang cukup besar bagi masyarakat, namun di sisi lain juga menuntut kesiapan kerja, kemampuan komunikasi, serta kompetensi pendukung yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

Berangkat dari kondisi tersebut, Julius menginisiasi program pelatihan yang bertujuan memberikan pembekalan mengenai kesiapan memasuki dunia kerja, budaya dan etika kerja profesional, komunikasi di lingkungan kerja, serta pengenalan dasar bahasa Mandarin yang relevan dengan kebutuhan perusahaan manufaktur dan Penanaman Modal Asing (PMA). Kegiatan dilaksanakan secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, serta praktik pengucapan kosakata dan percakapan sederhana dalam bahasa Mandarin sehingga peserta dapat memahami materi secara lebih aplikatif.

Dalam pelaksanaannya, Julius berkolaborasi dengan Dewi Erviana, seorang translator profesional, sebagai narasumber pendamping pada sesi pembelajaran bahasa Mandarin. Kehadiran narasumber yang memiliki pengalaman di bidang penerjemahan dan komunikasi bahasa Mandarin diharapkan mampu memberikan wawasan yang lebih luas kepada peserta mengenai pentingnya kemampuan bahasa asing sebagai kompetensi pendukung yang memiliki nilai tambah dalam menghadapi persaingan kerja di sektor industri.

“Melalui pelatihan ini kami berharap masyarakat, khususnya pemuda, lulusan SMA/SMK, dan pencari kerja, memiliki bekal yang lebih baik dalam menghadapi proses rekrutmen maupun dunia kerja. Selain memahami budaya kerja industri, peserta juga memperoleh pengenalan dasar bahasa Mandarin sebagai kompetensi pendukung yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja di tengah perkembangan dunia industri yang semakin kompetitif,” ujar Julius.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dan apresiasi dari Kepala Kelurahan Purwoyoso, Bapak Agus Riyanto, S.E., M.M., bersama Sekretaris Kelurahan Purwoyoso, Ibu Tiwi. Menurut beliau, pelatihan yang menggabungkan materi kesiapan kerja industri dengan pengenalan bahasa Mandarin merupakan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya bagi generasi muda yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Bapak Agus Riyanto, S.E., M.M. mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN Universitas Semarang yang menghadirkan program pemberdayaan masyarakat berdasarkan hasil observasi dan kebutuhan riil di lingkungan Kelurahan Purwoyoso. Beliau berharap sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah kelurahan melalui kegiatan serupa dapat terus dikembangkan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing di dunia kerja.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung melalui keaktifan dalam sesi diskusi, tanya jawab, maupun praktik komunikasi sederhana menggunakan bahasa Mandarin. Peserta tidak hanya memperoleh wawasan mengenai budaya kerja industri dan kesiapan menghadapi proses rekrutmen, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar bahasa Mandarin dasar yang dapat menjadi kompetensi pendukung dalam menghadapi kebutuhan perusahaan, khususnya perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA).

Melalui program kerja tersebut, mahasiswa KKN PPM XXVIII Universitas Semarang tidak hanya melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menghadirkan program yang disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat. Diharapkan pelatihan kesiapan kerja industri dan Mandarin praktis ini mampu menjadi bekal awal bagi masyarakat Kelurahan Purwoyoso dalam meningkatkan kompetensi, memperluas peluang kerja, serta memperkuat daya saing sumber daya manusia di tengah perkembangan dunia industri yang semakin dinamis.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *