Sports
Loyalitas Hitam-Putih: Khéphren Thuram Tutup Pintu bagi Inter Milan
Semarang (usmnews) – Dikutip dari detik.com Gelandang anyar Juventus, Khéphren Thuram, baru-baru ini memberikan pernyataan tegas yang menarik perhatian publik sepak bola Italia. Pemain asal Prancis ini menegaskan bahwa dirinya tidak akan pernah mengikuti jejak sang kakak, Marcus Thuram, untuk berseragam Inter Milan. Pernyataan ini sekaligus mempertegas komitmennya kepada Si Nyonya Tua dan memanaskan rivalitas Derby d’Italia yang legendaris. Meskipun memiliki hubungan persaudaraan yang sangat erat dengan Marcus, Khéphren memilih jalan profesional yang berbeda di Serie A. Saat ini, Marcus Thuram merupakan sosok kunci di lini depan Nerazzurri, namun Khéphren merasa identitas sepak bolanya kini sepenuhnya milik Juventus. Keputusannya untuk bergabung dengan klub asal Turin tersebut pada musim panas lalu bukan sekadar langkah karier, melainkan sebuah pilihan hati yang didasarkan pada kekagumannya terhadap sejarah besar klub tersebut.
Dalam sebuah wawancara, Khéphren menjelaskan bahwa meski mereka sering berbagi cerita dan saling mendukung, ada batasan yang jelas dalam hal profesionalisme klub. Bagi Khéphren, pindah ke Inter Milan di masa depan adalah sebuah skenario yang hampir mustahil terjadi karena rasa hormatnya kepada Juventus dan para pendukungnya. Faktor keluarga memang tidak bisa dilepaskan dari karier Thuram bersaudara. Ayah mereka, Lilian Thuram, adalah bek legendaris Juventus. Hal ini memberikan ikatan emosional yang lebih kuat bagi Khéphren untuk membela klub yang pernah dibela ayahnya. Khéphren merasa bahwa Juventus adalah “rumah” yang tepat bagi perkembangannya sebagai gelandang modern.Ia menekankan beberapa poin penting dalam wawancaranya:Identitas Klub: Khéphren merasa sangat bangga mengenakan seragam Bianconeri dan ingin mencatatkan sejarahnya sendiri di Turin. Rivalitas Sehat: Meski menolak bermain untuk Inter, ia tetap menghormati pencapaian kakaknya dan selalu berharap yang terbaik bagi Marcus, kecuali saat mereka bertemu di lapangan.
Ambisi di Juventus: Fokus utamanya saat ini adalah membantu Juventus kembali ke puncak kejayaan Serie A dan kompetisi Eropa di bawah asuhan Thiago Motta. Pernyataan Khéphren ini dianggap sebagai bentuk loyalitas yang jarang ditemukan di era sepak bola modern yang sangat dinamis. Di saat banyak pemain berpindah klub rival demi uang atau trofi instan, Khéphren memilih untuk menjaga integritas rivalitas antara Juventus dan Inter Milan.Baginya, persaingan dengan Marcus di lapangan adalah bumbu yang menarik dalam perjalanan karier mereka. Namun, di luar lapangan, mereka tetaplah kakak beradik yang saling mencintai. Penegasan bahwa ia tidak akan pernah ke Inter bukan bertujuan untuk merendahkan klub tersebut, melainkan sebagai bentuk penghormatan tinggi terhadap kontrak dan kepercayaan yang telah diberikan oleh Juventus.